Saturday, September 10, 2016

Day 6 : Terpesona Chand Baori dan Fatehpur Sikri

Dreamland Traveller




Day 6 : Terpesona Chand Baori dan Fatehpur Sikri


            Hari dengan cepat berganti di India. Kali ini, Dreamland akan meninggalkan kota Jaipur menuju Agra yang terkenal dengan Taj Mahal. Dreamland pun sarapan pagi dengan menu American Breakfast. Saat petugas restoran lagi-lagi menunjukkan gelagat minta tips, langsung deh Dreamland mempercepat sarapan dan kabur ke kamar. Hehehe... Sesudah membereskan semua barang bawaan, Dreamland pun menurunkan koper dan memasukkan semuanya ke dalam mobil.

            Perjalanan hari ini dimulai dengan mengunjungi objek wisata yang terletak di pinggiran kota Jaipur, yakni Sisodia Rani Ka Bagh. Berhubung tiket terusan Dreamland masih berlaku, tentu Dreamland ingin melihat seperti apa tempat ini. Lokasi Sisodia Rani Ka Bagh ini rupanya sangat terpencil dan jauh dari keramaian. Selain itu, turis yang datang pun sepi sekali karena akses menuju tempat ini harus memakai kendaraan pribadi atau taksi. Setelah tiket Dreamland dicek, Dreamland pun masuk.

            Sisodia Rani Ka Bagh adalah taman khas kerajaan yang cukup luas. Cuma suasana hari yang panas dan arsitekturnya yang biasa-biasa saja di bagian dalam membuat Dreamland tidak berlama-lama di tempat ini. Apalagi gedung utama Sisodia ini tidak dapat diakses karena tertutup rapat. Satu hal yang unik dari Sisodia Rani Ka Bagh adalah ukiran bangunan di bagian luar yang sangat istimewa.

            Sesudah mengunjungi Sisodia, Dreamland pun meninggalkan Jaipur menuju Desa Abaneri. Perjalanan menuju Desi Abaneri ini memakan waktu 1,5 jam dengan jalan tol. Sepanjang jalan, Dreamland hanya melihat bangunan dalam frekuensi yang jarang. Seperti biasa, sapi berjalan dengan bebas di jalan, sehingga supir Dreamland harus menghindari sapi-sapi ini dengan manuver yang tajam. Sapi di jalan dan pola mengemudi yang ngebut-ngebutan akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Singkat kata, Dreamland pun sampai di Desa Abaneri. Terdapat beberapa bus wisata lokal dan asing yang ada di sini sedang parkir. Turisnya sendiri sedang menikmati sebuah candi kuno yang sudah agak hancur, namun mempunyai relief yang masih tergambar dengan baik. Di candi kuno ini, Dreamland bertemu dengan kumpulan orang lokal India yang mengajak foto bersama. Jadi serasa artis lagi Dreamland. Setelah puas melihat candi kuno, barulah Dreamland masuk ke sebuah bangunan kecil yang berisi ratusan undakan tangga yang sangat memukau. Ya, apalagi kalau bukan Chand Baori.

            Dreamland sendiri mengetahui tempat menarik ini dari browsing dan syukurlah Dreamland berhasil mengunjungi tempat yang sangat aneh dan unik di India ini. Lagi Dreamland bertemu dengan rombongan orang India yang mengajak berfoto dan mereka mengajak selfie lagi. Hehehe... Dreamland sendiri kagum dengan reruntuhan relief di sekitar Chand Baori yang masih mempunyai bentuk fisik yang baik dan tidak hancur lebur layaknya MySon di Vietnam.

            Sesudah puas, Dreamland kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Agra. Di sepanjang jalan, Dreamland melihat ada umat Hindu yang beribadah dengan iring-iringan dan membawa semacam persembahan yang diarak dengan mobil. Kemudian di tengah perjalanan menuju Agra, supir Dreamland berhenti di sebuah tempat makan antah berantah yang sangat touristy. Dia pun bilang akan makan siang dan Dreamland ditinggalkan sendiri.

            Berhubung perut yang sudah lapar keroncongan, Dreamland pun masuk ke rumah makan yang ada. Pikir Dreamland semahal-mahalnya nasi goreng, tak mungkin sampai gimana-gimana. Eh begitu duduk dan diberikan menu makanan, Dreamland langsung pucat melihat harga menu makanan yang masuk akal. Harga nasi goreng 320 INR! Mau keluar tidak enak, mau makan juga terasa sangat pedas di kantong. Jadilah Dreamland memesan 1 porsi nasi goreng.

            Begitu nasi goreng datang, porsinya pun sangat tidak terkira sedikitnya. Kalau tahu satu mangkok nasi ala KFC yang super mini, nah ini hanya 2 mangkok nasi ala KFC dengan harga sefantastis itu. Dengan sangat sedih, Dreamland makan nasi goreng termahal dalam hidup Dreamland. Belum cukup sampai di sana, saat akan membayar Dreamland lebih terkejut lagi dengan pajaknya yang sampai 36 INR! Wah tahu begini ga makan di sini deh. Dreamland akan membahas insiden ini dalam Dreamland Traveller Moment.

            Sesudah selesai, Dreamland menunggu di depan mobil saja, sementara si supir berleha-leha didalam. Memang supir India Dreamland ini sangat keterlaluan ya bisa-bisanya membiarkan orang yang memakai jasanya menunggu di luar! Sementara yang lain, supirnya saja tahu diri untuk cepat menghabiskan makan siang dan segera menunggu siap di mobil. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Fatehpur Sikri selama 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, Dreamland hanya tertidur karena pemandangan yang tak lain pohon dan rumput yang frekuensinya jarang.

            Sesampainya di kawasan Fatehpur Sikri, Dreamland diminta naik bus umum seharga 10 INR sekali jalan untuk sampai di kawasan ini karena tempat parkir mobil berbeda lokasi dengan Fatehpur Sikri. Ya sudah Dreamland berjalan melewati pertokoan. Nah di kawasan pertokoan ini, tiba-tiba ada anak India yang dengan sok menyuruh Dreamland untuk mampir setelah kunjungan ke Fatehpur Sikri. Enak saja memang siapa yang berjanji untuk mampir, kok ujug-ujug memaksa. Dreamland biarkan saja anak itu. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Sesudah sampai di tempat naik bus, bus akan berangkat saat penumpang sudah penuh dan ditarik biaya 10 INR per orang oleh keneknya. Perjalanannya sendiri hanya 5 menit ke kawasan Fatehpur Sikri yang ramai. Di Fatehpur Sikri, terdapat 2 lokasi wisata, yakni benteng dan mesjid. Melihat benteng harus membayar 300 INR per orang dan terlihat tidak menarik dari luar, Dreamland masuk saja ke mesjid yang jauh lebih megah dan menarik banyak wisatawan.

            Nah lagi-lagi Dreamland diikuti guide yang katanya gratis dan volunteer. Berhubung sudah sangat kapok dengan tipuan India, Dreamland jadi naik darah saat diikuti terus menerus oleh anak India ini. Untuk memasuki kawasan mesjid Fatehpur Sikri, kita harus membuka alas kaki dan menitipkan di area yang tersedia. Tidak ada biaya yang akan dipungut sama sekali. Dreamland pun secepat kilat masuk ke mesjid yang boleh diacungi jempol ini.

            Kawasan mesjid Fatehpur Sikri sangatlah luas dan penuh dengan ornamen yang menarik. Bagusnya lagi kawasan ini gratis dan sangat fotogenik. Jika dibandingkan dengan Jama Mosque, Fatehpur Sikri jauh lebih ok dan tidak pakai tagihan 300 INR untuk foto-foto. Dreamland melihat ada banyak sekali makam yang berjejer di kawasan Fatehpur Sikri, kemudian altar sembahyang, dan ada kolam untuk membasuh kaki di bagian tengah mesjid.

            Dreamland masih diikuti juga oleh anak India! Dreamland minta saja memfotokan diri Dreamland karena dia berjanji tidak minta bayaran. Dreamland ingin tahu apakah janjinya benar atau tidak. Dia menunjukkan beberapa tempat yang katanya fotogenik di Fatehpur Sikri. Sesudah puas berkeliling dan kembali ke tempat sepatu, eh dia minta souvenir dari Indonesia. Dreamland sendiri tidak membawa uang Indonesia pecahan kecil, jadi meninggalkan anak itu dengan ucapan terima kasih. Toh memang janjinya begitu bukan? Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Sesudah itu, Dreamland kembali ke mobil dengan menaiki bus dan membayar lagi 10 INR sampai ke area tempat parkir mobil. Singkat kata, Dreamland melanjutkan perjalanan ke kota Agra yang sudah dekat dari Fatehpur Sikri. Sesampainya di Agra, Dreamland langsung diantar ke hotel yang letaknya agak nyungsep ke dalam. Barang Dreamland langsung diturunkan. Saat masuk ke lobby, rupanya hotel ini penuh oleh turis dari Sri Lanka. Berhubung Dreamland sudah ke Sri Lanka, Dreamland pun menyapa turis yang akan melanjutkan perjalanan ke Delhi ini dengan sapaan “Ayubowan”.

            Mengingat hotel yang overbooked hari itu, Dreamland pun dihampiri manager hotel untuk dipindahkan sementara ke hotel lainnya yang masih berada dalam kepemilikan yang sama. Dreamland sih berharap hotelnya sama atau lebih bagus standarnya. Jangan sampai dikasih yang lebih jelek! Dreamland pun diantar ke Hotel Ashish Palace. Setelah check-in dengan mengisi data yang ada, Dreamland pun naik ke kamar dan suasananya kok mistis begini.

            Kamarnya sih bagus dan nyaman, tapi hotelnya sangat sepi dan sunyi. Banyak lorong gelap yang ada di sekeliling hotel memberi kesan mistis. Setelah istirahat sejenak, Dreamland pun ingin berjalan kaki sejenak di kota Agra. Berhubung perut yang sudah lapar dan Dreamland melihat Pizza Hut saat melintas, jadilah Dreamland berjalan ke tempat pizza ini. Di dalam Pizza Hut, ada bule yang sedang asyik makan dan beberapa keluarga India yang melihat Dreamland layaknya orang asing (dan memang orang asing).

            Dreamland memesan paket yang ada dengan harga 329 INR berisi garlic bread ukuran besar, potato wedges, dan 2 pizza ukuran kecil ditambah Pepsi seharga 99 INR. Dreamland sendiri menunggu pesanan cukup lama sampai makanan tersebut datang. Selama menunggu, 3 bule yang duduk di sebelah Dreamland asyik saja ngerumpi sambil mengguyah pizza dengan riang.

            Akhirnya setelah menunggu 30 menit, pizza pesanan Dreamland datang dan Dreamland pun menikmati dengan lahap. Ada satu pizza yang rasanya sangat menyerupai kari dan kurang cocok di lidah, sementara pizza yang satunya rasanya cukup ok di lidah. Sesudah makan, Dreamland pun membayar tagihan pizza. Alangkah terkejutnya Dreamland saat melihat tax yang sangat amat mahal. Pesanan seharga 428 INR saja bisa berubah jadi 567 INR. Wew pajaknya sampai 139 INR!!! Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Sesudah makan malam, Dreamland pun berjalan santai kembali ke hotel untuk beristirahat. Saat akan meminta password Wi-Fi di lobby, eh petugasnya malah asyik ngobrol dengan tamu yang lain di lobby. Sungguh sangat tidak sopan! Dia bilang passwordnya akan diantar ke kamar. Ya sudah Dreamland tunggu di kamar. Eh ditunggu sampai 2 jam tak kunjung datang juga. Akhirnya Dreamland telepon ke resepsionis dan dia pun datang mengantarkan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.

            Dreamland menghabiskan sisa hari ini dengan bermain Wi-Fi dan beristirahat saja karena esok pagi Dreamland akan melihat ikon utama India, yakni Taj Mahal yang sangat terkenal.



Jaipur, Agra, India, 20 Agustus 2016



Dreamland Traveller



Catatan:

- India menggunakan mata uang Indian Rupee (INR) sebagai mata uang yang sah.

- Nilai 1 USD adalah 62 - 67 INR saat Dreamland melakukan perjalanan.

- Tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi di India sangatlah bervariasi dan banyak, pastikan untuk memilih tempat yang spesifik sesuai wisata yang Anda gemari, entah itu kota budaya di Jaipur, Taj Mahal di Agra, wisata kota di Delhi, wisata sungai di Varanasi, wisata pantai di Goa, dan masih banyak lainnya.

- Hati-hati dengan tawaran yang “Too Goo To Be True” karena menjebak dan bersifat scam, contohnya tuk-tuk dengan harga yang super murah untuk berkeliling, khususnya di Jaipur dan Agra.

- Hati-hati dengan kondisi jalan di India yang sangat ramai.

- Bawalah kartu pelajar internasional yang mempunyai Valid Date saat berada di Jaipur karena akan menghemat pengeluaran tiket masuk terusan ke berbagai tempat wisata yang ada.

- Transportasi di India dapat diakses dengan bus, kereta api, tuk-tuk, taksi, dan becak.



~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.