Monday, July 30, 2018

Wellington Experience in Pikiran Rakyat


Perjalanan Dreamland selama berada di Wellington, Selandia Baru dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 29 Juli 2018 halaman 5. Semoga dapat menginspirasi perjalanan Anda di Wellington.

Wednesday, July 11, 2018

Meet Local People


Dreamland Traveller

Meet Local People
Bersama Anak-Anak di India
            Traveling adalah sarana yang paling mudah dalam menjalin komunikasi dengan orang yang memiliki perbedaan dengan kita. Interaksi dalam menanyakan arah, membeli barang, hingga proses wisata memberi kita banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal setempat. Tak jarang jika banyak orang mengatakan jika traveling adalah proses yang memperkaya diri, baik dari segi budaya, komunikasi, hingga cara kita memandang dunia.
            Bertemu orang lokal adalah satu dari sekian banyak keuntungan yang didapatkan ketika berwisata ke destinasi yang baru. Tidak harus selalu ke luar negeri, orang lokal di Indonesia pun mampu membuat kita takjub dengan kearifan lokal yang mereka miliki. Lewat orang lokal, kita bisa memahami cara berpikir, cara berperilaku, dan cara hidup mereka yang mungkin sangat berbeda dengan keseharian yang kita lalui.
            Ketika Dreamland berwisata ke Vietnam, Dreamland melihat bahwa kebanyakan orang Vietnam mengkonsumsi Banh Mi atau roti Perancis ketika sarapan di pagi hari. Pedagang jalanan mulai menjajakan roti Perancis yang diisi dengan berbagai jenis sayur dan daging untuk dinikmati sebagai kudapan di pagi hari. Tentu sebagai orang Indonesia yang terbiasa dengan nasi akan kesulitan mencari nasi di Vietnam, sehingga Dreamland harus beradaptasi dengan budaya setempat.
            Lain halnya ketika berwisata ke Jepang, orang Jepang terkesan sangat kaku, dingin, dan menghindari tatapan mata ketika berpapasan di tempat umum. Padahal orang Jepang dapat menjadi sangat ramah dan sopan ketika kita bertanya dan berusaha menjelaskan sekalipun mereka tidak dapat berbahasa Inggris. Selain itu, kebersihan dan ketertiban juga menjadi budaya hidup yang dianut oleh masyarakat Jepang secara turun temurun.
Bersama Keluarga Gen di Akita, Jepang
            Ketika Dreamland menempuh studi di Tiongkok, orang lokal yang ditemui juga mempunyai karakteristik yang berbeda. Mereka terkesan sangat tergantung dengan HP, sangat displin, bekerja keras dengan tugas-tugas yang dikerjakan di perpustakaan. Sayangnya, orang Tiongkok sangat jarang sekali membersihkan sisa ranjau setelah habis menunaikan hajat di toilet. Namun orang Tiongkok terlihat sangat ulet dalam mengerjakan apapun.
            Traveling ke Amerika Serikat juga memberikan kesan tersendiri, di mana setiap orang berdiri secara independen dan tidak berinteraksi satu dengan yang lain. Mereka sangat terikat dengan aturan dan berinteraksi dalam kadar seperlunya saja. Budaya self service juga terlihat sangat kental di Negeri Paman Sam ini, mulai dari mengambil makanan di gerai makanan siap saji, membersihkan sampah yang telah dimakan, hingga budaya tipping yang tergolong gratituity juga sangat dijunjung di Amerika Serikat.
            Lalu, kunjungan ke India juga memberi kesan tersendiri, di mana Dreamland menemukan banyak sekali orang yang suka melakukan tipu-tipu dalam berbagai kategori. Meminta tips saat sarapan pagi di hotel, mengurangi jasa yang ditawarkan saat mengikuti tur, dan meminta-minta saat berada di tempat wisata. Sayangnya kalau kita terjebak, maka pasukan minta-minta lainnya akan datang juga menghampiri kita.
            Bertemu orang lokal di berbagai daerah akan memberikan kita wawasan yang luas, sekaligus juga menjadi pengalaman yang menarik untuk memahami budaya, cara pikir, serta gaya hidup yang kelak akan menjadi pembelajaran bagi kita dalam traveling. Selamat bertemu orang lokal!

~ oOo ~