Saturday, July 16, 2016

Day 4: Spectacular Sigiriya and Stunning Dambulla

Dreamland Traveller




Day 4: Spectacular Sigiriya and Stunning Dambulla


            Setelah sarapan pagi dan bersiap-siap, Dreamland pun check-out dari Kandy View Hotel karena akan menginap di kawasan Habarana hari ini. Tujuan Dreamland kali ini adalah batu Sigiriya yang sangat terkenal dan kuil gua Dambulla. Dreamland pun menempuh perjalanan selama kurang lebih 26 km hingga akhirnya Quinston mengatakan ada sebuah kuil batu yang menarik di kawasan Aluviharaya. Dreamland pun turun dan melihat kuil batu ini dengan seksama.

            Harga masuk tiket kuil batu ini 250 LKR. Dreamland melihat kawasan kuil batu ini cukup unik karena mempunyai ukiran sejarah Buddha dan terdapat Buddha tidur dalam ukuran yang kecil. Ada juga diorama hukuman raja yang mengerikan layaknya diorama d Haw Par Villa. Hanya saja untuk memasuki kawasan ini, Dreamland harus mengeluarkan uang tips untuk masuk pada petugas yang berjaga.

            Selanjutnya Dreamland naik ke atas batu untuk melihat kuil batu dari atas. Setelah melewati tempat pemujaan Buddha dan pohon suci, Dreamland pun harus menaiki beberapa anak tangga yang cukup curam sebelum akhirnya tiba di bagian atas kuil Aluviharaya ini. Pemandangan dari atas kuil ini sangatlah indah karena Dreamland bisa melihat patung Buddha emas, serta pemandangan kota dari atas.

            Puas melihat pemandangan di atas, Dreamland melihat ke asrama biksu yang ada di samping museum Aluviharaya, di mana biksu-biksu ini tinggal untuk belajar dharma. Bangunan museum Aluviharaya sangatlah sederhana dan tidak ada koleksi berarti. Di dalam museum hanya ada petugas yang menawarkan jasa menuliskan kenang-kenangan yang bisa bertahan 200 tahun dalam batang pohon. Selanjutnya Dreamland melihat stupa putih sebelum akhirnya Dreamland turun kembali ke kawasan parkir mobil.

            Sehabis melihat kuil Aluviharaya, perjalanan pun dilanjutkan menuju destinasi selanjutnya, yakni Dambulla Temple yang dikenal dengan nama Golden Temple. Awalnya tur guide mengatakan tempat ini menerapkan biaya sebesar 1.200 LKR atau setara dengan 10 USD untuk turis asing, namun biaya tersebut dihapuskan, sehingga turis asing bisa mengunjungi kuil yang satu ini tanpa biaya.

            Dreamland pun memulai perjalanan di Dambulla Temple ini dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya ratusan hingga mencapai puncak bukit. Sepanjang perjalanan banyak sekali pedagang yang menawarkan jualan, mulai dari kaos, buah, magnet, hingga kotak kayu ajaib. Banyak juga monyet liar yang berkeliaran sepanjang jalan yang Dreamland tempuh. Dreamland melihat begitu banyak orang yang terlihat kelelahan saat mendaki Dambulla Temple ini, khususnya orang tua.

            Matahari yang bersinar begitu terik membuat badan Dreamland cepat sekali merasa lelah. Setelah sampai di bagian puncak, pemandangan alam yang Dreamland dapatkan sangatlah indah dan memukau. Benar-benar sebuah momen yang sangat berharga bisa menikmati keindahan alam pepohonan hijau yang begitu menyejukkan mata. Kita harus membayar 25 LKR untuk menitipkan alas kaki guna memasuki kawasan kuil di konter yang tersedia.

            Begitu memasuki kawasan kuil, hawa mistis Dambulla langsung terasa begitu memasuki setiap gua yang ada didalamnya. Di kawasan ini, terdapat 5 gua yang memiliki 5 ukiran dan ornament Buddha yang sangat memukau. Dreamland sendiri sangat takjub melihat begitu banyak ukiran Buddha di dinding kuil yang sangat indah dan mengagumkan. Begitu banyak orang yang takjub begitu melihat ke dalam gua yang ada di Dambulla temple ini.

            Satu hal yang unik Dreamland perhatikan di kuil ini adalah terdapat kawat bertegangan listrik tinggi yang mengelilingi kawasan sekitar kuil. Entah untuk menghalau monyet agar tidak memasuki kawasan kuil atau bagaimana, Dreamland pun tidak mengerti. Setelah itu, isi kuil Dambulla ini hanyalah lorong panjang putih dan terdapat sebuah kolam di bagian tengahnya. Sehabis puas melihat ukiran Buddha yang unik, Dreamland pun turun kembali ke bawah.

            Di tengah perjalanan, ada bule yang ketakutan luar biasa terhadap monyet. Akibatnya dia berlari kencang dan salah satu dari bule itu kram karena salah ketika menggerakkan kaki. Alhasil bukan perjalanan menyenangkan yang didapat, justru penderitaan berkepanjangan akibat keseleo. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sehabis menuruni kembali ratusan anak tangga, akhirnya Dreamland pun tiba kembali di bagian bawah kuil Dambulla.

            Di kawasan Dambulla Temple ini juga terdapat museum, sayangnya harus membayar sebesar 1.000 LKR, sehingga Dreamland mengurungkan niat dan langsung melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju destinasi selanjutnya. Mengingat perut yang sudah keroncongan, Quinston pun memberhentikan mobil di pinggir jalan untuk makan di sebuah rumah makan sederhana. Lagi-lagi menu makanannya Rice and Curry, hanya saja kali ini ada menu baru, yakni daging babi hutan liar yang Dreamland cicipi. Rasa dagingnya pedas dan sangat alot.

            Setelah makan siang yang ala kadarnya dengan harga yang cukup mahal, yakni 720 LKR untuk bertiga, Dreamland pun kembali melanjutkan perjalanan mobil menuju Sigiriya. Perjalanan pun ditempuh selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya Dreamland mencapai tempat parkir kawasan wisata yang paling terkenal di Sri Lanka ini. Ada guide yang langsung menawarkan jasa untuk berkeliling Sigiriya bagi yang menyukai sejarah.

            Begitu memasuki kawasan ini, hawa panas terasa begitu menyengat. Ada banyak bule yang mengurungkan niat untuk memasuki kawasan ini karena harga tiket masuk yang sangat mahal, yakni 30 USD atau 4.260 LKR per orang! Harga tiket yang super mahal untuk turis asing ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Alhasil Dreamland melihat banyak turis asing yang kecewa dan akhirnya membatalkan kunjungan ke Sigiriya ini.

            Mengingat kawasan Sigiriya ini adalah salah satu ikon wisata Sri Lanka yang harus dikunjungi, dengan berat hati Dreamland pun membayar tiket masuk yang sangat amat mahal ini. Dreamland pun segera memasuki kawasan Sigiriya karena waktu sudah menunjukkan pukul 14.30. Dreamland melewati kebun, danau, serta patung sebelum akhirnya ada pos pemeriksaan tiket yang menyobek karcis untuk masuk ke dalam kawasan Sigiriya.

            Begitu memasuki kawasan Sigiriya, banyak sekali tata cara irigasi dan pengairan yang digambarkan melalui danau buatan dan peninggalan kuil yang sudah hancur. Di kawasan ini, banyak sekali orang lokal yang duduk bersantai dan menikmati waktu luang bersama keluarga. Salah satu pemandangan yang sangat menawan dari kawasan ini adalah batu Sigiriya yang terpampang tepat di depan mata Dreamland. Ada orang yang sedang melihat dari atas ke bawah dari batu raksasa ini.

            Dreamland pun segera berjalan melewati kawasan halaman kuil dan mulai menaiki batu Sigiriya yang sangat terjal dan curam. Ratusan anak tangga harus ditempuh dan angin yang berhembus sangatlah kencang. Pastikan untuk memakai sepatu olahraga atau alas kaki yang nyaman dan kuat saat berwisata ke Sigiriya. Setelah menaiki tangga dan melewati dinding cadas yang dipenuhi butiran yang berkilau, Dreamland pun masih harus naik lagi hingga ke tangga yang menyerupai bagian kaki singa.

            Tangga dengan ukiran kaki singa ini bagian akhir dari pendakian menuju batu puncak Sigiriya. Pastikan untuk berhati-hati di kawasan ini karena hembusan angin sangat kuat dan berbahaya. Setelah menaiki tangga selama 10 menit, akhirnya Dreamland tiba juga di puncak Sigiriya. Di atas puncak ini, rupanya terdapat reruntuhan kuil dan pengairan yang sangat terstruktur dengan rapi. Dreamland sangat takjub dengan kemegahan Sigiriya ini.

            Pemandangan dari atas batu Sigiriya ini pun sangat memukau dan membuat Dreamland takjub. Dreamland bisa melihat pemandangan permadani hijau, danau, dan pegunungan secara utuh dari atas. Banyak sekali bule dan turis Asia yang mengabadikan pemandangan spektakuler ini. Sehabis berkeliling batu Sigiriya dan menikmati pemandangan indah dari atas, Dreamland pun memutuskan untuk turun kembali ke bawah.

            Menuruni batu Sigiriya pun bukan hal yang mudah karena hembusan angin yang sangat kuat, serta kehati-hatian sangat diperlukan dalam menuruni setiap anak tangga yang ada. Dreamland pun terus menuruni batu Sigiriya hingga mencapai batuan yang menyerupai kepala ular, setelah itu Dreamland menuju ke tempat parkir mobil. Sepanjang jalan menuju tempat parkir, banyak sekali penjual yang menjajakan dagangannya. Hebatnya mereka semua langsung casciscus dalam Bahasa Mandarin begitu Dreamland lewat.

            Sehabis itu, Dreamland bertemu Quinston dan langsung menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke hotel. Perjalanan menuju hotel ini dibumbui dengan hal konyol, yakni guide Dreamland tidak tahu jalan yang harus diambil. Alhasil beliau harus bertanya hingga ke 20 orang sebelum akhirnya menemukan arah jalan yang tepat. Anehnya sudah tahu terlihat tidak tahu jalan, beliau sangat malu untuk mengakui itu dan bilang hanya lupa di mana pelang hotelnya. Pengalaman kesasar ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Akhirnya setelah menemukan arah yang tepat, Dreamland pun tiba di hotel 1 jam kemudian. Alangkah terkejutnya Dreamland begitu melihat penginapan Peacock di Habarana yang diberikan sangat terpencil ada di dalam desa. Hanya saja kondisi kamarnya lumayan dan koneksi Wi-Finya paling kencang. Mengingat tidak ada hal lain yang dapat dilakukan, aktivitas yang dilakukan hanyalah bermain Wi-Fi dan mengobrol. Sisanya Dreamland pun beristirahat untuk mempersiapkan diri esok hari dalam kunjungan ke Pollonnaruwa.



Dambulla, Sigiriya, Habarana, Sri Lanka, 7 Juli 2016



Dreamland Traveller



Catatan:

- Sri Lanka menggunakan Sri Lankan Rupee (LKR) sebagai mata uang yang sah.

- Nilai tukar 1 USD adalah 144,15 LKR saat Dreamland melakukan perjalanan.

- Sri Lanka terkenal sebagai salah satu negara penghasil teh terbaik dunia, sehingga teh menjadi oleh-oleh wajib yang bisa dibawa pulang untuk kerabat di rumah.

- Berbagai tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Sri Lanka adalah Colombo, Kandy Lake, Temple of Tooth Relic, Botanical Garden Kandy, Sigiriya, Pollonnaruwa, Anuradhapura, Negombo, Galle, Nuwara Eliya, Elle, Adam’s Peak, dan lain sebagainya.

- Makanan sehari-hari di Sri Lanka adalah Rice and Curry.

- Orang Sri Lanka sangat ramah dan terbuka terhadap turis asing. Tak jarang mereka meminta berfoto bersama dan melambaikan tangan pada turis.

- Pastikan untuk membawa handbody dan krim tabir surya agar tidak terbakar sinar matahari yang sangat panas di Sri Lanka.

- Transportasi di Sri Lanka dapat dilakukan dengan bus, tuk-tuk, kereta api, dan kendaraan rental.

- Kondisi jalan di Sri Lanka serupa jalan kota kecil yang ada di Indonesia, sehingga kendaraan tidak bisa terlalu memacu kecepatan selama berada di jalan.

- Bahasa yang digunakan penduduk lokal di Sri Lanka adalah bahasa Sinhala, namun hampir semua orang Sri Lanka dapat berbahasa Inggris dengan baik.

- Pastikan untuk memakai pakaian tertutup saat memasuki kuil Buddha atau kita diharuskan mengenakan sarung untuk memasuki area suci.



~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.