Tuesday, September 15, 2015

Day 9 : Menanti Sunrise dan Journey to Noi Bai Airport

Dreamland Traveller


Day 9 : Menanti Sunrise dan Journey to Noi Bai Airport
            Mengingat Dreamland harus mengejar bus pagi di Sapa, Dreamland pun bangun pagi pukul 5. Rupanya tuan rumah menggelapkan seisi rumah sampai tidak tersisa celah untuk cahaya sekalipun. Jadinya Dreamland harus meraba-raba bangunan untuk pergi ke toilet sekalipun karena ingin cuci muka dan bersiap-siap. Benar-benar penghematan listrik yang sangat “hebat” ya. Selanjutnya tuan rumah bangun 10 menit setelah Dreamland dan mulai menyiapkan sarapan di dapur.
            Dreamland pun keluar dari rumah karena ingin melihat sunrise. Rupanya sunrise dari rumah yang satu ini tertutup bukit jadinya hanya cahaya keunguan saja di pagi hari yang bisa Dreamland lihat. Sesudah sarapan disiapkan, Dreamland segera makan pancake tipis yang diisi dengan potongan pisang. Kemudian penjemput Dreamland pun sudah datang dengan motornya. Dreamland pun segera membawa barang bawaan dan melambaikan tangan pada rombongan lain yang masih melanjutkan perjalanan di Sapa.
            Dreamland pun segera naik motor dan berboncengan melewati medan jalan yang sangat gila. Di tengah perjalanan, Dreamland baru sadar kalau Dreamland salah membawa alas kaki. Sepatu sandal Dreamland tertinggal di homestay! Hiks karena sudah begini jauh tidak mungkin balik lagi ke asal kan. Jadinya terpaksa pakai sandal kampung deh dan merelakan sepatu sandal yang sudah menemani Dreamland ke berbagai negara di dunia selama ini. Perpisahan dengan sepatu sandal akibat keteledoran ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Rute jalan menuju kota Sapa ini sangat menanjak, terjal, dan berbatu. Pokoknya selama 40 menit perjalanan ke atas ini, Dreamland harus berpegangan sangat erat agar tidak terjatuh. Dreamland melewati pemandangan spektakuler Sapa untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya didrop lagi di Auberge Hotel. Lagi-lagi tur yang tidak professional ini membuat Dreamland kebingungan dengan jasa antar menuju terminal bus yang terkesan lempar tangan.
            Supir ojek yang mengantar Dreamland dari kampung ini meminta tambahan 20.000 VND untuk jasa mereka. Enak saja kan Dreamland sudah bayar full dari awal trip sampai akhir ke Hanoi lagi. Belum lagi tur guide awal yang terkesan sok innocent dan tidak mau tahu dengan Dreamland. Pokoknya sangat menyebalkan. Intinya, terakhir Dreamland diantar oleh 2 orang staf mereka ke terminal bus. Belum lagi mereka tidak menyiapkan tiket bus menuju Hanoi ini. Pokoknya jadinya Dreamland kebingungan gara-gara jasa tur sialan ini. Kapok deh pakai tur ke Sapa. Mending sendiri saja daripada apes kayak begini. Akhirnya sih Dreamland dapat juga tiket bus ke Hanoinya tanpa biaya lagi.
            Sesudah adrenalin memuncak di pagi hari, Dreamland pun berjalan-jalan di Cho Sapa. Pasar tradisional ini dibangun di bangunan yang cukup megah, tapi sangat sepi diisi oleh pedagang. Pedagang yang berjualan, antara lain toko baju, toko obat herbal, dan toko sandal. Sementara itu, di bagian belakang pasar, pedagang yang berjualan rata-rata kebutuhan sehari-hari, seperti buah, sayur, daging, dan aneka macam gorengan. Mengingat Dreamland lapar dengan sarapan yang sangat sedikit di rumah penduduk pagi ini, Dreamland pun mencari makan.
            Rata-rata makanan yang dijual kok Pho ya di sini. Tidak ada yang menjual nasi putih di sini. Selanjutnya Dreamland membeli gorengan saja. Lagi-lagi kekesalan Dreamland memuncak ketika pedagang mematok harga turis untuk Dreamland. Masa dari gorengan yang awalnya dijual 10.000 VND untuk 1 pcs bisa ditawarkan jadi 10.000 VND untuk 2 pcs saat Dreamland menolak. Belum lagi harga-harga semua dimark up setinggi langit jadinya Dreamland kesal. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Sesudah waktu keberangkatan bus hampir tiba, Dreamland pun naik dan duduk di kursi yang sudah ditentukan. Perjalanan 6 jam menuju Hanoi pun akan segera dimulai. Dreamland pun bertemu seorang ibu asal Bali dan pasangan bulenya di dalam bus. Mereka rupanya sudah berjalan-jalan di Vietnam dari selatan ke utara selama hampir 2 minggu. Mereka pun memberikan bekal roti karena tidak termakan dari hotel. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Setelah itu, kami semua tertidur pulas sepanjang perjalanan melewati bukit-bukit menakjubkan di Sapa karena mata yang sangat mengantuk akibat bangun pagi.
            Perjalanan pun berjalan sangat membosankan melewati jalan tol yang sangat panjang. Sepanjang perjalanan, ada sebuah fenomena unik yang Dreamland temui, yakni banyak orang yang naik dan turun di jalan tol yang sangat sepi dan jauh dari mana-mana itu. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Belum lagi ada rambu yang menyatakan bahwa bus hanya boleh berhenti di sebuah lokasi tertentu saja untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Fenomena yang aneh dan unik juga ya.
            Akhirnya setelah bus hampir sampai Hanoi, Dreamland melihat ada terowongan penyeberangan bawah tanah yang dibuat sepanjang jalan. Selain itu, Dreamland melihat kondisi jalan tol di Vietnam ini nyaris tanpa cacat cela dengan rute yang lurus, besar, dan mulus. Pokoknya benar-benar berpotensi membuat mengantuk jika tidak berkonsentrasi kalau mengemudi ya. Dreamland pun berhenti di sebuah rest area untuk membeli makanan, pergi ke toilet, dan istirahat sejenak.
            Sebagian besar orang lokal Vietnam menurunkan barang bawaan di sini dan memilih berhenti di sini karena rupanya lokasi tempat rest area ini dekat dengan Noi Bai Airport. Setelah menunggu selama 30 menit, bus pun melanjutkan perjalanan ke Hanoi dan berhenti di sebuah pinggir jalan yang asing. Lagi-lagi seperti biasa banyak tukang ojek yang sudah stand by menawarkan jasanya. Dreamland sih langsung menghindar dan bertanya pada tur agent yang kebetulan ada di depan Dreamland untuk menanyakan di mana keberadaan Dreamland sekarang.
            Hati-hati bertanya dengan orang Vietnam karena rupanya Dreamland diberikan arah yang salah oleh petugas travel agent ini. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sesudah menemukan arah yang tepat, Dreamland segera berjalan kaki menuju area hostel tempat Dreamland menyimpan koper. Sebelumnya Dreamland harus mencari sepatu sandal dulu untuk menggantikan sandal desa yang sangat memalukan ini.
            Dreamland pun berjalan ke beberapa toko menanyakan harga. Ada toko yang ramah, jutek, cuek, atau bahkan acuh dengan pembeli. Rupa-rupa toko dengan berbagai pelayanan ini bisa menjadi indikator seberapa ramai pembeli yang ada di toko tersebut. Belum lagi ada toko yang menjual dengan harga pasti tak bisa ditukar. Padahal kios dagangannya juga butut dan tidak mewah, tapi gayanya minta ampun. Singkat kata, Dreamland menemukan harga sepatu sandal termurah di sebuah toko dan akhirnya Dreamland bisa mengganti sandal desa ini.
            Setelah itu, Dreamland membeli sejumlah oleh-oleh makanan di sebuah toko kelontong yang ada sebelum akhirnya berjalan pulang kembali ke Hoan Kiem Hostel. Sesampainya di hostel, Dreamland langsung mengambil barang bawaan, pergi ke toilet, dan akhirnya mengucapkan perpisahan sebelum akhirnya mencari cara untuk pergi ke Noi Bai Airport di Hanoi mengingat Dreamland akan terbang ke Danang pada pukul 21.35.
            Dreamland pun berjalan membawa koper dan seorang sopir becak menanyakan mau ke mana. Dreamland pun menunjukkan ingin pergi ke Airport Shuttle Service di sebuah persimpangan jalan antara Trang Thi dan Quang Trung Street. Dreamland cukup membayar 40.000 VND untuk menggunakan jasa minivan ini. Dreamland pun akhirnya naik becak setelah deal di harga 40.000 VND untuk mengantar dari hostel ke jasa minivan bandara ini.
            Dengan barang yang sangat penuh, becak pun mengayuh sepeda dengan kewalahan. Dreamland melewati pertokoan yang padat di Old Quarter, suasana tenang di Hoan Kiem Lake, dan akhirnya sampai di persimpangan jalan. Dreamland pun membayar tarif seharga 40.000 VND sesuai kesepakatan walaupun dia minta lebih. Kemudian tipuan scam Vietnam pun berlanjut ketika staf resmi minivan bandara tiba-tiba bilang Dreamland harus memakai jasa yang dia tawarkan, yakni taksi.
            Tentu saja Dreamland menolak karena sudah jelas tujuan Dreamland ke sini untuk naik minivan seharga 40.000 VND ke bandara, bukan taksi. Dia pun menurunkan harga sampai setara dengan minivan, tapi Dreamland tidak bergeming dan tetap ingin membeli di konter resmi. Petugas resmi yang mempunyai name tag juga tidak boleh dipercaya 100% dan bisa saja memanipulasi turis. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Dreamland mendapat jadwal minivan jam 17.00 dan memilih berjalan-jalan di sekitar area transfer antar airport ini. Dreamland melihat bahwa jasa potong rambut DPR juga ada di Vietnam. Orang lokal ada yang memakai jasa barber jalanan ini untuk potong rambut secara murah, mudah, dan praktis dibawah pohon dan payung yang rindang di sebuah trotoar jalan yang luas. Dreamland pun membeli buah kelengkeng dan buah lainnya dari penjual buah yang menggunakan sepeda sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat minivan airport.
            Akhirnya, kami semua dipersilahkan masuk ke minivan. Ada bule dan orang lokal yang menyusul naik minivan sebelum akhirnya minivan benar-benar berangkat setelah ngaret 20 menit. Dreamland bertemu orang Korea yang traveling sendirian di Hanoi dan akan kembali ke Incheon malam ini. Rupanya sepanjang perjalanan orang Korea ini diajak bicara oleh orang lokal Vietnam yang kelihatannya naksir dan sudah berumur.
            Dreamland sendiri duduk di paling depan, sehingga bisa melihat kemacetan Hanoi, suasana sunset, dan pemandangan kota yang begitu padat layaknya ibukota negara tercinta, Jakarta. Perjalanan menuju airport ini memakan waktu 1 jam. Sesampainya di Noi Bai Airport bagian domestik, Dreamland segera turun membawa barang bawaan untuk check in bagasi ke konter Vietnam Airlines tujuan Danang.
            Suasana Noi Bai Airport ini cukup ramai oleh turis lokal karena Dreamland berada di keberangkatan domestik. Sebagai bandara ibukota, Noi Bai Airport ini boleh digolongkan sebagai bandara yang kecil dan lenggang. Sangat mengejutkan dengan ekspetasi Dreamland yang cukup tinggi pada bandara internasional sekelas Hanoi yang notabene ibukota Vietnam. Selanjutnya setelah bagasi dimasukkan dan mendapat boarding pass Vietnam Airlines, Dreamland pun makan malam terlebih dahulu dengan bekal roti pemberian ibu dan pasangan bule yang bertemu di bus Sapa tadi pagi. Memang kebaikan itu tidak pernah jauh saat kita meminta pada-Nya ya.
            Dreamland pun berkeliling bandara dan melihat ada fasilitas SleepPod yang ada di lantai 2 bandara Noi Bai ini. Berhubung suasananya sepi, Dreamland penasaran pengen lihat isi kamarnya seperti apa. Begitu kamarnya dibuka, rupanya cukup nyaman juga ya tempat istirahat di bandara Noi Bai ini. Kita harus membayar 120.000 VND untuk 1 jam pemakaian kamar istirahat sejenak ini. Eh tiba-tiba datang petugas resmi SleepPod yang rupanya sempat Dreamland lihat di lantai bawah saat memotret tarif harganya.
            Dengan ekspresi malu-malu, dia meminta Dreamland untuk menjadi model kamar SleepPod ini sambil memotret dengan HPnya. Belum lagi dia minta foto bersama dengan Dreamland sambil memegang lengan Dreamland layaknya pacarnya saja. Hahaha… Dreamland ladeni saja. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sesudah itu, Dreamland ingin melihat tipe kamar lainnya dan dia pun memberikan akses untuk melihat. Sesudah puas melihat kamar-kamar yang ada, Dreamland pun berpamitan dan kembali ke lantai bawah untuk menunggu waktu keberangkatan pesawat.
            Sesudah itu, Dreamland pun merasa waktu keberangkatan sudah hampir tiba dan pukul 8 malam akhirnya Dreamland masuk ke ruang tunggu keberangkatan pesawat di Noi Bai Airport. Dreamland melewati pemeriksaan barang bawaan dan pemeriksaan paspor sebelum akhirnya tiba di ruang tunggu yang sangat AMAT sumpek dan sempit. Dreamland melihat ada toko suvenir, makanan, dan oleh-oleh yang ada di ruang tunggu ini.
            Setelah berkeliling dan melihat ada ruang merokok di lantai bawah ruang tunggu ini, akhirnya pesawat Vietnam Airlines yang akan membawa Dreamland ke Danang siap untuk diberangkatkan. Jadwal pesawat berangkat sendiri pukul 21.35 dan Dreamland baru diminta masuk ke pesawat pukul 21.40. Dreamland pun menyerahkan boarding pass dan menuruni jalan hingga akhirnya turun tangga menuju angkutan bus yang akan membawa Dreamland naik ke pesawat Vietnam Airlines yang diparkir cukup jauh dari gedung bandara.
            Rupanya bukan cuma di Jakarta saja hal ini terjadi ya! Angkutan bus pun melaju setelah penumpang sudah penuh dan berhenti tepat di pesawat Vietnam Airlines setelah melewati beberapa pesawat yang terparkir di Noi Bai Airport. Singkat kata, Dreamland masuk dan beranjak menuju tempat duduk yang tertera di tiket. Anehnya tidak ada kursi nomor F di pesawat Vietnam Airlines ini. Makanya Dreamland heran saat mendapat tiket E dan G mengingat Dreamland traveling bersama mama Dreamland.
            Kondisi Vietnam Airlines ini cukup lumayan sebagai maskapai full service. Mungkin ibarat Garuda Indonesia dengan rute yang sangat singkat. Perjalanan menuju Danang ini memakan waktu 1 jam 20 menit. Rupanya kelakuan orang lokal Vietnam ini lebih parah dari orang Indonesia saat naik pesawat. Bunyi HP bersahut-sahutan tidak juga dipadamkan saat akan take off dari bandara Noi Bai. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Pramugarinya pun cuek bebek dengan pakaian Ao Dai khas Vietnam, sementara pramugaranya pakai kemeja khas eksekutif saja.
            Singkat kata, pesawat meninggalkan Hanoi menuju Danang dengan perjalanan yang sangat singkat. Sepanjang perjalanan, Dreamland hanya mendapat 1 botol air mineral saja tanpa ada snack apapun. Sedihnya… Dreamland sendiri sebangku dengan orang Jepang yang sibuk menuliskan memoar perjalanan di bukunya tanpa terganggu apapun. Sesekali beliau tertidur karena kelelahan. Dreamland sendiri tidak bisa tertidur dan hanya melihat pemandangan luar saja yang gelap gulita sepanjang perjalanan.
            Tak terasa pesawat diumumkan sudah akan mendarat di Danang International Airport dan akhirnya landing juga di DAD Airport yang sudah sangat familiar bagi Dreamland. Singkat kata, Dreamland turun melalui garbatara menuju tempat pengambilan bagasi, setelah itu Dreamland keluar bandara, di mana sudah banyak penjemput orang lokal yang menunggu di depan. Mengingat malam ini Dreamland akan menginap di bandara, Dreamland pun mencari spot yang nyaman untuk tidur.
            Dreamland naik ke lantai atas ruang keberangkatan dan menemukan tempat duduk di sisi kiri bandara dekat pintu masuk adalah tempat ternyaman untuk tidur. Dreamland pun berkeliling bandara sejenak untuk melihat situasi yang ada sebelum akhirnya duduk diam menunggu aktivitas bandara mulai sepi agar bisa tidur dengan pulas. Penerbangan malam ini didominasi oleh pesawat Korea yang pulang ke Incheon. Dreamland pun sikat gigi dan cuci muka sambil menunggu semua penerbangan berakhir malam ini pukul 1 pagi.
            Menjelang pukul 1 pagi, ada sepasang orang lokal Vietnam juga yang ingin ikut tidur dan akhirnya bareng-bareng bersama Dreamland satu deret bangku, sehingga lebih terasa aman dibandingkan tidur hanya sendiri. Dreamland sendiri agak khawatir diusir karena tidur di bandara mengingat pintu sebelah kanan bandara sudah ditutup. Tapi rupanya kekhawatiran itu tidak terbukti. Pengalaman menginap di bandara Danang ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Singkat cerita, Dreamland akhirnya bisa tidur juga dengan punggung yang serba sakit akibat kontur bangku yang bergelombang. Nantikan catatan perjalanan Dreamland besok dalam kepulangan menuju tanah air hanya di Dreamland Traveller!

Sapa, Hanoi, Danang, Vietnam, 22 Agustus 2015

Dreamland Traveller

Catatan:
- Vietnam menggunakan mata uang Vietnam Dong (VND) sebagai mata uang yang sah.
- Nilai 1 USD saat Dreamland melakukan perjalanan sangat bervariasi, tergantung keberuntungan saat menukarkan uang di money changer, toko emas, ataupun tempat yang bisa menukarkan mata uang asing, mulai dari 22.010, 22.100, dan 22.200 VND.
- Perhatikan mata uang VND saat berada di money changer karena nominal mata uang yang besar dan bisa jadi petugas “nakal” untuk pura-pura tidak memberikan uang sesuai jumlah yang disepakati (modus ini beberapa kali Dreamland alami).
- Transportasi di Danang International Airport hanyalah taksi dan tidak ada bus umum. Pastikan untuk menawar harga dengan seminim mungkin karena jarak kota sangat dekat dengan bandara. Pilihlah taksi yang terpercaya, seperti Vinasun dan Mailinh agar tidak ditipu oleh pelayanan yang tidak memuaskan.
- Bus umum dari Danang – Hoi An berwarna kuning dapat dicapai di halte atau bus terminal dengan harga 50.000 VND jika membawa barang. Jika tidak membawa, Dreamland bertanya ke orang lokal hanya membayar 30.000 VND.
- Tempat wisata di Danang, antara lain Marble Mountain, Cham Museum, dan Danang Beach.
- Tempat wisata di Hoi An adalah My Son, Hoi An Ancient Town, dan Japanese Covered Bridge.
- Tempat wisata di Hue adalah Citadel, Khai Dinh Tomb, Tu Duc Tomb, Minh Mang Tomb, Gia Long Tomb, Thien Mu Pagoda, Perfume River, Hai Van Pass, dan Lang Co Beach.
- Tempat wisata di Hanoi adalah Ho Chi Minh Mausoleum, One Pillar Pagoda, Temple of Literature, Hoan Kiem Lake, Army History Museum, Ho Chi Minh Museum, Dong Xuan Market, dan lain sebagainya.
- Paket tur Halong Bay tersedia dalam 3 kategori, yakni budget, medium, dan luxury. Pilihlah paket tur sesuai budget yang Anda siapkan, mulai dari 50 – 120 USD. Jangan lupa untuk menuliskan semua fasilitas yang Anda dapatkan di kuitansi agar tidak ditipu untuk membayar biaya tambahan ini dan itu.
- Transportasi di Hanoi sangat mudah dengan bus umum berwarna kuning seharga 7.000 VND, xe om/ojek (tawar menawar), becak, dan taksi. Rata-rata tempat wisata di Hanoi bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kawasan Old Quarter.
- Wisata di Sapa identik dengan trekking atau lintas alam. Pakailah sepatu yang nyaman agar memudahkan kita untuk berjalan di medan yang berbatu-batu dan licin.
- Jika tidak ingin membeli barang dari suku minoritas di Sapa, sebaiknya menjaga jarak agar tidak terlalu banyak mengobrol dengan mereka. Jika terlalu akrab, sesampainya kita di kampung mereka, kita akan dikejar-kejar untuk membeli suvenir yang mereka beli dari tempat lain dengan harga yang mahal.
- Pastikan untuk menanyakan tur ke beberapa operator untuk mencegah harga yang kemahalan dan tidak membooking di hostel atau hotel (sebaiknya).
- Vietnam sangat senang mematok harga turis pada orang asing, tawarlah apapun di Vietnam dengan harga seminim mungkin agar tidak kemahalan karena mereka menaikkan harga antara 100 – 250% dari harga aslinya.
- Bawa payung, topi, dan masker karena cuaca di Vietnam saat Dreamland melakukan perjalanan sangat panas dan berakibat pada kulit yang gosong sepulang perjalanan.

~ oOo ~

1 comment:

  1. halo, salam kenal
    thanks infonya terutama soal scam airport minibus karena sy jg rencananya mau pakai minibus tsb dr/ke noi bai. boleh minta infonya lg...kalo minivan trakhir dari airport noi bai ke old quarter jam brp y? lalu kalo dr old quarter paling pagi jmbrp?
    apa memungkinkan untuk numpang tidur di bandara noibai jika tiba disana pkl 22.35?

    thanks before^^

    ReplyDelete

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.