Friday, February 7, 2014

Day 4 : Uniknya Manila Chinatown dan Mall of Asia

Dreamland Traveller


Day 4 : Uniknya Manila Chinatown dan Mall of Asia
            Dreamland pun segera mempersiapkan diri hari ini untuk menjelajahi lebih banyak tempat wisata menarik yang ada di Manila. Hari sebelumnya Mr. Rufus rupanya menawarkan kembali jasa untuk mengantarkan Dreamland ke Chinatown Manila. Ternyata janji tersebut ditepati tatkala Dreamland sarapan, Mr. Rufus langsung datang dan menunggu Dreamland hingga selesai bersiap-siap.


















            Kami pun langsung berjalan dengan jeepney ke Taft Avenue dan naik jeepney untuk menuju Chinatown Manila. Terjadi hal unik di jeepney, di mana ada pengamen yang naik dan membagikan amplop sumbangan. Kalau di Indonesia biasanya dari pihak mesjid yang ingin disumbang, di Manila justru gereja. Hal ini wajar karena mayoritas masyarakat Filipina beragama Katholik. 


















Area Chinatown ini boleh dikatakan lebih jauh dibandingkan dengan Intramuros karena Dreamland harus membayar 11 peso untuk jarak ini. Dreamland pun berhenti di dekat sebuah gereja, kemudian Dreamland pun masuk ke area pintu gerbang dengan ornamen oriental di sekelilingnya. 


















            Manila Chinatown ini sangat amat di luar perkiraan Dreamland yang membayangkan kondisinya sama seperti Chinatown Singapore atau Petaling Street di Kuala Lumpur. Chinatown di Manila ini boleh dikatakan sangat garing dengan jualan yang dijajakan. Sebagian besar di sini menjual perhiasan emas. Berhubung Dreamland berkunjung ke Manila dalam waktu menjelang Imlek, banyak toko kue yang menjual tikoy (dodol) dan hokpia (bakpia) di sini. Dreamland membeli beberapa item sebagai oleh-oleh. 


















            Ornamen Chinesenya tidak terasa sama sekali di sini. Mungkin karena jalan utama Chinatown ini digunakan untuk lalu lalang kendaraan jadi terkesan sumpek dan kotor. Selain itu Chinatown Manila juga tidak meriah jadi terkesan hanya sebagai tempat perkumpulan tinggal orang Chinese Manila. Dreamland pun hanya berjalan lurus saja melintasi lokasi ini, setelah itu singgah sebentar di gereja untuk duduk. 















            Dreamland pun meminta ditinggalkan Mr. Rufus di sini karena berbagai faktor. Akhirnya Dreamland pun memutuskan untuk pergi ke Mall of Asia dari sini mengingat tidak ada lagi hal menarik yang bisa dilakukan di Chinatown Manila ini. Dreamland bertanya pada anak muda Filipina yang sedang duduk agar bisa diarahkan jalan ke Mall of Asia. Anak muda ini pun membantu Dreamland agar bisa memberitahu supir jeepney dalam Bahasa Tagalog untuk arah ke Mall of Asia.


















            Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kemampuan Bahasa Inggris orang Filipina ini sangat bagus. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Dreamland pun naik jeepney dan membayar 13 peso untuk jarak yang sangat amat jauh, hampir 1 jam perjalanan hingga Dreamland diberhentikan di sebuah persimpangan jalan agar bisa berganti jeepney khusus ke Mall of Asia.


















            Dreamland pun naik jeepney yang lebih kecil ke Mall of Asia dan membayar 8 peso. Singkat kata, Dreamland pun akhirnya tiba di Mall of Asia dan mulai berjalan-jalan di dalamnya. Sebagai mal terbesar kedua di dunia, Mall of Asia ini memang sangatlah besar. Kaki Dreamland pun sangat pegal dalam menjelajahi mal yang satu ini. Berbagai tipe orang Dreamland temui di Mall of Asia ini, mulai dari kaum LGBT, keluarga, pasangan muda, dan lain sebagainya. Pokoknya semuanya berbaur jadi satu.


















            Terdapat fasilitas tram keliling di Mall of Asia yang sangat amat luas ini. Dreamland pun mencobanya agar tahu kurang lebih apa saja yang ada di Mall of Asia. Dreamland pun berjalan-jalan, melihat Timezone yang ada di sini, serta melihat barang dagangan yang dijajakan. Melihat barang dagangan yang dijual sama saja seperti mal di Jakarta, Dreamland pun menjadi bosan dan pergi ke pinggir pantai untuk memakan bekal yang ada karena perut yang mulai keroncongan.


















            Rupanya wahana bermain pinggir pantai ini tidak beroperasi saat ini, namun banyak sekali masyarakat Filipina yang nongkrong di sini untuk menikmati angin pantai yang sepoi-sepoi. Setelah puas menikmati angin pantai, Dreamland kembali ke Mall of Asia untuk berbelanja di supermarketnya. Selain itu juga, Dreamland melihat mallnya secara keseluruhan dan sekadar cuci mata saja.


















            Sekadar info, jika di Korea Selatan, perempuannya cantik-cantik, sementara laki-lakinya sipit dan berbentuk seperti kotak amal. Di Filipina justru laki-lakinya yang tampan, sementara perempuannya sangat amat tidak menawan. Mukanya boleh dikatakan banyak yang menyerupai Christian Bautista dengan KW yang berbeda-beda dan bisa ditemukan di jalan maupun mal. Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri. 






















            Dreamland pun akhirnya memutuskan pulang ke hotel karena hari yang sudah semakin sore. Setelah bertanya ke sana kemari tentang jeepney yang harus digunakan, akhirnya Dreamland naik jeepney yang tersedia di Mall of Asia ini. Kemudian jeepney ini pun berhenti di dekat LRT EDSA. Sebelum Dreamland melanjutkan perjalanan ke LRT Vito Cruz, Dreamland membeli dulu sandal di toko yang menyerupai kaki lima Jakarta ini karena kondisi sandal Dreamland yang sudah sangat memprihatinkan.


















            Setelah itu, Dreamland pun naik ke LRT dan harus berdesak-desakan masuk karena ini jam pulang kerja. Dreamland pun sampai terdempet dan harus keluar dengan cara susah payah di Vito Cruz sambil menggeser orang-orang yang sudah berdiri seperti sarden ini. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Dreamland pun turun dari LRT dan berjalan ke jalan semula saat datang, kemudian naik jeepney ke hotel. Kali ini Dreamland melalui semuanya dengan tepat. Cihuy!


















            Singkat kata, jeepney memberhentikan Dreamland di persimpangan jalan, kemudian Dreamland pun berjalan ke hotel. Mengingat ini hari terakhir Dreamland di Manila, Dreamland pun pergi ke ShopWise setelah menaruh barang bawaan dan beristirahat sejenak. Setelah itu, Dreamland mampir ke rumah Mr. Rufus untuk mengucapkan salam perpisahan dengan keluarganya karena esok pagi Dreamland akan pulang ke Kuala Lumpur. Rumah Mr. Rufus ini sangat sederhana, tapi memang biasanya orang yang tidak mempunyai segala-galanya yang mau membantu orang asing seperti Dreamland ini.








            Dreamland pun pamit dan kembali ke hotel untuk beristirahat. Senang sekali rasanya bisa merasakan denyut nadi Manila walaupun dalam waktu yang singkat.

Manila, 21 Januari 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Nilai tukar 1 USD terhadap Phillipines Peso (PHP) sangat bervariasi, mulai dari 44 – 45,2 PHP (tergantung pada lokasi penukaran dan keberuntungan mencari money changer).
- Manila terkenal dengan wisata kota bersejarah dan belanja, yakni kompleks Intramuros, Rizal Park (disebut Luneta oleh orang setempat), Chinatown, SM Mall of Asia, dan lain sebagainya.
- Tempat wisata di Manila sangat mudah diakses dengan LRT dan MRT yang ada, serta jeepney dengan memberitahu jurusan yang dituju.
- Hampir semua masyarakat Filipina sangat menguasai Bahasa Inggris, sehingga tidak khawatir tersesat atau tidak tahu jalan karena bisa bertanya dengan mudah.
- Hati-hati tatkala naik taksi dan tricycle di Manila. Lakukan negosiasi harga terlebih dahulu agar tidak dijebak dengan harga turis yang sangat mahal.
- Cobalah berbagai franchise makanan lokal Filipina yang ada, seperti Jollibee, Chowking, dan lain sebagainya karena akan menemukan cita rasa yang berbeda.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.