Minggu, 07 April 2013

Day 3 : Beautiful Nong Nooch Village and MBK Shopping Experience

Dreamland Traveller


Day 3 : Beautiful Nong Nooch Village and MBK Shopping Experience
            Acara tur pun kembali dimulai pagi ini. Setelah sarapan pagi dengan makanan ala kadarnya di Hotel Century Pattaya yang merupakan hotel kuno, Dreamland langsung bersiap-siap untuk check-out dan membawa bagasi masuk ke mini van kembali. Setelah itu, Dreamland menjemput tamu dari Bali yang berbeda hotel dengan Dreamland karena perbedaan harga, yakni di Hotel Siam Bayview yang sangat bagus.



            Dreamland sempat berfoto sejenak di hotel ini. Setelah itu perjalanan berlanjut ke acara selanjutnya, yakni mengunjungi Gems Jewelry Factory. Pabrik permata yang satu ini sebenarnya sudah pernah Dreamland lihat di Phuket, namun karena tur harus membawa Dreamland ke tempat ini jadi dengan terpaksa Dreamland harus melihat-lihat kembali barang yang tidak mungkin terbeli dengan budget terbatas ini. 



            Gems Jewelry Factory di Pattaya ini boleh dikatakan sangat menarik. Kami dibawa menggunakan kendaraan simulator layaknya wahana di Universal Studios Singapore untuk melihat peragaan proses pembuatan batu permata dan perkenalan produk Gems Jewelry Pattaya untuk menghadiahkan pada orang tersayang dengan permata katanya. Namanya juga strategi perdagangan pasti harus dikemas secara menarik untuk meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli. 


            Setelah melihat simulator yang sangat menarik, kami dibawa ke ruangan di mana ada para pekerja permata yang dengan tekun mengerjakan setiap bagiannya dengan baik, mulai dari mengukir, memanaskan, memasangkan batu permata, serta merancang desain batu yang diinginkan. Konon katanya semakin rumit ukiran yang dibuat, maka harga permata yang dijual pun akan semakin tinggi. Setelah itu, langsung deh Dreamland dibawa ke tempat penjualan yang sangat luas dan penuh dengan petugas berjas mahal.



            Dreamland ditawarkan batu permata yang sangat mahal harganya. Boro-boro mau beli dalam rangka jalan-jalan hemat, yang ada budget bisa bobol kalau begini caranya. Dreamland hanya memperhatikan ukiran batu permata yang sangat indah dan cantik warnanya. Hebatnya semua petugas di Gems Jewelry Factory ini sangat fasih berbahasa Indonesia, Rusia, dan lain sebagainya. Mereka mampu berbicara multi bahasa untuk memperdagangkan produknya. Fenomena ini akan Dreamland bahas secara khusus dalam Dreamland Traveller Moment.



            Setelah puas melihat permata yang amat sangat mahal dan souvenir yang dijual, Dreamland menuju ruang tunggu untuk menerima minuman gratis. Tak lama kemudian, Mimi menjemput kami untuk menuju destinasi utama kami di Pattaya, yakni Nong Nooch Village yang sangat terkenal. Mini van dengan sigap membawa kami selama 30 menit perjalanan ke Nong Nooch Village. 



            Setibanya di Nong Nooch Village, Mimi membeli tiket terusan seharga 500 bath. Kemudian Dreamland dan rombongan diperkenankan turun di taman yang sangat unik berwarna jingga untuk berfoto selama 10 menit. Lagi-lagi sangat menyebalkan. Giliran di pabrik permata lama minta ampun tidak apa-apa, giliran di tempat wisata dikejar-kejar waktu. Sangat mengecewakan! Setelah foto-foto secepat kilat, mini van langsung menuju tempat pertunjukan budaya Thailand dan gajah. 



            Dreamland melihat taman-taman dengan konsep menarik, mulai dari kadal, rusa, jerapah, mobil, dan lain sebagainya tertata dengan rapi. Mimi mengatakan Nong Nooch Village ini sendiri dimiliki oleh orang terkaya di Thailand yang bukan anggota kerajaan. Sesampainya di tempat pertunjukan, Dreamland langsung masuk dengan tiket yang sudah diberikan. Kemudian menyaksikan pertunjukan kebudayaan Thailand yang sangat menarik.



            Setelah menyaksikan tarian Thailand, Dreamland beralih ke tempat pertunjukan gajah yang jauh lebih menarik. Di sini gajah bisa bermain bowling, bisa mengangkat orang, bisa melempar bola, dan melakukan hal lainnya. Senang sekali rasanya melihat kelincahan gajah yang amat sangat menarik ini. Tentu untuk dililit dengan belalai gajah dan difoto, harus membayar sejumlah uang pada petugas yang ada. Gajah di show ini juga suka mencuri pisang dari penonton. Tentu kesempatan ini dipergunakan pengelola Nong Nooch Village untuk berjualan pisang.



            Di samping panggung pertunjukan budaya dan gajah, ada juga konter foto bersama macan dan burung seharga 100 bath. Seram juga sih apalagi macannya tampak kelaparan, jadi minat berfoto bersama langsung hilang begitu saja. Keluar dari panggung pertunjukan, Dreamland langsung dijemput Mimi untuk makan siang di kompleks Nong Nooch Village secara prasmanan. 



            Makanannya boleh dikatakan ala kadarnya saja. Mimi pun memperbolehkan Dreamland berjalan-jalan sejenak di Nong Nooch Village selama 15 menit. Kesempatan ini tidak Dreamland lewatkan untuk berfoto sejenak di semua tipe taman di Nong Nooch Village. Hanya saja keterbatasan waktu lagi-lagi membuat Dreamland kecewa tidak sempat mengeksplorasi semua keindahan taman yang ada di Nong Nooch Village.


            Mini van pun kembali menjemput Dreamland dan rombongan kembali menuju ke Bangkok. Perjalanan pun terasa begitu membosankan dan mini van transit sejenak di Dried Food Market yang menjual berbagai macam keripik dan makanan kering khas Thailand. Hanya saja karena harganya sangat mahal, Dreamland tidak membeli apapun di sini. Setelah itu, Dreamland dan rombongan langsung diantar menuju mal MBK yang sangat terkenal.
            Sementara itu, keluarga Bali ingin melihat museum Madame Tussauds yang merupakan museum lilin para artis ternama dunia di mal Siam Paragon. Dreamland memutuskan untuk berjalan-jalan saja di MBK karena tiket museum lilin ini sangat mahal, yakni kurang lebih 600 bath. MBK ini sendiri konsepnya sama seperti Mangga Dua ataupun Bandung Trade Centre. Hanya saja ukurannya sangat besar dan barang yang dijual pun sangat variatif.
            Dreamland pun makan malam di MBK, berjalan-jalan dan membeli sejumlah kaos. MBK sendiri mempunyai bioskop, tempat bermain bowling, dan berbagai sarana hiburan lainnya yang bisa dicoba. Banyak sekali rombongan orang Indonesia di sini. Terlihat dari diskusi yang terjadi dan bahkan para penjualnya pun fasih berbahasa Indonesia dalam tawar menawar harga. Bravo buat pariwisata Thailand deh!
            Sesudah waktu berkumpul yang ditentukan tiba, Dreamland langsung dibawa menuju hotel. Sebelumnya keluarga Bali diantar terlebih dahulu menuju hotel Sukosol, kemudian baru Dreamland yang diantar ke hotel The Dynasty Bangkok kembali yang letaknya sangat jauh dari keramaian kota. Senang sekali rasanya menyaksikan keindahan Nong Nooch Village hari ini. Dreamland pun langsung beristirahat untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti rangkaian tur esok hari.

Pattaya, Bangkok, Thailand, 2 April 2013

Dreamland Traveller

Catatan:
- Bangkok adalah ibukota Thailand yang sangat sibuk dan mempunyai tingkat kemacetan yang parah setiap harinya.
- Transportasi umum yang tersedia di Bangkok, antara lain BTS (Bangkok Train Station) Skytrain, MRT, bus umum, tuk-tuk, dan kereta api.
- Hampir semua wilayah Bangkok dapat dijelajahi dengan kendaraan umum, hanya saja beberapa wilayah harus menggunakan beberapa moda transportasi tertentu yang berbeda.
- Makanan Thailand yang terkenal di Bangkok adalah Tom Yum dan jenis makanan lainnya yang berasa asam dan pedas.
- Sebagian besar warga Thailand di jalan raya tidak bisa berbahasa Inggris dan menyulitkan ketika bertanya sesuatu.
- Harga barang yang ada di Bangkok murah meriah asalkan kita pandai menawar harga, khususnya di pasar tradisional.
- Buah-buahan Thailand, mulai dari nanas, mangga, jambu, dan lain sebagainya sangat segar dan harus dicoba di Bangkok.
- Bangkok mempunyai 2 bandara internasional, yakni Bandara Suvarnabhumi dan Bandara Don Mueang.
- Mata uang yang digunakan di Bangkok, Thailand adalah Thai Bath (THB) dengan kurs Rp 330,00 saat Dreamland melakukan perjalanan.

~ oOo ~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar