Thursday, October 3, 2013

Kasarnya Pedagang di Hong Kong

Dreamland Traveller Moment


Kasarnya Pedagang di Hong Kong
            Konsumen adalah raja. Demikian prinsip yang dipegang sebagian besar pedagang atau pemilik usaha di Indonesia, sehingga pelayanan dan perhatian pada konsumen menjadi prioritas yang sangat diperhatikan agar konsumen merasa kerasan tatkala bertransaksi di tempat tersebut. Sayangnya prinsip tersebut tidak berlaku di Hong Kong. Hal ini Dreamland alami tatkala berwisata di Hong Kong dalam rangkaian Hong Kong Trip. 
            Sewaktu Dreamland berjalan-jalan di Ladies’ Market yang boleh dikatakan menyerupai pasar kaki lima di Tegal Lega, Dreamland senang sekali melihat begitu banyak oleh-oleh yang dijual di sini. Tas, kaos bertuliskan “I Love HK”, gantungan kunci, magnet, hiasan, pernak-pernik, hingga aksesoris dijual lengkap di sini. Dreamland pun menghampiri sebuah toko yang menjual suvenir yang Dreamland inginkan.
            “How much is it?” tanya Dreamland. “180 HKD.” katanya ketus. Melihat harga barang yang sangat tinggi, Dreamland pun pergi meninggalkan. Eh ternyata dia malah menarik tangan Dreamland dan bertanya, “How much you want?” Dreamland pun menuliskan di kalkulator yang dia bawa. “20 HKD.” Langsung dong ekspresi mukanya seperti setan yang sedang marah dan berkata, “Go! Go! Go!” sambil mengusir Dreamland keluar dari tokonya. Benar-benar kasar dan tidak sopan! 
            Dreamland pun berjalan ke toko-toko lainnya. Dreamland melihat sebagian besar penjual sudah memasang tampang jutek pada orang yang berlalu lalang. Ada yang berkacak pinggang, ada yang malah sembunyi di belakang, ada yang asyik ngobrol, dan ada yang lihat pembeli dengan tatapan dari atas ke bawah. Pokoknya benar-benar sangat tidak sopan dan menyebalkan! Kalau sudah begini ngapain juga para penjual ini sibuk jualan di sini buang-buang waktu. Kalau tidak niat berdagang ya sudah saja tinggal di rumah dan kemasi barang jualan mereka. Betul tidak?
            Wajar dong kalau pada akhirnya pembeli enggan mampir di toko mereka. Bagaimana caranya kita bisa tertarik membeli jika penjualnya saja berkelakuan demikian? Rasanya keinginan untuk membeli barang pun menguap begitu saja melihat kelakuan penjual yang sama seperti setan. Entahlah apa setan yang merasuki penjual di Hong Kong sampai-sampai kelakuannya beda drastis dengan penjual di Shenzhen, tetangganya.
            Di Shenzhen, penjual sangat ramah menyambut Dreamland untuk membeli. Selain itu, mereka juga sangat sopan jika harga yang ditawar tidak sesuai. Tidak pakai acara usir-usiran atau teriak-teriak kesetanan ga jelas. Tak heran rasanya jika belanja di Shenzhen jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan di Hong Kong, apalagi rata-rata barangnya lebih murah. Sebagai konsumen, kita pun tertarik untuk datang kembali agar bisa membelikan oleh-oleh untuk kolega dengan harga yang terjangkau.
            Mohon maaf jika Dreamland perhatikan muka penjual di Hong Kong jauh lebih tua dibandingkan penjual di Shenzhen karena mereka semua mahal senyuman dan hanya bisa menggerutu tidak jelas. Bukan mustahil jika konsumen yang tidak suka dengan kelakuan mereka menyumpahi dengan hal-hal yang negatif, bukan? Entahlah apakah orang Hong Kong tidak pernah diajarkan sopan santun dan sikapnya lebih parah dibandingkan orang China Daratan dalam tata krama ataukah itu gaya hidup mereka?
            Tak heran rasanya jika Dreamland enggan dan eneg berbelanja di Hong Kong karena sudah kenyang terlebih dahulu melihat kekasaran para penjual dalam mengusir konsumen. Padahal mereka berjualan untuk mencari nafkah demi kehidupan mereka, bukan? Tapi mereka mengusir konsumen yang membawa dollar untuk menghidupi mereka. Seolah-olah konsumen yang membutuhkan mereka dan konsumen harus memohon-mohon untuk membeli barang dagangan mereka. Tanpa mereka sadari, mereka sedang membuat batu nisan untuk mereka sendiri tatkala konsumen muak melihat sikap kasar dari pedagang di Hong Kong. Semoga saja mereka sadar!

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.