Friday, May 13, 2016

Kuliah ala Mahasiswa China

Dreamland Traveller Moment




Kuliah ala Mahasiswa China


            Kuliah biasanya menjadi fase yang paling bebas, longgar, dan penuh petualangan karena jadwal belajar yang tidak teratur layaknya di sekolah. Kita bisa melakukan banyak hal baru, mulai dari memakai pakaian bebas, memulai hidup secara mandiri dengan kost, serta pergi bersama teman ke suatu tempat. Kuliah menjadi fase yang paling menantang, menyenangkan, sekaligus juga menentukan karena kuliah adalah fase pendidikan terakhir sebelum memasuki dunia kerja atau bisnis.

            Definisi kuliah yang serba bebas dan longgar ini rupanya tidak berlaku di China. Selama Dreamland menempuh studi di sini, mata kuliah yang diajarkan sangatlah padat setiap harinya. Ketika Dreamland melihat pola kuliah mahasiswa lokal, alangkah terkejutnya Dreamland melihat mahasiswa lokal belajar dengan sangat keras. Dimulai dari jam 06.50, mereka sudah memulai aktivitas dengan olahraga pagi di lapangan. Sesudah itu, pukul 08.00, mereka sudah memulai kelas di bangunan masing-masing.

            Setelah kelas fase pertama berakhir pukul 11.30, mereka kembali ke asrama untuk beristirahat sejenak atau pergi ke kantin untuk makan. Pukul 14.00, mereka berjalan kembali ke gedung kuliah untuk memulai pelajaran yang baru sampai pukul 17.30. Setelah itu, mereka kembali lagi ke asrama dan kantin untuk makan. Belum cukup, mereka memulai lagi kelas pada 19.00 sampai pukul 21.30 untuk diskusi kelompok dan mengerjakan PR. Kalau melihat ritmenya, rasanya pola belajar mahasiswa China terpola layaknya robot.

            Jika di Indonesia, perpustakaan hanya dihuni oleh mahasiswa tingkat akhir yang akan menyusun skripsi atau tesis, di China, Dreamland melihat semua mahasiswa China tampaknya sangat menggandrungi perpustakaan. Perpustakaan yang sedemikian besar pun bisa sangat dipenuhi oleh mahasiswa setiap harinya. Suasana perpustakaannya pun benar-benar sangat hening layaknya kuburan, meskipun dihuni oleh banyak orang.

            Dengan kesibukan seperti itu, saat Dreamland bertanya pada teman lokal China, mereka juga masih mengambil aktivitas pengembangan diri, seperti belajar Bahasa Jepang, bermain basket, dan melakukan banyak aktivitas lainnya. Anehnya dengan ritme belajar yang sangat berat seperti itu, mereka bisa bertahan dan tetap produktif. Sungguh sebuah etos belajar yang patut dicontoh oleh orang Indonesia.

            Andai saja belajar tidak menjadi beban bagi kita, pasti belajar sepadat apapun tidak akan membuat kita malas atau bosan, melainkan menjadi sebuah kesempatan untuk mempelajari suatu pengetahuan baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya.



~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.