Tuesday, September 6, 2016

Day 2 : Namaste Nepal dan Eksplorasi Thamel Area

Dreamland Traveller




Day 2 : Namaste Nepal dan Eksplorasi Thamel Area


            Setelah tertidur ala kadarnya selama 4 jam di klia2, Dreamland pun bangun sekitar pukul 07.00 setelah bersantai sejenak di area karpet sebelum akhirnya pergi ke toilet untuk membersihkan diri. Sesudah mengumpulkan nyawa, Dreamland pun berkeliling Gateway @klia2 yang mulai ramai dikunjungi oleh calon penumpang. Dreamland melihat berbagai toko pakaian, supermarket, dan berbagai hal menarik lainnya sebelum akhirnya makan pagi di food court Quinzin. Dreamland memesan nasi lemak sambil mengisi daya baterai di meja yang tersedia dekat kios Kopitiam.

            Sesudah makan pagi, Dreamland pun menunggu sejenak di Quinzin, kemudian naik ke ruang keberangkatan dan mulai mengantri untuk mendapatkan boarding pass baru menuju Kathmandu, Nepal. Setelah mendapatkan boarding pass, Dreamland pun masuk ke dalam, melewati konter imigrasi, dan memakai jasa Buggy Car yang sangat menghemat waktu untuk berjalan menuju Gate yang ditentukan, yakni P12.

            Setibanya di titik akhir Buggy Car, Dreamland pun berjalan dan menuruni eskalator menuju Gate P. Suasana klia2 pun mulai dipenuhi keramaian oleh penumpang yang akan berangkat menuju destinasi masing-masing. Tanpa membuang waktu, Dreamland pun segera masuk melewati gerbang pemeriksaan akhir, kemudian menuju pintu P12 yang rupanya letaknya di paling ujung. Pastikan untuk menyisihkan waktu 2 jam sebelum keberangkatan mengingat klia2 yang sangat luas.

            Begitu mengantri di P12, alangkah terkejutnya Dreamland melihat antrian yang sangat amat panjang. Rata-rata antrian didominasi orang Nepal dan juga turis dari China Daratan. Ada juga bule yang akan terbang ke Kathmandu. Perjalanan memasuki pesawat AirAsia X menuju Kathmandu pun terasa begitu lama karena antrian yang sangat padat. Satu fenomena yang unik adalah sekumpulan orang Nepal sibuk memotret setiap sudut bandara dengan kamera yang mereka miliki dan mereka kompak berhenti di sebuah titik untuk mulai memotret. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Sesudah memasuki pesawat, Dreamland pun duduk di kursi yang ditentukan. Sayangnya kursi Dreamland terletak di baris tengah yang sangat amat tidak nyaman. Jadilah Dreamland “dipepes” selama 4,5 jam perjalanan yang melelahkan akibat tempat duduk yang tidak nyaman. Pesawat pun mulai berangkat dan tak sabar rasanya Dreamland akan singgah di sebuah destinasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, yakni Nepal.

            Sepanjang perjalanan, Dreamland menghabiskan waktu dengan membaca buku, tidur, makan makanan pra bayar, kemudian pergi ke toilet. Ada sebuah fenomena menarik yang terjadi sepanjang perjalanan, yakni orang Nepal yang bekerja di Malaysia berduyun-duyun pergi ke toilet. Eh sesudah digunakan, kok air kencingnya dibiarkan penuh tanpa diflush. Sampai-sampai pramugara harus rutin pergi ke WC untuk melakukan flush dan menempel peringatan dalam Bahasa Nepal. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Begitu pesawat akan mendarat di Bandara Tribhuvan, orang-orang Nepal ini sibuk melihat keluar ke jendela. Bahkan saat pesawat akan landing, ada penumpang yang berdiri demi melihat pemandangan di jendela sampai harus ditegur oleh pramugara yang bertugas. Sesudah mendarat di Kathmandu, pintu depan dan belakang pesawat AirAsia X dibuka dan semua penumpang dipersilahkan keluar dan memasuki bus yang telah disediakan.

            Dreamland kira perjalanan dari pesawat ke terminal kedatangan jauh, eh tahunya hanya selemparan batu saja. Kami semua pun turun dari bus, kemudian Dreamland melihat patung Buddha yang menyambut Dreamland di pintu kedatangan. Dreamland pun harus berjalan melewati lorong bangunan dengan batu bata merah sebelum akhirnya sampai di ruang visa dan imigrasi. Banyak sekali bule dan turis asing yang mulai mengisi formulir di bandara, entah itu melalui mesin yang tersedia ataupun formulir manual.

            Mengingat Dreamland sudah mengisi formulir ini sejak di rumah, jadilah Dreamland tinggal membayar biaya visa di konter yang ada. Harga visa transit Nepal adalah 5 USD. Dreamland memilih visa jenis ini mengingat Dreamland akan melanjutkan penerbangan ke Delhi esok pagi. Sesudah itu, Dreamland mengantri di tempat penukaran uang yang ada tepat di sebelah konter pembayaran visa. Kursnya 1 USD adalah 105 NPR, eh begitu Dreamland mengantri malah uangnya habis oleh orang Nepal yang pulang dari Malaysia.

            Alhasil Dreamland hanya bisa gigit jari dan mulai mengantri di konter imigrasi untuk ditempel visa transit yang sudah dibayar. Sesudah visa ditempel, Dreamland pun keluar dan turun menuju Baggage Claim area yang sangat amat sederhana. Sebelum memasuki Baggage Claim area, barang bawaan kabin akan discan oleh mesin terlebih dahulu. Saat Dreamland datang ke area Baggage Claim, banyak sekali penumpang yang membawa peralatan trekking dan orang Nepalnya sendiri banyak membawa barang elektronik berukuran besar, seperti TV, DVD, dan lain sebagainya.

            Mengingat Dreamland tidak mempunyai bagasi yang dimasukkan ke pesawat, Dreamland langsung keluar dan melewati bea cukai yang diawasi oleh petugas. Bagasi yang berukuran besar akan dicek dan diminta membayar cukai jika melebihi ketentuan. Jadi pastikan untuk membawa barang seperlunya saat traveling ke Nepal ya. Sesudah itu, ada konter informasi turis, money changer, dan konter taksi berbayar yang sangat mahal.

            Mengingat Dreamland membutuhkan mata uang Nepal untuk naik taksi, jadilah Dreamland menukar mata uang di money changer bandara seperlunya. Dreamland hanya menukar 10 USD saja. Yang bikin sakit hati adalah kurs money changer sesudah imigrasi sangatlah rendah, yakni 104 per 1 USD. Untung hanya menukar sedikit. Sesudah mendapat asupan uang Nepal, Dreamland pun berjalan keluar bandara.

            Dreamland sendiri memilih untuk tidak naik taksi di area bandara karena sangat mahal dan tidak terjangkau. Dreamland keluar dari Bandara Tribhuvan dengan berjalan kaki di trotoar yang tersedia mengikuti orang lokal. Sepanjang jalan, Dreamland ditawari jasa taksi, namun Dreamland memilih keluar bandara terlebih dahulu. Sesudah keluar dari kawasan bandara, Dreamland pun disuguhkan pemandangan jualan kaki lima yang sangat khas layaknya di Indonesia.

            Dreamland pun bertanya ke orang setempat tentang rute bus, namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti. Taksi demi taksi berlalu lalang di depan Dreamland dan menawarkan jasanya. Dreamland pun bertanya tarif yang diberikan. Mereka memasang tarif yang sangat tinggi, yakni 700 NPR untuk pergi ke Thamel awalnya. Mengingat Dreamland sudah tahu kisaran taksi dari hasil browsing, Dreamland pun menawar 300 NPR. Mereka pun mulai menurunkan harga dari 700 NPR ke 500 NPR, hingga 400 NPR. Dreamland tidak bergeming sampai akhirnya ada taksi yang mau mengantar Dreamland dengan tarif 300 NPR.

            Pentingnya riset sebelum berwisata ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Dreamland pun menempuh perjalanan selama 20 menit menuju area Thamel yang menjadi tempat menginap Dreamland. Sepanjang jalan, Dreamland melihat suasana Kathmandu sangatlah berdebu. Jalan yang ada penuh dengan lubang dan berbatu, sehingga goncangan sangat terasa selama perjalanan. Orang-orang yang ada di Kathmandu sangatlah bervariasi. Ada yang terlihat seperti orang Chinese, India, ataupun muka Melayu.

            Sesampainya di area Thamel, suasana jalan semakin terasa memburuk. Layaknya jalan di daerah pinggiran, mobil pun berdisko hebat hingga mencapai lokasi hotel. Akhirnya setelah supir menelepon ke hotel, Dreamland pun menemukan Hotel Green Orchid di bagian gang yang menanjak ke atas. Sesudah membayar dan meminta nomor telepon supir taksi, Dreamland pun melakukan check-in di hotel dan membayar biaya penginapan sebesar 850 NPR.

            Resepsionis hotel mengatakan bahwa ada teman Dreamland yang sudah datang, hanya saja sedang pergi keluar karena Dreamland belum tiba di hotel. Dreamland pun meminta staf hotel untuk menelepon Srizan karena Dreamland baru saja tiba dari bandara. Dreamland pun membawa barang bawaan ke kamar yang cukup lembab dan gelap, serta beristirahat sejenak sebelum akhirnya kembali ke lobby.

            Akhirnya setelah menunggu selama 10 menit, Srizan pun tiba di hotel dan menyambut Dreamland dengan sangat hangat. Dreamland senang sekali dapat bertemu Srizan setelah hampir 1,5 tahun berpisah dari konferensi We Day Seattle di Amerika Serikat. Dreamland pun memberikan oleh-oleh dari Indonesia untuk Srizan sebelum akhirnya memulai jalan-jalan bersama mengelilingi area Thamel yang dikenal sebagai area backpacker Kathmandu.

            Sepanjang jalan di area Thamel, kondisi jalan begitu rusak parah dan tidak ada trotoar yang tersedia, sehingga Dreamland harus ekstra berhati-hati melihat jalan agar tidak tersenggol taksi atau kendaraan yang melintas. Sialnya, saat baru saja 10 menit Dreamland berjalan, eh hujan deras tiba-tiba mengguyur Kathmandu. Buru-buru Dreamland, mama, dan Srizan menepi ke pinggir jalan untuk memutuskan aktivitas apa yang akan dilakukan di tengah hujan deras ini.

            Dreamland pun mengusulkan untuk singgah di sebuah rumah makan, sehingga dapat menghindari hujan dan bisa mengobrol sejenak setelah 1,5 tahun tidak bertemu. Setelah itu, Dreamland pun berjalan melintasi hujan menuju sebuah café yang dipenuhi bule yang tampaknya sama-sama berteduh dari hujan. Srizan pun memesankan makanan khas Nepal untuk Dreamland dan mama. Selama menunggu, Dreamland dan Srizan bercerita tentang apa yang terjadi selama 1,5 tahun terakhir dan menelepon teman Nepal untuk memberitahu Dreamland ada di Kathmandu.

            Dreamland pun menikmati masakan Nepal yang menyerupai masakan Sri Lanka, kemudian mencoba Momo atau sejenis pangsit isi daging ayam ala Nepal. Sesudah kenyang, kami pun menunggu hujan cukup reda sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan berkeliling area Thamel. Thamel sendiri boleh dikatakan sangat sembraut dan tidak teratur. Banyak sekali toko souvenir, travel agent, hotel, restoran, dan lain sebagainya di area ini. Sayangnya saat hari beranjak gelap, lampu yang ada kurang memadai untuk menerangi area Thamel, sehingga Dreamland bisa tersesat jika berjalan sendiri di area Thamel yang menyerupai labirin ini.

            Dreamland, mama, dan Srizan berkeliling area Thamel dan pertokoan di sekitar Hotel Annapurna yang merupakan hotel termahal di Kathmandu sebagai venue event bertaraf nasional dan internasional. Mengingat hujan kembali turun dengan deras, akibatnya perjalanan menjadi serba tidak nyaman dan hanya sepintas saja melihat berbagai tempat bersejarah yang ada. Srizan mengatakan semenjak gempa bumi terjadi, banyak sekali bangunan bersejarah yang hancur dan orang yang meninggal dengan mengenaskan.

            Sesudah puas melihat area Thamel dengan seksama, Dreamland pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Dreamland pun berpamitan dengan Srizan karena akan terbang ke Delhi keesokan harinya dan berharap bisa berjumpa kembali saat kembali ke Nepal minggu depan. Setelah berpisah, Dreamland pun naik ke kamar dan alangkah terkejutnya Dreamland saat pemadaman listrik sedang terjadi di Kathmandu. Alhasil Dreamland tidak bisa mengisi baterai HP yang sekarat.

            Dreamland pun turun ke resepsionis untuk mengisi baterai dan berbicara dengan staf hotel tentang berbagai tempat wisata di Nepal. Staf hotel mengatakan bahwa Pokhara adalah tempat yang sangat bagus di Nepal karena sangat tenang dan memiliki pemandangan yang memukau. Dreamland hanya menyimak saja karena wisata di Nepal akan dilanjutkan minggu depan setelah India Trip.

            Sesudah pemadaman listrik berakhir, Dreamland pun naik ke kamar untuk beristirahat dan mandi dengan air seadanya di kamar mandi luar yang ada. Setelah itu, Dreamland pun beristirahat dengan pulas karena capeknya menempuh perjalanan panjang dari Kuala Lumpur dan berjalan kaki di area Thamel. Senang sekali rasanya Dreamland bisa singgah di Kathmandu sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Delhi, India esok hari.



Kuala Lumpur, Kathmandu, Nepal, 16 Agustus 2016



Dreamland Traveller



Catatan:

- Nepal menggunakan mata uang Nepalese Rupee (NPR) sebagai mata uang yang sah.

- Nilai 1 USD adalah 104 - 106 NPR saat Dreamland melakukan perjalanan.

- Tarif taksi di dalam bandara sangatlah mahal, khususnya taksi kupon berbayar. Pilihlah taksi di luar bandara karena dapat menghemat pengeluaran Anda hingga 50% dari tarif taksi bandara.

- Bawalah masker saat berwisata di Kathmandu karena debu jalan yang sangat pekat. Pastikan untuk tidak memakai softlens karena akan mengakibatkan cedera mata parah selama berwisata di Kathmandu.

- Jika Anda khawatir dengan selera makan yang tidak cocok dengan makanan Nepal, Anda dapat membawa bekal mie instan, abon, keripik, dan berbagai camilan lainnya dari Indonesia.

- Bawalah power bank yang terisi penuh karena Kathmandu sering sekali mengalami pemadaman listrik secara berkala.



~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.