Thursday, September 8, 2016

Day 4 : Tersesat di Pink City Jaipur

Dreamland Traveller




Day 4 : Tersesat di Pink City Jaipur


            Setelah bangun pagi dan bersiap-siap karena akan mengikuti rangkaian tur selama 5 hari mendatang, Dreamland pun berjalan kaki santai di sekitar guesthouse. Rupanya pasar yang ada di Main Bazar Road masih sangat sepi dan tutup semua karena orang India sedang merayakan festival kekerabatan tertentu. Setelah itu, Dreamland kembali ke guesthouse dan turun ke lobby untuk menunggu supir yang akan menjemput di Mahesh Guest House.

Dreamland cukup khawatir saat pukul 07.10, supir tidak kunjung datang juga. Jangan-jangan dibohongi, ditipu, dan berbagai pikiran negatif berkecamuk. Apalagi India sangat terkenal dengan image scam yang kental, sehingga Dreamland jadi lebih was-was karenanya. Akhirnya setelah Dreamland minta resepsionis guesthouse menelepon, supir yang akan mengantar Dreamland untuk melakukan tur tiba juga pukul 07.20. Dreamland pun segera menaikkan barang bawaan dan masuk ke dalam mobil.

Supir tur ini mengantar Dreamland ke kantor informasi turis yang kemarin malam Dreamland kunjungi. Dreamland bertemu dengan staf paket tur yang memberikan voucher hotel kepada supir. Selain itu, Dreamland juga melihat beberapa orang yang juga membeli paket tur di tempat ini sedang mengkonfirmasi keberangkatan mereka. Sesudah semua prosedur administrasi selesai, Dreamland pun naik kembali ke mobil untuk memulai perjalanan ke Jaipur.

Sepanjang perjalanan, suasana jalan Delhi terasa begitu lenggang karena hari ini diperingati sebagai hari libur nasional di India. Supir Dreamland, yakni Khan adalah bapak-bapak India yang beragama Hindu. Selama perjalanan lebih banyak diam jika tidak ditanya. Selain itu, pola mengemudinya sangat menyeramkan layaknya pembalap F1. Acara hari ini tidak banyak karena Dreamland hanya diantar menuju kota Jaipur yang ditempuh selama 5 jam perjalanan.

Mobil yang dibawa melewati jalan tol yang sangat luas. Jujur Dreamland takjub dengan luas jalan tol ini karena mencapai 8 lajur mobil dalam satu sisi jalan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sepanjang perjalanan, Dreamland melihat jarang sekali ada iklan billboard yang menawarkan produk tertentu. Perjalanan selama 5 jam pun diisi dengan berhenti 1 kali di rest area untuk makan siang supir.

Dreamland sendiri diminta melihat toko dengan harga barang dan makanan yang overcharge, sehingga Dreamland hanya menumpang ke toilet saja di tempat ini. Beberapa bule malah tinggal di mobil menunggu supirnya makan. Sungguh lucu bin tak pantas supir meninggalkan tamu di mobil karena ingin makan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

Salah satu jualan yang sangat terlihat jelas di toko ini adalah buku panduan Kamasutra yang dipajang persis di depan pintu masuk toko. Dengan grafis dan gambar yang erotis, buku Kamasutra ini dijual dalam berbagai bahasa. Isi dalamnya tentu sudah dapat diprediksi berbagai macam gaya “senam malam” dengan karikatur khas Hindu. Ada juga buku Kamasutra dengan peragaan yang riil oleh orang betulan dibukukan dan dijual. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

Setelah selesai, perjalanan menuju Jaipur pun dilanjutnya. Dreamland sendiri lebih banyak tertidur sepanjang perjalanan karena kelelahan bangun pagi. Tiba-tiba Dreamland dibangunkan saat sudah memasuki kawasan Amber Palace. Dengan badan yang masih mengantuk, Dreamland pun turun dan mulai mengeksplorasi objek wisata pertama yang ada di India ini.

Amber Fort ini boleh dikatakan mirip dengan Great Wall China, hanya saja dalam ukuran yang lebih mini. Tembok Besar Mini di India ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sesampainya di kawasan Amber Palace, banyak sekali merpati yang beterbangan ke sana kemari. Selain itu, ada juga taman kecil yang indah di pelataran Amber Palace, tempat isi minum gratis, hanya saja toiletnya bau tidak ketulungan.

Puncak benteng sendiri dapat ditempuh dalam 2 km dengan jalan menanjak, tapi melihat kondisi badan yang kurang fit, Dreamland hanya berjalan sampai pelataran utama saja. Amber Fort ini boleh dikatakan sangat megah dan bagus. Layaknya alun-alun, terdapat bangunan dan kuil kecil yang ada di sekelilingnya. Guna memasuki kawasan pelataran kuil, turis asing harus membayar 500 INR. Akan jauh lebih hemat jika Anda membeli tiket terusan selama 2 hari seharga 1.000 INR untuk turis asing non pelajar dan 200 INR untuk turis asing berstatus pelajar.

Mengingat Dreamland lupa untuk membawa kartu pelajar yang ditinggal di mobil, jadilah Dreamland skip untuk masuk ke tempat ini. Dreamland hanya berjalan keliling benteng Amber saja yang megah di bagian luarnya, sebelum akhirnya kembali ke tempat parkir mobil. Supir Dreamland sendiri sedang tertidur saat dihampiri. Selesai kunjungan ke Amber Fort, supir Dreamland menawarkan apakah mau dibawa ke toko kain sari atau tidak. Tentu saja Dreamland menolak karena tahu akan dibawa ke tempat turis yang harganya selangit. Lagipula kan sudah ada klausul, jika Dreamland tidak ingin dibawa ke toko apapun selama perjalanan.

Akhirnya, Dreamland pun langsung dibawa ke Hotel Jal Mahal yang lokasinya sangat jauh dari pusat kota Jaipur. Mungkin hotel ini rekanan dari agen tur di Delhi, pikir Dreamland. Setelah proses check-in dan scan visa India di paspor, Dreamland pun diantar masuk ke kamar. Dreamland sendiri memilih rebahan sebentar karena badan yang masih sangat lelah, sebelum akhirnya pukul 14.00 meminta supir untuk membawa Dreamland ke pusat kota Jaipur dengan cara didrop.

Dreamland pun diturunkan tepat di depan pintu gerbang menuju Hawa Mahal, kemudian akan dijemput pukul 18.00 di tempat yang sama. Dreamland pun memulai perjalanan dengan melihat suasana kota Jaipur yang ramai, sapi yang ada di tengah jalan, kemudian menikmati pertokoan yang ada. Dengan seksama, Dreamland melihat berbagai objek wisata dari luar karena acara kunjungan wisata akan dilakukan besok.

            Banyak sekali turis asing yang Dreamland temui di Jaipur, khususnya bule. Hanya saja, turis Asia seperti Dreamland sangat jarang ditemui. Setelah itu, Dreamland menelusuri setiap sudut kota Jaipur yang luas. Sampai-sampai Dreamland bingung sendiri di mana tempat pertemuan awal karena saking jauhnya berjalan ke sana kemari. Menurut Dreamland, kota Jaipur sangatlah indah dan memukau karena mempunyai identitas karena semua bangunannya berwarna pink. Menurut supir Dreamland, ada juga blue city, red city, dan berbagai warna lainnya di India.

            Di setiap sudut bangunan yang ada di sepanjang Old Delhi, terdapat kuil istimewa yang gratis untuk dimasuki. Barang jualan di Jaipur ini sama seperti jalan di Asia Afrika Bandung suasananya. Hanya saja, saat Dreamland kunjungi, pasarnya tutup semua karena hari ini termasuk libur nasional untuk masyarakat India. Sesudah meraba-raba jalan pulang, akhirnya Dreamland menemukan tempat pertemuan awal.

            Dreamland sendiri menunggu waktu dijemput dengan melihat suasana jalan sekitar, makan nasi goreng di warung makan yang buka, serta meminum air jeruk murni yang ada di gerobak pinggir jalan. Akhirnya pukul 18.03, supir datang untuk menjemput Dreamland yang sudah menunggu di pinggir jalan. Dreamland pun diantar menuju hotel kembali untuk beristirahat.

            Mengingat lokasi hotel Dreamland yang terpencil, untungnya Dreamland sudah membungkus makanan, sehingga tidak harus pergi keluar untuk makan malam. Dreamland menghabiskan malam dengan menonton film dan berita yang berisi kegembiraan masyarakat India dalam merayakan perolehan medali perunggu oleh atlet putrinya. Senang sekali rasanya Dreamland bisa singgah dan tersesat di berbagai sudut Jaipur yang terkenal dengan kota pinknya.



Delhi, Jaipur, India, 18 Agustus 2016



Dreamland Traveller



Catatan:

- India menggunakan mata uang Indian Rupee (INR) sebagai mata uang yang sah.

- Nilai 1 USD adalah 62 - 67 INR saat Dreamland melakukan perjalanan.

- Tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi di India sangatlah bervariasi dan banyak, pastikan untuk memilih tempat yang spesifik sesuai wisata yang Anda gemari, entah itu kota budaya di Jaipur, Taj Mahal di Agra, wisata kota di Delhi, wisata sungai di Varanasi, wisata pantai di Goa, dan masih banyak lainnya.

- Hati-hati dengan tawaran yang “Too Goo To Be True” karena menjebak dan bersifat scam, contohnya tuk-tuk dengan harga yang super murah untuk berkeliling, khususnya di Jaipur dan Agra.

- Hati-hati dengan kondisi jalan di India yang sangat ramai.

- Bawalah kartu pelajar internasional yang mempunyai Valid Date saat berada di Jaipur karena akan menghemat pengeluaran tiket masuk terusan ke berbagai tempat wisata yang ada.

- Transportasi di India dapat diakses dengan bus, kereta api, tuk-tuk, taksi, dan becak.



~ oOo ~

1 comment:

  1. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.✓ in trade marknya ya? Kok banyak sekali kalimat ini disetiap ceritanya

    ReplyDelete

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.