Wednesday, March 2, 2016

Dreamland in China Beginning

Dreamland Traveller




Dreamland in China Beginning



            Setelah hampir 6 bulan tidak melakukan perjalanan, akhirnya Dreamland berkesempatan untuk memulai perjalanan istimewa untuk meneruskan studi ke negeri Tirai Bambu. Negara yang dikenal sangat strict dengan aturan, tata cara, serta blokade yang dilakukan pada berbagai situs jejaring sosial ini menjadi destinasi studi yang Dreamland tuju. Dreamland berharap pengalaman studi di China ini tidak hanya sekadar menambah ilmu, tetapi juga membuka wawasan tentang kearifan lokal yang ada di China.

            Perjalanan bermula ketika Dreamland berangkat dari rumah menuju pool bus Primajasa di Batununggal. Dreamland mendapat jadwal keberangkatan bus pukul 10.30 dan akhirnya mengucapkan salam perpisahan dengan orang tua tercinta. Sedih memang akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, tapi Dreamland percaya bahwa hal tersebut sepadan dengan berbagai hal yang akan Dreamland dapatkan di China. Perjalanan pun ditempuh selama 2 jam 30 menit dari Bandung hingga tiba di Terminal 3 Soekarno-Hatta.

            Sepanjang jalan menuju Jakarta, Dreamland melihat begitu banyak perbaikan dan pelebaran jalan tol yang dilakukan. Dreamland berharap proyek ini tidak tersendat-sendat dan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat agar dapat dinikmati oleh semua masyarakat yang menggunakan jasa jalan tol. Seperti biasa, ada pemeriksaan dari petugas Primajasa di rest area KM 125 untuk mengecek jumlah penumpang yang ada. Perjalanan pun dilanjutkan melewati tol Cipularang yang terdapat patung-patung kecil dengan legenda seramnya.

            Jalanan sempat diguyur hujan, namun semuanya tetap lancar hingga Dreamland melewati kota Jakarta dan tiba di bandara Soekarno-Hatta. Ada sebuah pemandangan menarik yang Dreamland temukan, yakni patung Soekarno-Hatta dipindah ke lingkaran bundar yang menuju ke Terminal 3. Hal ini membuat Terminal 3 dikunjungi terlebih dahulu sebelum supir bus menuju ke terminal keberangkatan selanjutnya. Dreamland pun turun dengan membawa barang bawaan yang cukup banyak, yakni 1 koper besar, 1 koper sedang, tas tangan, dan backpack mengingat Dreamand akan tinggal di China untuk jangka waktu yang lama.

            Dreamland melakukan prosedur keberangkatan seperti biasa, mulai dari screening bagasi tahap awal, mendapat boarding pass setelah check in bagasi, kemudian menunggu sambil berjalan-jalan di Terminal 3 Soekarno-Hatta airport. Dreamland melihat begitu banyak kemajuan dalam fasilitas yang ada di bandara Soekarno-Hatta mulai dari tersedianya free charger, free map, free water dispenser, dan kapasitas kursi yang sudah lebih memadai dibandingkan saat Dreamland melihat pada perjalanan sebelumnya.

            Dreamland mengisi waktu dengan berkeliling, mengobrol dengan ibu yang akan berangkat umroh, serta berbicara dengan bapak PNS yang berasal dari Dinas Sosial. Dreamland mendengar cerita bahwa begitu banyak birokrasi di Indonesia seputar transmigrasi dan penanganan sosial yang masih sembraut di Indonesia. Semoga saja hal tersebut dapat diatasi agar tidak menimbulkan gangguan di kemudian harinya. Dreamland pun akhirnya masuk ke ruang keberangkatan setelah waktu boarding hampir 1 jam lagi.

            Setibanya di ruang keberangkatan, Dreamland duduk dan menunggu hingga akhirnya waktu keberangkatan ke Bangkok Don-Mueang tiba pukul 16.45 WIB. Dreamland akan menggunakan maskapai AirAsia untuk pergi ke negeri Gajah Putih ini sebelum akhirnya meneruskan perjalanan ke Shanghai, China. Dreamland melihat begitu banyak orang yang naik pesawat AirAsia menuju Bangkok ini sampai semua bangku terisi penuh hingga nomor 31. Dreamland melihat proyek perluasan bandara semakin terlihat dan tampak 50% hampir jadi. Semoga saja proyek perluasan ini tidak hanya sekadar menambah kuantitas, tetapi juga diperhatikan kualitas penerbangan yang diberikan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Setelah semua penumpang menaiki pesawat, Dreamland pun duduk di sebelah penumpang Indonesia yang mempunyai kewarganegaraan Australia dan pedagang spare part. Kami mengobrol banyak hal dan akhirnya penumpang di sebelah Dreamland tertidur. Dreamland memesan makanan Asian Fried Rice with Chicken Satay. Rasanya cukup nikmat dan Dreamland dapat mengganjal perut selama dalam perjalanan. Perjalanan 3 jam 30 menit ini terasa begitu lama. Punggung Dreamland terasa sangat pegal dan capek.

            Setelah perjalanan hampir berjalan 2 jam, tiba-tiba ibu-ibu yang berasal dari rombongan Surabaya memulai percakapan yang heboh. Kami semua yang sedang tertidur jadi terganggu dan tidak bisa memejamkan mata. Orang yang di sebelah Dreamland terbangun dan tiba-tiba saja dia menyalakan lampu untuk memanggil pramugara. Langsung dia memesan 2 botol Aqua dan memberikannya 1 untuk Dreamland. Sungguh sebuah kebaikan spontan yang sangat Dreamland hargai. Apalagi Dreamland sedang melakukan perjalanan sendiri. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Dreamland pun akhirnya tiba di Bandara Don Mueang, Bangkok. Dreamland segera keluar dan menuju konter imigrasi untuk mendapat cap keluar Bangkok. Dreamland pun menunggu selama kurang lebih 4 jam di Terminal 1 dan 2 Bandara Don Mueang, Bangkok yang kuno. Selama menunggu, Dreamland melihat Observation Deck yang dipenuhi orang lokal yang tidur, melihat Terminal 2 Bandara Don Mueang yang sangat megah, serta berkeliling setiap sudut bandara.

            Rupanya bandara Don Mueang menyediakan banyak free charger portable juga di setiap sudutnya dan ada dispenser air minum dengan cangkir kertas. Terminal 2 Bandara Don Mueang rupanya diperuntukkan untuk keberangkatan domestik Thailand. Setelah capek berkeliling, Dreamland duduk, membeli sejumlah makanan ringan, dan akhirnya masuk ke ruang tunggu akhir. Seperti biasa, Dreamland mendapat cap keluar Thailand, diperiksa barang bawaan kabin akhir, dan akhirnya berada di ruang keberangkatan.

            Dreamland melihat begitu banyak orang China yang ada di konter Duty Free yang ada setelah ruang imigrasi. Semua memborong barang dalam jumlah yang tidak kira-kira. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Kosmetik, makanan, sampai pajangan semua dibeli dengan jumlah berkeresek-keresek. Setelah itu, Dreamland berkeliling ruang tunggu dan menemukan ada banyak tempat makan di sini.

            Dreamland duduk, menunggu, melihat orang-orang, dan akhirnya masuk ke Gate 15. Saat Dreamland masuk dan diperiksa paspornya, Dreamland sempat diragukan tiketnya karena melakukan web print sendiri, sehingga harus menunggu. Eh ada 2 orang bule yang malah cekikikan karena Dreamland harus menggunakan visa ke China. Maklum memang tampang Dreamland yang sangat Chinese ini membuat Dreamland dikira penduduk lokal China. Setelah menunggu, akhirnya Dreamland dipersilahkan masuk dan semua berjalan dengan lancar.

            Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam akhirnya kami semua dipersilahkan masuk ke dalam pesawat AirAsia X. Eh lagi-lagi antriannya sangat panjang dan mengular. Terpaksa Dreamland harus menunggu beberapa saat hingga akhirnya bisa masuk dan duduk di tempat yang telah ditentukan. Pesawat terlihat semuanya penuh dan dilayani oleh pramugari yang semuanya berkewarganegaraan Thailand.

            Saat menjelang berangkat, ternyata masih ada turis China yang berdiri. Langsung deh pramugari yang cantik dari Thailand itu teriak sekeras-kerasnya “Sit down!” atau entah “Shit down!”. Semua orang menoleh dan bapak itu pun duduk tanpa rasa bersalah. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Posisi duduk Dreamland yang diapit oleh 2 orang China membuat Dreamland agak kesulitan untuk bergerak, sehingga kaki terasa pegal. Apalagi perjalanan ini memakan waktu 4 jam 45 menit.

            Sepanjang perjalanan setelah pesawat berada dalam keadaan stabil, pramugari mulai membagikan kartu kedatangan ke China yang harus diisi, kemudian membagikan makanan yang sudah dipesan prabayar, sebelum akhirnya melayani tamu yang ingin membeli makanan karena kelaparan di malam hari. Setelah semua proses selesai, akhirnya lampu kabin dimatikan, sehingga kita semua dapat tidur dan beristirahat dengan kondisi ala kadarnya.

            Setelah pesawat hampir sampai China, lampu dinyalakan dan semua dibereskan oleh pramugari. Pesawat Thai AirAsia X pun mendapat pukul 05.00 di Shanghai Pudong Airport. Dengan cuaca yang sangat dingin, Dreamland pun mendouble jaket yang dikenakan sebelum akhirnya pergi ke imigrasi. Pesawat mendarat 30 menit lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Dreamland pun mengantri bersama orang asing dari Eropa dengan muka Chinese. Sementara di sana orang lokal China menatap Dreamland dengan kebingungan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Imigrasinya berjalan sangat mudah dan cepat. Dreamland hanya ditanya apa tujuan ke China dan mata kuliah studi yang diambil, setelah itu paspor Dreamland dicap. Hanya itu saja. Setelah itu, Dreamland mengambil bagasi dan keluar dari ruang baggage claim. Dreamland pun menuju ke Green Line dan akhirnya keluar dari ruang ketibaan. Berhubung Dreamland kebingungan tidak ada yang menjemput Dreamland, Dreamland meminta tolong pada orang setempat untuk melakukan telepon pada staf Jiangsu University.

            Meskipun Dreamland kesulitan berbicara Bahasa Mandarin, tapi Dreamland 2 kali ditolong untuk menelepon staf Jiangsu University. Kebaikan yang diberikan orang China ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Dreamland pun mengisi waktu menunggu dengan menjelajahi semua sudut bandara Shanghai Pudong. Ada Metro, Maglev, dan terminal bandara dipisahkan oleh jembatan sejauh 1 km. Jadi jangan sampai mepet ya kalau datang ke Bandara Shanghai Pudong ketika pulang karena bandaranya sangat luas dan besar.

            Fasilitas bandara Shanghai ini cukup baik. Ada konter informasi yang tidak bisa berbahasa Inggris, dispenser air panas, serta ruang duduk yang nyaman. Dreamland mondar mandir dan memakan bekal yang ada sembari menunggu jemputan dari Jiangsu University yang tak kunjung datang. Akhirnya setelah 6 jam menunggu, pukul 11.30 penjemput Dreamland datang. 2 orang Afrika datang sambil membawa pelang “Jiangsu University” berwarna hijau, langsung Dreamland hampiri dan berkenalan dengan anak-anak yang masih menempuh jenjang sarjana ini.

            Dreamland sendiri masih harus duduk menunggu rombongan lain berdatangan dan setelah terkumpul 8 orang, akhirnya salah satu dari mahasiswa volunteer ini mengantar Dreamland dan rombongan mahasiswa S1 – S3 ke bus yang terparkir di bandara. Dreamland menunggu dan mendapat makanan berupa 2 potong roti dan air mineral. Selama menunggu, Dreamland berkenalan dengan mahasiswa lain yang berasal dari berbagai negara, mayoritas berasal dari Benua Afrika.

            Setelah itu, mata Dreamland yang sangat lelah membuat Dreamland mengantuk dan akhirnya tertidur selama menunggu di bus. Singkat kata, setelah pukul 16.45 barulah semua rombongan terkumpul dan bus meninggalkan Bandara Shanghai Pudong. Bus pun berangkat melewati jalan tol yang padat oleh kendaraan yang pulang saat jam pulang kerja. Seperti biasa, bukan supir bus China namanya kalau tidak nekad ngebut yang bikin spot jantung kita semua. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Dreamland melihat banyak sekali pembangunan yang dilakukan pemerintah China di sepanjang jalan yang Dreamland temui. Meskipun bangunan itu hanya ditempati sedikit orang, tapi berbagai bangunan tinggi terus menerus dibangun. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Setelah melewati kemacetan yang sangat parah, akhirnya supir bus menghentikan bus di rest area untuk buang air kecil dan membeli sejumlah makanan. Setelah beristirahat selama 30 menit, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke destinasi akhir, yakni Jiangsu University.

            Sesampainya di pintu gerbang utama, ada mahasiswa yang sudah berkeluarga yang tinggal di luar asrama. Kemudian kami semua diantar masuk menuju asrama C7 untuk penginapan sementara. Kami semua dibagi kamar berdua dan beristirahat untuk hari yang sangat panjang ini. Kami dibagikan roti dan susu untuk bekal sementara dan disambut oleh staf OEC yang sudah menunggu kami.

            Mengingat hari yang panjang dan melelahkan, Dreamland pun segera membereskan semua dan mandi. Tak lupa Dreamland bertemu Arif yang sudah lebih dulu datang ke Jiangsu University di kamar. Setelah berpelukan karena sudah lama tidak bertemu, Dreamland bertemu dengan teman-teman senior Dreamland yang menyambut dengan hangat. Sambutan hangat dari mahasiswa internasional ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Singkat kata setelah malam semakin larut, kami pun beranjak untuk beristirahat. Tak sabar rasanya bagi Dreamland untuk memulai petualangan yang baru dalam menempuh studi di Jiangsu University ini. Bagi pembaca Dreamland Traveller, selamat mengikuti perjalanan Dreamland selama berada di China hanya di Dreamland in China. Dreamland akan menceritakan berbagai proses yang Dreamland alami, serta dinamika kehidupan China yang begitu menarik. Selamat membaca dan berpetualang bersama Dreamland.



Bandung, Jakarta, Bangkok, Shanghai, Zhenjiang, 23 – 24 Februari 2016



Dreamland Traveller



Catatan:

- China menggunakan China Yuan atau Renminbi sebagai mata uang yang sah.

- Kurs 1 CNY saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 2.104 IDR, 2.098 IDR, dan 2.083 IDR (dihitung saat melakukan penukaran mata uang).

- Cuaca di China saat bulan Februari adalah musim dingin, sehingga dianjurkan membawa pakaian hangat yang cukup tebal karena suhu dapat mencapai 3 derajat Celcius di malam hari.

- Prosedur studi di China sangat mudah dan tidak membutuhkan syarat yang menyulitkan.

- Visa yang digunakan untuk studi di China adalah visa X1.

- Zhenjiang adalah kota kecil di provinsi Jiangsu, tempat Jiangsu University berdiri.

- Akses sosial media, seperti Facebook, Twitter, Google, dan lain sebagainya dapat dilakukan dengan bantuan VPN.



~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.