Thursday, February 28, 2013

Day 3 : Mengenal Lebih Dekat Museum di Malacca

Dreamland Traveller


Day 3 : Mengenal Lebih Dekat Museum di Malacca
            Setelah bangun pagi dan bersiap-siap, Dreamland langsung menelusuri kembali berbagai hal menarik yang ada di Melaka. Dreamland melewati Putra Specialist Hospital yang sangat terkenal di Melaka. Dreamland bertanya-tanya tentang biaya pengobatan penyakit tertentu dan harganya ternyata sangat terjangkau. Boleh dikatakan harga pengobatan di Melaka jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Brosur yang ada di rumah sakit ini pun ada yang berbahasa Indonesia karena banyak sekali orang Indonesia yang datang berobat ke Melaka.








            Dreamland kemudian melanjutkan perjalanan ke berbagai museum yang ada di Melaka. Sebelumnya Dreamland makan siang terlebih dahulu di salah satu kedai yang ada. Dreamland kembali berjalan kaki menuju lokasi kompleks A’Famosa, di mana terdapat berbagai museum menarik di sana. Dreamland langsung membayar tarif sebesar 5 RM untuk mengunjungi 4 museum yang ada dan letaknya berdekatan.








            Pertama, Dreamland mengunjungi museum pendidikan. Di sini Dreamland menemukan bagaimana sistem kurikulum yang berlaku di Malaysia, pakaian seragam, serta kegiatan apa saja yang ada dalam pendidikan di Malaysia. Bangunannya cukup menarik dan desain museumnya sangat modern. Hanya saja museum pendidikan ini sangat kurang peminat, sehingga agak sepi dan sunyi sekali berada lama-lama di museum ini.










            Sebenarnya tiket museum Dreamland berlaku untuk 6 museum, namun museum History dan Ethnography (The Stadthuys) sedang direnovasi sehingga tidak bisa dimasuki. Hiks… Setelah museum pendidikan, Dreamland menuju ke museum sastra. Di museum ini, lantai bangunan 100% menggunakan kayu yang dipelitur dengan sangat apik. Setting tempat dan buku pun ditata sedemikian rupa, sehingga menarik. Sayangnya karena Dreamland bukan penggemar buku sastra Melayu, Dreamland hanya sekilas saja berada di sini.  










            Dreamland pun berlanjut ke museum demokrasi pemerintahan Malaysia. Di sini begitu banyak sejarah pemerintahan Malaysia yang dipaparkan, mulai dari perubahan konstitusi, sistem pemerintahan, luas wilayah, dan lain sebagainya. Petinggi pemerintahan Malaysia pun dipotret besar-besar di sini. Suasana pemilihan umum, replika gedung pemerintahan, dan berbagai ornamen pemerintahan lainnya dibahas dengan tuntas di sini. Bangunannya cukup megah dan terawat dengan baik.










            Terakhir, Dreamland mengunjungi museum gubernur yang menempati bangunan termegah dan termewah dari semua museum yang ada. Di dalam museum ini terdapat berbagai macam properti gubernur yang sangat mewah, mulai dari meja, kursi, dan perabot rumah tangga lainnya. Kursi jamuan makan yang sangat antik, serta pakaian-pakaian pemerintahan yang ada menjadi sajian menarik yang layak untuk diabadikan. Setelah semua rangkaian museum selesai, Dreamland pun langsung masuk ke kompleks St. Paul’s Church untuk lewat sejenak menuju kuburan Belanda.












            Di kuburan Belanda, rupanya orang Belanda yang pernah singgah di Melaka dan meninggal dimakamkan dengan makam yang unik di tempat ini. Rata-rata kuburan ini sudah berumur 200 tahun lebih melihat jasad yang disemayamkan di sini sudah tertera tahun 1800 sekian. Dreamland langsung melanjutkan perjalanan ke museum Melaka Sultanate Palace Cultural.




            Bangunan museum ini sangat unik, yakni menyerupai rumah Padang yang sangat amat luas. Dreamland harus membayar kembali 2 RM untuk dapat memasuki museum yang satu ini. Dreamland melihat ada kisah Hang Jebat dan Hang Tuah yang berperang dengan replika patung dan ilustrasi yang mendukung. Selain itu, ada juga replika upacara adat, pakaian adat, serta awal mula masuknya suku-suku bangsa ke Melaka. Bangunan museum ini paling ramai dan sangat diminati wisatawan karena bentuknya yang unik.




            Setelah puas melihat bangunan berkayu yang sangat antik ini, Dreamland langsung mencari bus menuju Melaka Sentral karena ingin melihat Taman Mini Malaysia dan ASEAN yang ada di Ayer Keroh. Setelah mendapat bus menuju Melaka Sentral, petugas mengatakan Taman Mini Malaysia sudah tutup pada sore hari ini. Sedih sekali rasanya karena Dreamland harus kembali lagi ke tempat semula tanpa hasil. Akhirnya Dreamland mengambil Plan B menuju ke Dataran Melaka Merdeka yang penuh dengan mal. Dreamland mengunjungi salah satu mal yang ada untuk berjalan-jalan sejenak. Setelah itu, Dreamland langsung berjalan pulang kembali ke hotel untuk beristirahat. 








            Hari berlangsung malam dan akhirnya Dreamland pun memutuskan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri esok hari untuk kembali ke Kuala Lumpur. Senang rasanya mengenal berbagai macam museum yang ada di Melaka.

Melaka, Malaysia, 23 Februari 2013

Dreamland Traveller

Catatan:
- Akses dari Kuala Lumpur menuju Melaka dapat ditempuh dengan bus yang dapat ditemukan di Terminal Bersepadu Selatan.
- Berbagai tempat di Melaka dapat ditempuh dengan bus yang ada di Melaka Sentral.
- Lokasi keramaian malam di Melaka terpusat di Jonker Street.
- Semua lokasi wisata bersejarah di Melaka berdekatan dan dapat diakses dengan berjalan kaki.
- Bagi penggemar wisata belanja dapat menuju Dataran Melaka yang sekelilingnya dipenuhi oleh mal besar.
- Melaka terkenal juga sebagai destinasi kesehatan nomor 2 di Malaysia setelah Penang.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.