Saturday, September 29, 2012

Day 2 : Discover Trunyan Village


Dreamland Traveller

Day 2 : Discover Trunyan Village
            Akhirnya hari yang baru tiba juga. Saatnya Dreamland melakukan perjalanan menakjubkan di Pulau Dewata ini. Setelah mandi dan sarapan pagi di Amadea Hotel and Resort, Dreamland langsung dijemput oleh sopir rental yang sudah disewa hari sebelumnya. Kali Dreamland ingin mengunjungi sebuah tempat yang sangat berbeda dari benak banyak orang yang berkunjung ke Bali. Jika selama ini turis hanya berkisar pada wilayah Kuta, Seminyak, dan Denpasar semata, Dreamland mengunjungi Desa Trunyan yang terletak cukup jauh dari tempat Dreamland menginap.




            Perjalanan pun dimulai dengan menggunakan mobil. Dreamland melewati beberapa tempat menarik di Bali, mulai dari Gianyar, Bangli, dan lain sebagainya. Perjalanan selama 3 jam pun terasa singkat karena pemandangan alam yang luar biasa. Jalanan di Bali memang sempit, namun sangat nyaman untuk kendaraan karena tidak ada jalan berlubang. Selain itu, pemukiman warga sangat kental dengan nuansa Hindu, sehingga menunjukkan kekayaan budaya yang tiada duanya.




            Dreamland menyempatkan diri berbelanja Salak Bali di jalan. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan ke daerah Kintamani. Sesampainya di Kintamani, Dreamland pun makan siang sejenak sambil menikmati Gunung Batur yang sangat indah. Senang rasanya bisa makan siang sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa dan kesejukan udara yang tiada duanya. Setelah makan siang, Dreamland pun bergegas menuju Desa Trunyan yang mengharuskan kami turun dari daerah Kintamani menuju daerah pedesaan.




            Jalanan pedesaan di Bali sangat terawat dengan baik. Mobil yang kami tumpangi tidak mengalami kendala yang berarti selama menjelajahi jalan yang cukup sempit. Selain itu, pola pembangunan rumahnya juga sangat teratur. Dreamland juga disuguhi pemandangan Danau Batur yang sangat indah. Senang rasanya bisa menikmati perjalanan singkat di hari kuliah ini yang menyegarkan pikiran. 




            Setelah melewati jalan yang berliku-liku, menanjak, dan curam, akhirnya Dreamland tiba di Desa Trunyan juga. Di sini, objek wisata yang terkenal adalah kuburan masyarakat Trunyan yang digeletakkan begitu saja di bawah Pohon Teru Menyan. Nah, untuk mengakses tempat ini, kita harus menumpang kapal atau perahu untuk mencapai kuburan itu. Dreamland sempat berdebat karena harga awalnya sangat mahal, yakni Rp 650.000,00 per kapal. Berhubung ada turis asing yang mau berbagi, akhirnya kami sepakat membayar Rp 250.000,00. Benar-benar sangat mahal.




            Perjalanan dengan sampan pun berlangsung sangat lambat di Danau Batur. Memang jaraknya sangat dekat, namun entah karena pembawa perahunya kurang tenaga, jalan perahu kami sangat lambat. Akhirnya, kami pun tiba di kuburan Trunyan diiringi permainan karawitan. Di sana, suasana kuburan cukup terasa mencekam dengan tengkorak yang disusun sedemikian rupa, serta pohon Teru Menyan yang sangat besar. Sayangnya, Dreamland tidak menemukan ada mayat baru yang dikubur dan semua sudah menjadi tanah. Hiks…




            Kuburan yang ada di Desa Trunyan ini hanya diperuntukkan untuk masyarakat Trunyan yang menjadi ciri khas tersendiri bagi mereka. Setelah berfoto-foto, Dreamland pun kembali ke sampan dan diantar kembali ke tempat asal untuk menaiki mobil kembali. Akhirnya, Dreamland kembali ke Denpasar dengan sejuta perasaan tersendiri melihat langsung Desa Trunyan yang begitu tersohor itu.




            Dreamland menyempatkan diri singgah di daerah Batu Bulan untuk melihat ukiran kayu yang sangat indah. Sayangnya harga yang sangat mahal membuat Dreamland mengurungkan niat untuk membeli. Harganya mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah yang membuat Dreamland cukup kaget. Memang seninya sangat baik dan rekomended untuk mereka yang gemar seni. 


            Setelah semua selesai, Dreamland pun kembali ke Seminyak untuk menuju hotel dan beristirahat. Acara hari kedua pun usai. Dreamland berharap acara di hari selanjutnya jauh lebih menarik dan menantang untuk dilakukan.

Bali, 15 September 2012

Dreamland Traveller

Catatan :
- Bali adalah daerah yang sangat kental memegang tradisi dan kebudayaan. Sangat diharapkan kita menghormati kepercayaan yang masyarakat Bali miliki, yakni sesajen di jalan dan tempat umum dengan tidak menginjak dan merusaknya.
- Wilayah panas di Bali terletak pada lokasi pantainya, seperti Pantai Kuta, Legian, dan lain sebagainya. Wilayah sejuk di Bali terletak pada bukit, seperti Bedugul, Kintamani, dan lain sebagainya.
- Selalu terdapat pura di setiap bangunan yang ada di Bali sebagai tempat sembahyang.
- Turis asing gemar sekali berjemur di setiap pantai yang ada di Bali.
- Ubud adalah wilayah kebudayaan Bali yang bisa menjadi lokasi wisata alternatif.
- Lokasi wisata yang ternama di Bali, antara lain Tanah Lot, Nusa Dua, Garuda Wisnu Kencana, Pura Ulun Danu, Kintamani, Istana Tampaksiring, Pantai Lovina, Jimbaran, dan lain sebagainya.
- Terdapat banyak rental mobil dan motor di Bali.
- Makanan khas Bali yang bisa dicoba adalah Ayam Betutu.
- Mata uang yang digunakan di Bali adalah Rupiah (warga negara Indonesia) dan ada juga yang menerima US Dollar (warga negara asing).

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.