Monday, February 3, 2014

Day 2 : Mabuhay Manila!

Dreamland Traveller


Day 2 : Mabuhay Manila!
            Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu hingga akhirnya Dreamland akan kembali ke LCCT untuk mengejar penerbangan ke Manila, Filipina. Setelah bangun pagi, mandi, dan sarapan sekadarnya, Dreamland langsung beranjak dengan monorail menuju ke KL Sentral. Dreamland langsung naik Aerobus dan menikmati perjalanan selama 1 jam menuju bandara. Dreamland sengaja berangkat 2,5 jam sebelum waktu keberangkatan agar mempunyai waktu cadangan jika terjadi kemacetan atau hal-hal di luar kontrol manusia.









            Singkat kata, Dreamland tiba di LCCT dan langsung menuju ke konter keberangkatan internasional. Sebagai informasi, boarding pass AirAsia Zest tidak dapat diperoleh dengan web check-in dan kiosk check-in, sehingga harus datang ke konter AirAsia langsung. Hal ini juga yang membuat Dreamland repot karena harus berlari ke sana kemari agar bisa mencetak tiket. Parahnya petugas AirAsia Malaysia sangat mempingpong dan menyebalkan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.










Akhirnya setelah Dreamland mendapatkan boarding pass, Dreamland melewati screening bagasi, mendapat cap imigrasi keluar Malaysia, dan akhirnya menunggu di ruang tunggu keberangkatan LCCT yang kondisinya sesuai dengan kata “budget terminal”. Dreamland menunggu selama 1 jam sebelum akhirnya dipanggil masuk ke pesawat AirAsia Zest yang akan membawa Dreamland ke Manila. 









Dreamland pun berjalan di landasan yang sudah disediakan, kemudian langsung naik ke pesawat. Pesawat pun akhirnya lepas landas setelah mengisi bahan bakar selama 30 menit, kemudian Dreamland pun menikmati perjalanan yang cukup panjang menuju Manila, yakni mencapai 3,5 jam. Awalnya Dreamland mendapatkan penerbangan ke Clark, namun karena penerbangan ini dihilangkan dari AirAsia, maka Dreamland dipindahkan ke Manila, tepatnya di Ninoy Aquino International Airport (NAIA) Terminal 4 yang juga menjadi markas penerbangan budget Cebu Pasific Air.










Setibanya di Manila, Dreamland melihat letak bandara ini sangat dekat dengan pusat kota. Sama seperti bandara budget lainnya, kita turun dari pesawat dan naik kendaraan yang disediakan. Setibanya di ruang ketibaan, kita mengantri untuk mendapat cap masuk negara Filipina. Hal yang paling menyebalkan di sini adalah kerjanya orang imigrasi Filipina ini lama banget, sehingga perut yang keroncongan kelaparan meronta-ronta minta makanan. Tatkala menunggu Dreamland bertemu dengan keluarga yang sama-sama dari Bandung dan sama-sama juga berlibur di Manila.









Berhubung Dreamland masih agak takut dengan wilayah baru, akhirnya Dreamland bersedia bersama-sama dengan keluarga ini ke tempat hotel kami masing-masing. Satu hal yang sama-sama memprihatinkan dari bandara NAIA adalah tidak ada map gratis di sini untuk panduan wisata kita sama seperti di Indonesia. Dari perbincangan, ternyata bapak keluarga ini sudah punya jadwal padat untuk terbang bersama AirAsia sampai tahun 2015. Wow! Kami pun keluar bandara NAIA bersama-sama dan secara mengejutkan bapak tersebut memberhentikan taksi untuk kita semua. Hal yang sangat Dreamland sesalkan karena Dreamland pikir bapak ini tahu jeepney atau bus menuju kota.









Hati-hati dengan porter di sini, di mana barang bawaan kita akan dibawakan hingga taksi dan porternya minta bayaran memaksa lagi padahal kita tidak memintanya. Dreamland dan keluarga bapak ini pun sama-sama menuju LRT Baclaran dengan taksi. Taksinya menanyakan apakah mau naik taksi sampai ke hotel atau tidak. Berhubung takut ditipu, kami mengatakan tidak untuk tawaran yang bisa dimanfaatkan supir taksi ini.









Sesampainya di LRT Baclaran, Dreamland sudah membayar biaya patungan sesuai jumlah yang ditentukan. Bapak keluarga ini membayar supir taksi dengan 1.000 peso. Supir dengan santainya bilang tidak ada kembalian. Nah hati-hati dengan modus seperti ini, hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Untung Dreamland mempunyai peso dalam pecahan kecil, sehingga bisa membayar taksi dengan uang pas, yakni 150 peso.









Kami pun sama-sama menuju LRT Baclaran dan membeli tiket setelah melewati pemeriksaan barang bawaan manual dari petugas. Unik juga ya barang bawaan diperiksa ketika mau naik LRT. Harga rute jauh adalah 15 peso, sementara yang dekat hanya 12 peso. Sangat terjangkau jika dibandingkan dengan harga MRT di Singapore maupun LRT di Kuala Lumpur. Setelah membayar tiket, kita diberikan kartu lecek beriklan sebagai tiket masuk untuk dimasukkan ke pintu otomatis.



Uniknya ada petugas yang memberi aba-aba agar kita tidak berdiri terlalu dekat dengan LRT. Setelah LRT tiba, Dreamland pun langsung naik bersama keluarga bapak ini. Bapak ini akan berlibur 1 hari lebih lama dibandingkan Dreamland di Manila. Satu hal yang sangat Dreamland hargai adalah bapak ini memberikan print out peta LRT Manila pada Dreamland. Selain itu, bapak ini juga menyarankan agar bisa berwisata bersama-sama di Manila esok hari. Dreamland tidak berani menjamin hal tersebut karena tentu sangat sulit bertemu bersama di negara yang baru, bukan?
Dreamland pun tiba di LRT Vito Cruz dan melambaikan tangan pada keluarga bapak tadi. Itulah pertemuan terakhir Dreamland dengan keluarga bapak yang sama-sama berasal dari Bandung ini. Begitu sampai di LRT Vito Cruz, Dreamland mulai bingung dan takut karena petugas di LRT pun bingung menerangkan di mana letak hotel 24h Apartment yang Dreamland pesan ini. 
Kesan pertama yang terlintas di benak Dreamland saat melihat jalanan di Manila ini adalah sama seperti Jakarta. Macet, ramai, dan penuh sesak oleh kendaraan bermotor. Pembeda antara Jakarta dan Manila hanya terletak pada angkot dan orangnya saja, selebihnya hampir sama semua. Gambaran kemiskinan pun terlihat dari anak yang sedang tertidur di pinggir stasiun LRT Vito Cruz dan kebersihan kota yang boleh dikatakan kurang baik. 
Dreamland pun bertanya ke sana kemari pada orang, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Hingga ada seorang pemuda Filipina yang lewat dan Dreamland menanyakan rute menuju hotel ini. Dia pun bersedia untuk mengantar Dreamland ke hotel tanpa keberatan. Dreamland sangat bersyukur dan berterima kasih mendapat bantuan dari orang yang tidak dikenal ini. Dia membantu Dreamland bertanya pada orang tentang rute yang dia sendiri mungkin tidak tahu dalam bahasa Tagalog.
Kebaikan hati pemuda ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Singkat cerita, kami berhasil diantarkan hingga ke hotel sambil menggeret koper setelah naik jeepney. Dia pun berpamitan setelah Dreamland berhasil mencapai hotel yang dimaksud. Semoga Tuhan membalas kebaikan pemuda yang sedang mencari kerja ini ya terlihat dari dokumen map yang ia bawa. Dreamland pun check-in dan untungnya lagi kamar Dreamland diupgrade ke tipe Apartment karena tipe Studio yang Dreamland pesan masih terisi penuh dengan harga tipe Studio.
Dreamland pun masuk ke kamar 503 di lantai 5 dan merebahkan tubuh sebentar untuk beristirahat. Kemudian Dreamland makan bekal yang dibawa dari Kuala Lumpur, sebelum akhirnya malam-malam Dreamland memutuskan untuk keluar dan melihat kondisi sekitar hotel. Dreamland berjalan kaki sekitar 1 km hingga akhirnya menemukan sebuah tempat pusat perbelanjaan yang cukup besar bernama ShopWise. Dreamland pun melihat-lihat barang yang ada di sini dan membeli sejumlah cemilan yang aneh dan unik. Antrian orang yang membeli barang pun sangat panjang dan melelahkan.
Singkat kata, Dreamland pun berjalan kaki pulang ke hotel dengan badan yang sudah sangat letih. Setibanya di kamar, Dreamland langsung mandi, menonton TV, dan beristirahat. Uniknya siaran TV di Filipina ini ada yang khusus menayangkan acara undian Jackpot dengan nomor-nomor. Mungkin karena judi dilegalkan di sini jadi tidak ada masalah dengan program tersebut. Senang rasanya bisa menginjakkan kaki di Manila. Mabuhay Manila!

Kuala Lumpur, Manila, 19 Januari 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Nilai tukar 1 USD terhadap Phillipines Peso (PHP) sangat bervariasi, mulai dari 44 – 45,2 PHP (tergantung pada lokasi penukaran dan keberuntungan mencari money changer).
- Manila terkenal dengan wisata kota bersejarah dan belanja, yakni kompleks Intramuros, Rizal Park (disebut Luneta oleh orang setempat), Chinatown, SM Mall of Asia, dan lain sebagainya.
- Tempat wisata di Manila sangat mudah diakses dengan LRT dan MRT yang ada, serta jeepney dengan memberitahu jurusan yang dituju.
- Hampir semua masyarakat Filipina sangat menguasai Bahasa Inggris, sehingga tidak khawatir tersesat atau tidak tahu jalan karena bisa bertanya dengan mudah.
- Hati-hati tatkala naik taksi dan tricycle di Manila. Lakukan negosiasi harga terlebih dahulu agar tidak dijebak dengan harga turis yang sangat mahal.
- Cobalah berbagai franchise makanan lokal Filipina yang ada, seperti Jollibee, Chowking, dan lain sebagainya karena akan menemukan cita rasa yang berbeda.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.