Saturday, August 30, 2014

Banyaknya Orang Jawa di Brunei

Dreamland Traveller Moment


Banyaknya Orang Jawa di Brunei
            Tatkala Dreamland berwisata di Yayasan Shopping Mall, Dreamland mendengar ada bahasa yang sangat familiar terdengar di telinga. Tatkala Dreamland mendekati kolam tengah Yayasan Shopping Mall rupanya banyak sekali orang Jawa yang sedang berkumpul di sini. Dreamland pun bertanya dari mana asal mas-mas yang ada di sini. Ada yang menjawab dari Klaten, Wonogiri, Purwokerto, dan lain sebagainya. 
            Tak ketinggalan ada penjual kios makanan khas Jawa yang berasal dari Pekalongan. Dia menjual kudapan khas Jawa, mulai dari nasi katok sampai baso Jawa. Para pembelinya pun rupanya sama-sama orang Indonesia. Sehabis bekerja, mereka nongkrong dan berbicara satu sama lain di kolam tengah Yayasan Shopping Mall ini. Dengan Bahasa Jawa yang kental, mereka berbicara, bercanda, dan curhat tentang kegiatan kerja mereka selama di Brunei.
            Wajar rasanya jika banyak orang Indonesia yang terlihat di Brunei karena hampir 30% penduduk Brunei didominasi oleh TKI asal Indonesia. Mereka mengatakan bekerja di Brunei jauh lebih mudah dan bisa digunakan untuk memberi tabungan pada keluarga di kampung halaman. Tak hanya itu, Brunei juga menjamin pekerja di sini agar kehidupannya layak dan berkecukupan. Hal ini juga yang membuat banyak TKI Indonesia betah dan tidak mau pulang lagi ke Indonesia.
            Unik rasanya melihat banyak orang Jawa yang saling bercakap-cakap dengan santai di Yayasan Shopping Mall yang mengingatkan Dreamland serasa masih berada di Indonesia, meskipun letaknya di Brunei.

~ oOo ~

Thursday, August 28, 2014

Nasi Katok dari Teman Senegara

Dreamland Traveller Moment


Nasi Katok dari Teman Senegara
            Jauh dari kampung halaman terkadang membuat rasa nasionalisme kita bangkit. Kita tak lagi memandang sesuatu secara picik dan sempit, melainkan mampu melihat suatu hal secara rasional. Hal inilah yang Dreamland lihat dari para penduduk Indonesia yang ada di Brunei. Tatkala Dreamland sedang berjalan-jalan mengeksplorasi kota Bandar Seri Begawan, Dreamland bertemu dengan orang Indonesia di Terminal Bus Brunei Darussalam.
            Namanya Taufik dari Malang. Awalnya Dreamland hanya bertanya bus jurusan mana yang harus Dreamland ambil untuk menuju ke Brunei International Airport saat pulang nanti. Dengan sabar, ia membantu Dreamland mencari informasi. Saat Dreamland tanya darimana asal Taufik ini, dia menjawab berasal dari Malang. Bertemu rekan sebangsa di negara tetangga tentu menjadi sebuah momen tersendiri bagi Dreamland karena mereka pasti membantu dengan sepenuh hati.
            Taufik pun bercerita tentang kegiatannya di Brunei. Dia menjalankan aktivitas jual beli mobil dari Brunei ke Indonesia, serta mendekorasi pernikahan orang Brunei di Bandar Seri Begawan ini. Tanpa diduga, dia pun pamit sebentar ke Dreamland dan membelikan Dreamland nasi katok dan minuman. Bayangkan kita baru bertemu kurang dari 30 menit, Taufik sudah mentraktir dan menjamu Dreamland. Itulah kekentalan budaya Indonesia yang sangat senang bertemu sesama orang Indonesia di luar negeri.
            Sambil bercerita, Dreamland pun memakan nasi katok yang dibelikan Taufik. Terlihat bahwa Taufik sangat senang bisa bercerita dengan orang Indonesia mengingat ia sendiri perantau di Brunei ini. Sungguh momen yang sangat hangat dan bersahabat karena kami bisa bertukar pikiran walaupun hanya dalam 1 jam pertemuan saja.
            Setelah selesai, Dreamland pun berpamitan pada Taufik. Taufik sendiri masih menunggu temannya di terminal bus Brunei Darussalam. Semoga saja rasa keterikatan antar orang Indonesia itu juga terjadi di Indonesia yang saat ini sudah semakin luntur oleh kekhawatiran akan perbedaan SARA dan status sosial. Percayalah tatkala kita berada jauh dari Indonesia, maka orang Indonesia lainnya akan dengan senang hati membantu kita di negeri nun jauh. Hal tersebut sudah Dreamland alami berkali-kali di Hong Kong, Malaysia, dan kini di Brunei!

~ oOo ~

Tuesday, August 26, 2014

Caution! Liar Everywhere

Dreamland Traveller Moment


Caution! Liar Everywhere
            Sebagai seorang traveler awam yang baru pertama kali berwisata ke suatu tempat, seringkali kita dihadapkan pada kejadian yang tidak terduga. Bertanya seringkali menjadi solusi kita dalam memecahkan berbagai teka-teki dan pertanyaan yang muncul di kepala kita. Tapi bertanya pada orang yang tidak tepat, rupanya bisa juga menjadi bumerang bagi diri kita sendiri dalam mengeksplorasi suatu tempat wisata baru.
            Hal ini Dreamland alami tatkala berwisata ke Brunei. Sebagai salah satu negara maju dengan standar hidup yang tinggi, tentu Dreamland ditantang untuk memilih akomodasi yang tepat guna menghemat pengeluaran selama berada di Brunei. Hal ini Dreamland lakukan dengan memutuskan untuk menginap di asrama Pusat Belia. Dreamland sudah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai akomodasi ini dan melihat ulasan yang diterima pun cukup bagus.
            Tatkala hari H, Dreamland pun naik minivan menuju Brunei. Sesampainya di Brunei, supir minivan selalu menolak saat diminta mengantar Dreamland ke Pusat Belia. Dia mengatakan banyak turis mancanegara yang diantarnya juga memintanya ke Pusat Belia, tapi gedung Pusat Belia sendiri sudah tutup, katanya. Dia bersikeras akan mengantar Dreamland ke penginapan termurah lainnya, yakni K. H. Soon Service dan Resthouse.
            Awalnya, Dreamland sempat bingung apakah harus mempercayai informasi dari internet atau supir minivan ini. Apalagi catatan perjalanan Brunei boleh dikatakan salah satu catatan perjalanan paling minim dibandingkan dengan catatan perjalanan negara lainnya yang pernah dibuat oleh traveler manapun di seluruh dunia. Setelah membayar tarif minivan, penumpang minivan asal Jepang langsung berjalan menuju Pusat Belia tanpa mempercayai ucapan supir minivan.
            Dreamland pun mengambil risiko untuk pergi ke Pusat Belia mengingat tarif K. H. Soon Service dan Resthouse sendiri tidaklah murah, yakni 35 BND untuk 1 orang! Dreamland berjalan membawa koper menuju asrama Pusat Belia dan mendapati bahwa Pusat Belia tidak TUTUP dan masih beroperasi hingga saat ini. Dreamland hanya perlu membayar 10 BND per orang per malam dan diberi kunci. Kamarnya berAC dan cukup nyaman.
            Kejadian ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak percaya pada orang yang “terlihat” baik dan mau membantu. Bisa jadi dia sedang menjalankan strategi dan taktik tertentu untuk menipu para turis yang baru pertama kali datang ke tempat yang baru. Pastikan untuk selalu mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang suatu tempat agar celah kita untuk tertipu semakin sempit dan tidak dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.
            Semoga saja kejadian ini tidak terulang dan kita senantiasa bertemu orang baik di setiap tempat yang kita kunjungi. Pastikan untuk tetap waspada karena pembohong berkeliaran di mana saja tanpa kita duga!

~ oOo ~

Sunday, August 24, 2014

Saat Maut Tak Mengenal Lokasi

Dreamland Traveller Moment


Saat Maut Tak Mengenal Lokasi
            Terkadang yang membuat kita terjatuh bukanlah bongkahan batu yang besar, melainkan kerikil kecil yang tidak kelihatan di jalan. Pepatah itu mungkin sangat tepat untuk menggambarkan insiden kecelakaan yang terjadi saat Dreamland baru saja tiba di Brunei. Tak ada angin dan tak ada hujan, tiba-tiba ada 2 mobil yang saling bertabrakan dan sudah ringsek satu sama lain. 
            Tak hanya itu, korban pun segera dievakuasi ambulans dan diberikan pertolongan pertama oleh petugas yang ada. Bayangkan kecelakaan itu terjadi di jalan yang kondisinya sangat baik dan mulus. Tak hanya itu, jalannya pun 1 arah. Jadi secara logika, seharusnya tidak mungkin kecelakaan itu terjadi. Lagi-lagi karena ketidakwaspadaan dan sikap pengemudi yang meremehkan kondisi jalan membuat kecelakaan ini bisa terjadi.
            Banyak orang yang tidak waspada karena merasa jalan yang ditempuh kondisinya sangat mulus dan tidak berlubang, sehingga bisa melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi, seperti memakai HP untuk telepon dan SMS, makan, atau bahkan memakai earphone. Akibatnya, kecelakaan pun tidak mengenal tempat. Bukan hanya mobil yang ringsek, tapi juga nyawa terancam melayang karena kelalaian diri kita sendiri.
            Kejadian ini semoga menjadi perhatian bagi kita semua sebagai pengemudi kendaraan bermotor agar tidak meremehkan kondisi jalan, entah itu di perumahan, jalan tol, dan jalan yang mulus sekalipun karena maut tidak mengenal lokasi. Tetaplah fokus dan sabar dalam mengemudi!

~ oOo ~