Day
3 : Mengenal Lebih Dekat Museum di Malacca
Setelah
bangun pagi dan bersiap-siap, Dreamland langsung menelusuri kembali berbagai
hal menarik yang ada di Melaka. Dreamland melewati Putra Specialist Hospital
yang sangat terkenal di Melaka. Dreamland bertanya-tanya tentang biaya
pengobatan penyakit tertentu dan harganya ternyata sangat terjangkau. Boleh
dikatakan harga pengobatan di Melaka jauh lebih murah dibandingkan di
Indonesia. Brosur yang ada di rumah sakit ini pun ada yang berbahasa Indonesia
karena banyak sekali orang Indonesia yang datang berobat ke Melaka.
Dreamland
kemudian melanjutkan perjalanan ke berbagai museum yang ada di Melaka.
Sebelumnya Dreamland makan siang terlebih dahulu di salah satu kedai yang ada.
Dreamland kembali berjalan kaki menuju lokasi kompleks A’Famosa, di mana
terdapat berbagai museum menarik di sana. Dreamland langsung membayar tarif
sebesar 5 RM untuk mengunjungi 4 museum yang ada dan letaknya berdekatan.
Pertama,
Dreamland mengunjungi museum pendidikan. Di sini Dreamland menemukan bagaimana
sistem kurikulum yang berlaku di Malaysia, pakaian seragam, serta kegiatan apa
saja yang ada dalam pendidikan di Malaysia. Bangunannya cukup menarik dan
desain museumnya sangat modern. Hanya saja museum pendidikan ini sangat kurang
peminat, sehingga agak sepi dan sunyi sekali berada lama-lama di museum ini.
Sebenarnya
tiket museum Dreamland berlaku untuk 6 museum, namun museum History dan
Ethnography (The Stadthuys) sedang direnovasi sehingga tidak bisa dimasuki.
Hiks… Setelah museum pendidikan, Dreamland menuju ke museum sastra. Di museum
ini, lantai bangunan 100% menggunakan kayu yang dipelitur dengan sangat apik. Setting tempat dan buku pun ditata
sedemikian rupa, sehingga menarik. Sayangnya karena Dreamland bukan penggemar
buku sastra Melayu, Dreamland hanya sekilas saja berada di sini.
Dreamland
pun berlanjut ke museum demokrasi pemerintahan Malaysia. Di sini begitu banyak
sejarah pemerintahan Malaysia yang dipaparkan, mulai dari perubahan konstitusi,
sistem pemerintahan, luas wilayah, dan lain sebagainya. Petinggi pemerintahan
Malaysia pun dipotret besar-besar di sini. Suasana pemilihan umum, replika
gedung pemerintahan, dan berbagai ornamen pemerintahan lainnya dibahas dengan
tuntas di sini. Bangunannya cukup megah dan terawat dengan baik.
Terakhir,
Dreamland mengunjungi museum gubernur yang menempati bangunan termegah dan
termewah dari semua museum yang ada. Di dalam museum ini terdapat berbagai
macam properti gubernur yang sangat mewah, mulai dari meja, kursi, dan perabot
rumah tangga lainnya. Kursi jamuan makan yang sangat antik, serta
pakaian-pakaian pemerintahan yang ada menjadi sajian menarik yang layak untuk
diabadikan. Setelah semua rangkaian museum selesai, Dreamland pun langsung
masuk ke kompleks St. Paul’s Church untuk lewat sejenak menuju kuburan Belanda.
Di
kuburan Belanda, rupanya orang Belanda yang pernah singgah di Melaka dan
meninggal dimakamkan dengan makam yang unik di tempat ini. Rata-rata kuburan
ini sudah berumur 200 tahun lebih melihat jasad yang disemayamkan di sini sudah
tertera tahun 1800 sekian. Dreamland langsung melanjutkan perjalanan ke museum
Melaka Sultanate Palace Cultural.
Bangunan
museum ini sangat unik, yakni menyerupai rumah Padang yang sangat amat luas.
Dreamland harus membayar kembali 2 RM untuk dapat memasuki museum yang satu
ini. Dreamland melihat ada kisah Hang Jebat dan Hang Tuah yang berperang dengan
replika patung dan ilustrasi yang mendukung. Selain itu, ada juga replika
upacara adat, pakaian adat, serta awal mula masuknya suku-suku bangsa ke
Melaka. Bangunan museum ini paling ramai dan sangat diminati wisatawan karena
bentuknya yang unik.
Setelah
puas melihat bangunan berkayu yang sangat antik ini, Dreamland langsung mencari
bus menuju Melaka Sentral karena ingin melihat Taman Mini Malaysia dan ASEAN
yang ada di Ayer Keroh. Setelah mendapat bus menuju Melaka Sentral, petugas
mengatakan Taman Mini Malaysia sudah tutup pada sore hari ini. Sedih sekali
rasanya karena Dreamland harus kembali lagi ke tempat semula tanpa hasil.
Akhirnya Dreamland mengambil Plan B menuju ke Dataran Melaka Merdeka yang penuh
dengan mal. Dreamland mengunjungi salah satu mal yang ada untuk berjalan-jalan
sejenak. Setelah itu, Dreamland langsung berjalan pulang kembali ke hotel untuk
beristirahat.
Hari
berlangsung malam dan akhirnya Dreamland pun memutuskan untuk beristirahat dan
mempersiapkan diri esok hari untuk kembali ke Kuala Lumpur. Senang rasanya
mengenal berbagai macam museum yang ada di Melaka.
Melaka, Malaysia, 23 Februari 2013
Dreamland Traveller
Catatan:
- Akses dari Kuala Lumpur menuju Melaka dapat
ditempuh dengan bus yang dapat ditemukan di Terminal Bersepadu Selatan.
- Berbagai tempat di Melaka dapat ditempuh dengan
bus yang ada di Melaka Sentral.
- Lokasi keramaian malam di Melaka terpusat di
Jonker Street.
- Semua lokasi wisata bersejarah di Melaka
berdekatan dan dapat diakses dengan berjalan kaki.
- Bagi penggemar wisata belanja dapat menuju Dataran
Melaka yang sekelilingnya dipenuhi oleh mal besar.
- Melaka terkenal juga sebagai destinasi kesehatan
nomor 2 di Malaysia setelah Penang.
~
oOo ~
No comments:
Post a Comment
Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.