Wednesday, July 30, 2014

Ayo Kita Olah Raga!

Dreamland Traveller Moment


Ayo Kita Olah Raga!
            Di Indonesia, event jalan kaki sehat, sepeda santai, atau senam riang bersama sudah menjadi tradisi tahunan yang dibuat sebagai CSR perusahaan atau instansi tertentu. Kampanye yang berusaha mengenalkan gaya hidup sehat pada masyarakat kota ini masih terkesan hanya berdampak sesaat tanpa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai berolahraga. Akibatnya, acara tersebut seolah menarik banyak pihak karena door prize atau hadiah yang ditawarkan sangat menggiurkan. Sangat disayangkan rasanya jika olahraga masih belum menjadi kesadaran sebagian besar masyarakat karena kesibukan yang menumpuk setiap harinya.
            Berkaca pada kehidupan masyarakat di Saigon, kita bisa melihat bahwa olahraga menjadi salah satu gaya hidup masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini mungkin didasari oleh niat baik pemerintah Vietnam yang membangun banyak sekali alat-alat olahraga yang biasa kita temukan di fitness secara gratis di taman kota. Kita bisa melakukan gerakan senam secara mudah dan cepat dengan alat yang tersedia. 
            Ada masyarakat Saigon yang dengan sengaja berhenti dari motor dan pergi ke alat-alat olahraga untuk melakukan gerakan badan selama 15 menit, kemudian melanjutkan perjalanan. Banyak juga pejalan kaki yang mampir untuk sekadar merenggangkan badan dan melakukan senam singkat. Olahraga menjadi budaya tersendiri yang menyenangkan karena ditunjang oleh fasilitas yang memadai di lapangan.
            Kepedulian pemerintah Vietnam ini boleh saja ditiru oleh pemerintah Indonesia, asalkan masyarakat Indonesianya sendiri sudah mempunyai kebiasaan yang baik untuk merawat fasilitas umum dengan baik. Jika selama ini, halte bus, dinding terminal, dan berbagai fasilitas umum lainnya suka sekali dirusak oleh oknum-oknum tertentu, maka hal ini harus ditertibkan terlebih dahulu. Percuma rasanya jika pemerintah membangun alat olahraga gratis, tapi hanya bertahan 1 bulan karena dirusak oleh manusia tak bertanggung jawab.
            Tak hanya itu, mental masyarakat Indonesia sendiri sudah harus dewasa dalam menganggap fasilitas umum sebagai milik bersama yang harus dijaga. Jangan sampai ada orang dewasa yang terlalu semangat sampai alat-alat olahraga tersebut jadi rusak atau engselnya copot. Setelah itu, mereka kabur entah ke mana tanpa mau bertanggung jawab. Kedewasaan inilah yang harus dikonfirmasi dulu dari masyarakat Indonesia sebelum akhirnya pemerintah bisa menyediakan fasilitas-fasilitas ini layaknya di Saigon.
            Dreamland sendiri lebih setuju jika masyarakat Indonesia saling udunan satu sama lain untuk membangun fasilitas olahraga di RT dan RW masing-masing, sehingga warganya bertanggung jawab untuk menjaga fasilitas tersebut dengan baik. Jika pemerintah yang membiayai, maka kecenderungan masyarakat adalah mencoret-coret, merusak, dan mengotori alat-alat tersebut. Jika masyarakatnya yang membeli sendiri, maka ada rasa tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi dari tangan-tangan jahil.
            Semoga saja mentalitas ini dapat dibangun agar niat baik pemerintah dalam menyehatkan masyarakat bisa terwujud tanpa dirusak oleh oknum tertentu.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.