Tuesday, September 28, 2021

Lesson Learned from Travel

Terkadang sebuah perjalanan bukan hanya mengumpulkan kepingan foto untuk dipajang di media sosial, melainkan melihat kacamata yang kita gunakan apakah sudah menggambarkan persepsi yang utuh tentang sebuah hal. Hal ini saya rasakan ketika melihat banyak sekali tempat yang semula tidak diperhitungkan atau bahkan tidak terdengar populer justru menyuguhkan pemandangan yang luar biasa atau kejutan tak terduga dari orang-orang di sekitarnya.

India (2016)

Jika ditanya apa yang dapat dipelajari dari perjalanan, tentunya banyak sekali. Bagaimana bertahan dalam kondisi yang tidak nyaman, menunggu berjam-jam menanti penerbangan selanjutnya di bandara, tidur layaknya gelandangan di bandara, tersesat di jalan tanpa tahu arah, atau bahkan menemukan kejutan tak terduga di setiap sudut jalan dari orang asing atau cerita tak terduga. Perjalanan memberikan banyak sekali pengalaman berharga dari sekadar duduk dan membaca berita yang memframing bagaimana suatu hal itu terjadi.

Lebih jauh lagi sebuah tempat baru bukan hanya memberikan kesan tersendiri, tetapi juga cerita yang dapat dibagikan. Kebaikan yang dapat direproduksi dalam bentuk konten untuk mengingatkan bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Ada miliaran umat manusia yang memiliki latar belakang, cerita, dan perjalanan yang berbeda-beda, bukan lagi tentang siapa yang benar atau siapa yang salah.

Secara unik bahkan saya melihat 2 sisi perspektif yang berbeda ketika berkunjung ke Hiroshima, Jepang dan Pearl Harbour, Hawaii, Amerika Serikat, di mana pahlawan adalah konsep yang relatif. Memahami kepahlawanan berarti memaknai siapa yang berjasa bagi kelompok tertentu. Pahlawan di satu pihak jadi pengkhianat di pihak lain, demikian sebaliknya. Satu garis besar dari pengalaman tersebut adalah menjelaskan kebaikan dan perdamaian adalah pahlawan bagi semuanya, bukan bagaimana siapa yang menjadi pahlawan dan tentang pembalasan dendam yang sukses pada pihak lain atau bagaimana seni membalas satu sama lain hingga akhirnya mengorbankan banyak pihak.

Semoga perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari pemahaman kehidupan kita semua, bahkan hidup terlalu singkat untuk membatasi diri dengan framing dan kacamata yang dibuat untuk diri kita sendiri.

 

Instagram: @traveldreamland