Wednesday, July 29, 2015

Day 3 : Tersesat di Kyoto dan Terpukau Kiyomizudera Temple

Dreamland Traveller


Day 3 : Tersesat di Kyoto dan Terpukau Kiyomizudera Temple
            Tiba saatnya bagi Dreamland untuk mengunjungi Kyoto sebagai kota kedua di Jepang. Dreamland pun bangun pagi, mandi, dan bersiap-siap untuk sarapan ke bawah. Dreamland sengaja bangun pagi agar bisa sarapan pukul 06.45 sesuai jam yang tertera di kartu sarapan. Ternyata saat Dreamland ke lantai bawah, alangkah terkejutnya Dreamland melihat tempat sarapan dipenuhi orang. Rupanya orang Jepang jauh lebih pagi dari Dreamland. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Dreamland pun segera sarapan dengan menu yang ada di meja, mulai dari ikan pindang, onion ring, hingga telur yang dibentuk seperti dessert. Ada juga roti tawar, kopi dan teh, serta juice yang tersedia. Setelah makan pagi dengan menu ala kadarnya untuk ganjel perut, tiba saatnya bagi Dreamland untuk check-out. Dreamland pun langsung meninggalkan hotel menuju Teradacho Station, kemudian membeli tiket seharga 160 JPY menuju Kyobashi Station.
            Setelah itu dilanjutkan lagi dengan membeli tiket seharga 400 JPY menuju Gion Shijo Station. Kereta menuju Kyoto ini cukup nyaman, sehingga Dreamland tertidur pulas sepanjang perjalanan. Satu hal yang Dreamland perhatikan adalah orang Jepang sangat tertib berbaris untuk masuk ke kereta. Mereka mempersilahkan orang lain keluar terlebih dahulu, barulah mereka masuk ke dalam. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Sesampainya di daerah Gion, rupanya Dreamland melihat ada sebuah kuil yang ada di depan mata. Alhasil Dreamland langsung berjalan mengunjungi kuil tersebut dan urung menggunakan bus menuju penginapan. Dengan barang bawaan, Dreamland pun berjalan ke kuil Yasaka. Kuilnya sederhana dan biasa-biasa saja rupanya. Setelah itu, Dreamland menuju Maruyama Park, Higashi Otani Mausoleum, dan berjalan ke area Higashiyama yang penuh dengan kuil dengan biaya masuk.
            Maruyama Park menurut Dreamland cukup bagus dengan suasana yang tenang dan burung yang terbang ke sana kemari dengan bebas. Higashi Otani Mausolenm adalah kuil yang mempunyai kompleks pemakaman ala Jepang di belakangnya dan cukup menarik untuk dilihat. Higashiyama sendiri berupa jalan kuno dengan bangunan tradisional Jepang yang mengingatkan pada nuansa tempo dulu. Sayangnya, area ini merupakan area turis yang penuh dengan kuil berbayar, sehingga hanya sekadar dilihat saja sekilas.
            Ada Ryozen Kannon, Kodaiji Temple, Yasaka Pagoda, dan lain sebagainya. Setelah puas berjalan, Dreamland melihat ada sekelompok orang tua yang asyik melukis di jalan. Dengan penuh konsentrasi, mereka melukis bangunan tanpa peduli dengan kehadiran orang lain. Benar-benar sangat unik. Di ujung jalan, Dreamland bertemu tukang becak khas Jepang yang siap mengantar kita berkeliling jalan kuno asalkan kita sanggup membayar tentunya.
            Dreamland pun berjalan kembali ke arah semula dan berbelok di sebuah sisi untuk pulang menaiki bus karena kaki yang sudah capek dan beban barang bawaan yang dibawa sedari tadi. Dreamland naik bus di halte yang tersedia menggunakan One Day Kyoto Bus Pass menuju penginapan Dreamland yang terletak di area Hanayacho. Dreamland pun berhenti di Central Square karena salah berhenti halte dan masuk ke dalam supermarket ini untuk makan siang terlebih dahulu.
            Saat makan siang, Dreamland kebingungan dengan cara memasak dengan microwave dan petugas langsung dengan sigap membantu Dreamland dalam hal ini. Tak lupa dia pun sabar menunggu semua makanan Dreamland agar ok untuk dimakan. Benar-benar bantuan yang sangat baik dari karyawan supermarket di Jepang. Bantuan yang total ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
Setelah makan siang, Dreamland pun naik bus kembali untuk berhenti di halte yang benar dan berjalan kaki menuju Guesthouse Kyoto Compass. Dreamland disambut mama dan papa dengan sangat ramah. Berhubung jam belum menunjukkan pukul 15.00, mereka pun tidak bisa memberikan Dreamland kamar karena sedang dibersihkan. Dreamland minum air yang disediakan dulu karena udara panas di luar sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Tak lupa Dreamland membayar penginapan yang cukup mahal ini seharga 10.000 JPY.
Dreamland pun naik bus kembali menuju Kiyomizudera Temple. Sesampainya di area Kiyomizudera Temple, penjual berbagai barang, suvenir, dan pakaian berada di sisi kanan dan kiri jalan. Tak lupa ada kios sewa kimono yang menawarkan pakaian tradisional Jepang ini dengan harga yang cukup mahal bagi Dreamland. Jalan menuju Kiyomizudera ini sangat menanjak, sehingga sangat tepat untuk tidak membawa koper bersama Dreamland saat mengunjungi tempat yang satu ini.
Dreamland pun segera naik dan memasuki pintu gerbang merah menuju Kiyomizudera yang dipenuhi orang. Begitu banyak turis yang ada di tempat ini, termasuk orang Indonesia karena Kiyomizudera adalah kuil yang direkomendasikan untuk dikunjungi dengan struktur kayu dan kemegahan yang dimiliki. Dreamland harus membayar 300 JPY untuk masuk ke dalam kompleks kuil kayu ini.
Suasana tur sangat terasa di kuil ini dengan banyaknya bendera yang berkibar di sana sini. Pemandangan yang disuguhkan dari Kiyomizudera memang sangat indah dan memukau. Menariknya saat kita naik ke jalan yang ada di atas Kiyomizudera, ada sebuah wahana yang bernama Love Stone, di mana jika kita bisa berjalan lurus tanpa belok dari satu batu ke batu lain, maka kita akan menemukan cinta dengan cepat. Rupanya ada juga yang mencoba wahana ini. Hehehe…
Tak ketinggalan banyak papan kayu berisi doa yang harus dibayar dengan ratusan JPY yang menurut Dreamland sangat sayang untuk dilakukan dengan kondisi budget traveler seperti ini. Dreamland pun berjalan turun ke sisi lain kuil untuk memotret kemegahan Kiyomizudera yang ditopang kayu yang sangat kokoh. Dreamland pun turun ke bawah untuk menemukan sebuah tempat mata air yang dipenuhi turis yang ingin minum atau mencuci muka dari air tersebut.
Berhubung antrian yang panjang dan melelahkan, Dreamland urung melakukan dan memilih ngaso sebentar di kuil kayu Kiyomizudera sebelum melanjutkan perjalanan ke shopping street yang ada di luar kuil bagian bawah. Banyak sekali penjual suvenir dan oleh-oleh makanan khas Jepang yang menawarkan sampel gratis. Jangan lewatkan kesempatan ini karena bisa untuk ganjel perut dan rasa marsmellow tipisnya sangat enak, tapi mahal sekali kalau dibeli untuk oleh-oleh karena harganya di atas 1.000 JPY semua.
Dreamland berjalan lagi menuju berbagai pertokoan yang ada di Higashiyama yang menawarkan berbagai sampel gratis. Di kawasan ini, Dreamland bertemu dengan banyak sekali turis Indonesia dan Tiongkok yang sibuk memilih oleh-oleh di berbagai toko suvenir yang ada. Padahal harganya mahal-mahal semua. Setelah berjalan cukup jauh sepanjang 1 km melewati berbagai pertokoan, tukang becak, dan kios lainnya, Dreamland pun memutuskan untuk melihat kuil kecil yang ada di seberang jalan.
Sehabis melihat kuil, Dreamland terkejut karena Dreamland melihat begitu banyak Love Hotel yang ada dengan tarif yang cukup mahal, yakni 3.900 JPY per 3 jam. Bahkan Dreamland melihat calon penggunanya sedang berjalan melewati Dreamland. Apa yang akan dilakukan di hotel? Will see… Dreamland pun segera menunggu bus di halte yang tersedia dan mengisi air minum di tap water yang ada di halte. Rencananya Dreamland akan berkeliling dengan bus sore ini. Saat berada di dekat Sanjo Station, Dreamland berhenti karena melihat banyak keramaian orang berjalan ke seberang jembatan.
Dreamland ikut berjalan dan melihat bahwa jembatan digunakan sebagai tempat nongkrong di sore hari. Begitu banyak pertokoan yang Dreamland lewati saat berjalan lurus, rupanya ini adalah Shin-kyogoku Shopping Arcade, di mana banyak toko dan brand mewah yang berjualan di sini. Dreamland menemukan KitKat Green Tea bungkusan dijual di sini dengan harga 199 JPY di sini dan langsung Dreamland borong 10 bungkus karena harganya sangat murah.
Setelah berjalan sampai mampus melewati Pachinko, berbagai tempat makan, dan bioskop, sebelum akhirnya menyerah dan memilih pulang dengan bus. Dreamland pun naik bus menuju sebuah daerah yang terdapat Yoshinoya. Dreamland kembali makan Gyudon dengan harga yang sama, kemudian berjalan pulang dengan menunggu kembali bus di halte yang tersedia. Bus yang ditunggu ternyata tak kunjung tiba dan membuat Dreamland harus menunggu selama kurang lebih 25 menit sebelum akhirnya bus datang.
Setelah bus datang, Dreamland naik dan duduk sampai menuju halte dekat guest house. Dreamland pun turun dan berjalan dalam kegelapan menuju guest house. Sesampainya di guest house, Dreamland disambut mama dan papa yang menyuguhkan teh terlebih dahulu dan segera memperkenalkan fasilitas yang dapat digunakan selama berada di penginapan, mulai dari kamar mandi, dapur, hingga tempat tidur ala tatami yang nyaman. Dreamland sendiri mendapat kamar pribadi di paling belakang karena menyewa tipe triple.
Dreamland pun menghabiskan malam ini dengan mandi, bermain Wi-Fi, dan mengobrol dengan sesama penghuni guest house lain yang rupanya berkumpul di ruang tengah. Ada yang berasal dari Perancis, China, Korea, Taiwan, dan Jepang sendiri. Kami semua bercerita tentang negara kami masing-masing dan berfoto bersama. Tak lupa kami minum sake yang memabukkan. Singkat kata, jam 12 malam, kami semua kembali ke kamar masing-masing dan tidur.
Mengingat besok Dreamland akan pergi ke Hiroshima, maka Dreamland pun segera tidur untuk mempersiapkan diri esok hari dalam menjelajahi Jepang lebih dan lebih lagi. Senang sekali rasanya tersesat di kota kuno Kyoto!

Osaka, Kyoto, Japan, 11 Juli 2015

Dreamland Traveller

Catatan:
- Jepang menggunakan Japanese Yen (JPY) sebagai mata uang yang sah.
- Nilai 1 JPY saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 110 IDR.
- Transportasi di Jepang dikenal sangat mahal dan sangat disarankan untuk membeli JR Pass jika bepergian antarkota selama berada di Jepang.
- Harga JR Pass 7 hari kategori Ordinary adalah 29.110 JPY dan harus dibeli di luar Jepang pada agen HIS.
- JR Pass memungkinkan kita untuk menaiki semua Shinkansen, kereta JR, feri JR, dan bus JR yang berafiliasi, kecuali Shinkansen Nozomi.
- Pemakaian JR Pass harus 7 hari berturut-turut, pastikan untuk merencanakan pemakaian JR Pass secara efektif dan efisien agar tidak rugi.
- Berbagai tempat wisata menarik di Jepang dapat ditempuh dengan transportasi umum.
- Kota wisata sejarah di Jepang adalah Kyoto, Nara, dan Kobe.
- Kota wisata alam di Jepang adalah Hokkaido, Kyushu Island, dan Gunung Fuji.
- Kota wisata kota dan theme park di Jepang adalah Tokyo dan Osaka.
- Kota wisata onsen di Jepang adalah Akita, Sapporo, Sendai, dan Aomori.
- Jepang terkenal on time dan sangat patuh terhadap aturan. Pastikan untuk menaati setiap aturan yang ada dengan baik agar wisata kita berjalan dengan lancar.
- Setiap barang di Jepang dikenakan pajak 8% jadi pastikan membaca harga yang tertera dengan jeli.
- Terdapat loker hampir di setiap stasiun kereta yang ada di seluruh Jepang dengan harga mulai dari 300 – 700 JPY tergantung ukuran loker yang disewa untuk memudahkan mobilitas saat jalan-jalan atau singgah di satu kota.
- Internet mudah didapatkan di Jepang dengan melakukan install aplikasi Japan Free Wi-Fi di bandara Kansai saat kedatangan dan akan langsung terkoneksi saat mendapat sinyal.
- Pastikan untuk membawa payung lipat karena cuaca di Jepang sangat fluktuatif ketika ada badai atau taifun.
- Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Kyoto adalah Kiyomizudera Temple, Maruyama Park, Gion, dan lain sebagainya.
- Transportasi di Kyoto mudah dilakukan dengan bus, maka dari itu belilah One Day Kyoto Bus Pass seharga 500 JPY dibandingkan ngeteng yang jatuhnya 230 JPY sekali naik.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.