Tuesday, October 8, 2013

Seputar Stabilitas Harga Bahan Pangan

Dreamland Traveller Moment


Seputar Stabilitas Harga Bahan Pangan
            Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi dengan Sumber Daya Alam yang kaya. Tak heran terciptalah lagu “Kolam Susu” melihat alam Indonesia yang subur dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sayangnya lagu itu seolah usang dan ketinggalan zaman. Kini kenyataan justru memperlihatkan fakta yang ironis. Indonesia harus mengimpor barang-barang pangan dari negara tetangga yang notabene tidak lebih kaya dari Indonesia. Sungguh sangat memprihatinkan memang.
            Tak heran rasanya kebutuhan pangan yang diimpor dari negara tetangga ini membuat stabilitas harga bahan pangan di negara kita menjadi kacau balau. Harga bawang, cabai, beras, dan lain sebagainya melambung drastis. Bahkan ada sindiran kalau membeli gorengan di jalan, bisa-bisa harga cabainya yang lebih mahal daripada gorengannya. Ironis rasanya sebagai negara yang kaya SDA, tapi kita membeli bahan pangan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
            Ketika Dreamland melihat ke supermarket di Malaysia, harga bahan pangan itu berbeda jauh dengan harga di Indonesia. Di sana masyarakat tidak kesetanan akibat harga bahan pangan yang melonjak drastis. Semua bahan pangan stabil dan terjangkau oleh kantong masyarakat dengan baik. Tak hanya itu kualitas bahan pangannya pun sangat bagus. Entahlah Dreamland saja bingung Malaysia menanam bahan pangan itu di mana dengan lahan yang kurang memadai dan kurang subur seperti itu.   
            Harga makanan di restoran dan tempat makan pun tetap stabil dalam periode Dreamland pergi ke Malaysia, mulai dari November 2012, Februari 2013, dan Agustus 2013. Tidak ada kenaikan berarti yang membuat kantong bolong. Harga nasi lemak tetaplah berada pada kisaran harga RM 3 – RM 6 tergantung tempat dan komponen daging yang dipilih. Harga makanan lainnya pun cenderung sama. Tentu hal ini menjadi tanda tanya bagi Dreamland mengapa Malaysia negara yang miskin SDA bisa menstabilkan harga bahan pangannya, sementara Indonesia yang lahannya luas malah tidak bisa.
            Sebagai masukan, managemen pengelolaan persediaan bahan pangan di Indonesia masih kurang baik, sehingga ketika harga pangan melonjak, semua langsung kalang kabut. Seandainya saja persediaan bahan pangan dilakukan secara terarah, kenaikan harga bahan pangan itu tidak langsung menaikkan harga makanan. Mungkin ada baiknya pemerintah Indonesia mengirim ahli ke Malaysia untuk mengetahui mengapa kualitas dan harga pangan di Malaysia bisa stabil seperti itu. Tanya kenapa?

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.