Wednesday, July 16, 2014

Day 3 : Megahnya Angkor Wat dan Eksotisme Angkor Complex

Dreamland Traveller


Day 3 : Megahnya Angkor Wat dan Eksotisme Angkor Complex
            Setelah bangun pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap, tiba saatnya bagi Dreamland untuk mengunjungi kemegahan candi-candi yang ada di kawasan Angkor. Supir tuk-tuk pun sudah setia menunggu Dreamland di luar. Dreamland pun langsung diantar menuju kawasan Angkor. Sebelumnya supir tuk-tuk mengisi bensin dulu, melewati beberapa hotel mewah, sebelum akhirnya sampai di konter tiket masuk Angkor.


















            Konter tiket Angkor ini terbagi menjadi 2, yakni 1 Day, 3 Day, dan 7 Day Pass dengan harga yang bervariasi, mulai dari 20 – 60 USD tergantung lamanya kita mau mengeksplorasi candi yang ada di kawasan Angkor. Berhubung waktu Dreamland sangat terbatas, tentu Dreamland membeli yang 1 Day Pass saja. Setelah membayar, mengantri, dan difoto, akhirnya kartu masuk dengan foto Dreamland pun dibuat. Kami pun langsung menuju supir tuk-tuk untuk memulai perjalanan hari ini. 






































            Candi pertama yang Dreamland kunjungi adalah Elephant Temple. Tuk-tuk melewati kawasan Angkor Wat yang tersohor, kemudian melewati gerbang selatan Angkor Thom dan Bayon Temple sebelum akhirnya sampai di Elephant Temple yang tampak tidak terawat ini. Dreamland pun segera turun untuk mengeksplorasi apa saja yang ada di candi yang belum sempat Dreamland kunjungi sebelumnya ini.






































            Elephant Temple ini sangat luas, namun tampak tidak terawat dengan baik. Begitu banyak reruntuhan bebatuan yang dibiarkan begitu saja, tapi tampak eksotis untuk difoto. Dreamland berkeliling candi ini, kemudian keluar menuju kompleks yang lebih dalam. Matahari yang sangat terik dan panas di Siem Reap membuat baju Dreamland cepat berkeringat dan capek. Pastikan untuk membawa air minum yang cukup selama berada di Angkor Complex agar stamina tubuh kita tetap terjaga. 






































            Kompleks Elephant Temple ini sangat luas. Dulunya menurut di papan informasi, Elephant Temple Complex ini tempat tinggal kerajaan. Hanya saja kondisinya sudah hancur kalau dilihat saat ini. Setelah puas berkeliling candi gajah ini, Dreamland pun kembali ke supir tuk-tuk untuk menuju candi berikutnya, yakni Bayon Temple. Lokasinya hanya 1 km dari Elephant Temple, sehingga Dreamland pun bisa segera mengeksplorasi kawasan candi ini dengan baik.






































            Sesampainya di Bayon Temple, Dreamland melihat begitu banyak turis asal China yang memadati kawasan ini. Sangat sulit rasanya menemukan space yang tepat untuk berfoto karena ramainya turis di candi ini. Dreamland pun masuk dan melihat tidak ada perubahan berarti di candi ini selain lebih rapi dan sebagian candi sudah diperbaiki dengan baik. Bayon Temple ini terkenal sebagai candi muka karena strukturnya menyerupai kepala 4 Buddha yang memandang ke segala arah.




































            Dreamland melihat ke dalam candi, mendengarkan tur guide yang memandu turis lain mengatakan bahwa ada air suci yang ada di Bayon Temple ini di salah satu sumur yang ada, kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak candi. Setelah puas berfoto dengan candi muka yang ada, melihat orang lain berfoto dengan model berpakaian Apsara, dan melihat keindahan Bayon Temple, Dreamland pun segera turun menuju kembali ke supir tuk-tuk untuk melanjutkan perjalanan menuju candi berikutnya, yakni Ta Phrom Temple. 




































            Ta Phrom Temple ini terletak cukup jauh dibandingkan candi-candi lainnya di Angkor Complex. Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya Dreamland tiba juga di Ta Phrom Area. Dreamland pun segera masuk. Sebelumnya ada seorang anak yang menawarkan magnet dengan harga 1 USD untuk 1 magnet, tapi berhubung Dreamland menolak dia menurunkan hingga 1 USD untuk 2 magnet, jadilah Dreamland membeli karena iba. 




























            Dreamland harus berjalan melalui jalan berdebu untuk mencapai Ta Phrom Temple ini. Tak ketinggalan ada pemeriksaan tiket terlebih dahulu oleh petugas sebelum akhirnya kita bisa masuk ke dalam kawasan candi. Sesampainya di Ta Phrom, kita akan disuguhkan pemandangan layaknya film Tomb Raider. Candi yang dililit akar pohon berusia ribuan tahun ini menjadi objek wisata yang sangat memukau dan membuat penasaran tentunya. Tak hanya itu, ada juga Apsara yang berada dililitan akar pohon yang membelitnya.


























            Setelah puas berkeliling reruntuhan dan candi yang terkenal berkat film Tomb Raider ini, Dreamland segera keluar dari sisi lainnya untuk menemui supir tuk-tuk yang sudah menunggu. Di pintu keluar, banyak sekali pedagang yang menawarkan minuman, suvenir, dan lain sebagainya. Berhubung hari sudah siang, Dreamland pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke candi terakhir, yakni Angkor Wat. Supir tuk-tuk menunjukkan sebuah tempat makan yang katanya murah.






























            Kerja sama antar supir tuk-tuk dan pengelola restoran ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Awalnya Dreamland dibawa ke restoran yang ada di dekat Ta Phrom, tapi karena harganya mencapai 5 USD ke atas dan bikin kantong kosong, Dreamland menolak. Dia pun membawa Dreamland ke restoran yang dekat dengan Elephant Temple. Di sini harga menu yang tertera 6 USD, tapi katanya didiskon jadi 4 USD tiap menunya. 


































            Ya sudah karena kisaran harga makanan di Angkor Complex memang demikian, Dreamland tawar lagi menjadi 6 USD untuk 2 menu dan gratis nasi putih. Dreamland pun makan dan agak bingung juga kok supir tuk-tuk ikut makan, tapi tidak bayar. Jadilah Dreamland menyimpulkan dia mendapat bonus karena telah mengajak Dreamland makan di tempatnya. Memang daripada diberi bonus uang, Dreamland rasa lebih baik diberi bonus makan karena lebih terasa manfaatnya dibandingkan dengan merokok, bukan?




























            Sesudah kenyang makan, Dreamland berjalan-jalan sejenak di candi yang ada di sekitar restoran, kemudian berlanjut ke Angkor Wat. Sebagai kompleks candi terbesar di dunia yang sangat memukau, Angkor Wat memang menjadi salah satu tempat di dunia yang harus kita kunjungi sebelum kita meninggal. Sesampainya di Angkor Wat, Dreamland masuk, berjalan, menunjukkan tiket, dan akhirnya berlanjut ke kawasan utama Angkor Wat. 


















            Pada saat Dreamland kunjungi, Angkor Wat terlihat begitu sepi dari turis. Mungkin jika dihitung, turis yang ada di Angkor Wat hanya puluhan. Pengaruh low season rupanya berdampak juga pada tingkat kunjungan wisatawan ke Angkor Wat. Kondisi Angkor Wat masih sama seperti tahun lalu, hanya saja perbaikan yang dilakukan tampak sudah mulai selesai satu per satu. Dreamland melihat Angkor Wat memang tidak pernah membuat bosan siapapun yang berkunjung didalamnya, termasuk Dreamland yang sudah 2 kali berkunjung ke sini.


















            Sesudah berkeliling dan berfoto, rupanya hujan mengguyur kawasan Angkor Wat. Jadilah Dreamland meneduh sebentar. Untung hujannya tidak lama, sehingga Dreamland bisa melanjutkan perjalanan mengeksplorasi Angkor Wat. Dreamland tertarik dan ingin tahu di mana letak Echo Chamber yang sangat ternama itu. Katanya jika kita memukul dada kita di ruangan ini bisa terdengar gema. Nah di sinilah letak kesalahan Dreamland bermula.



















            Niat mau ke Echo Chamber, eh Dreamland malah masuk ke ruang sembahyang Buddha. Selain itu, Dreamland disuruh duduk dan didoakan blablabla sambil dipasangi gelang. Ada segmen menarik tatkala sudah selesai semua ritual itu justru dia mengeluarkan mangkok. Dreamland sendiri bingung untuk apa mangkok itu. Eh dia bilang “Money”, langsung deh Dreamland kasih saja 1 USD dan dia minta lebih. Whats? Peristiwa ini akan Dreamland bahas lebih lanjut dalam Dreamland Traveller Moment. Singkat kata, Dreamland pergi dari kawasan candi doa ini setelah melepas semua gelang dan turun ke bawah. Candi ini terletak memisah dan berada di tenggara candi utama Angkor Wat. 








            Dreamland pun berjalan ke pintu masuk dan ternyata menemukan bahwa Echo Chamber berada di sini. Astaganaga! Dreamland pun mencoba memukul dada dan ternyata benar terdapat gema sesuai dengan jumlah pukulan. Echo Chamber ini ada di sisi barat candi utama Angkor Wat dan dijaga oleh seorang kakek-kakek. Jika mau menyumbang, ada piring yang berisikan banyak uang Riel Cambodia di sana. 




            Sesudah melihat Echo Chamber, Dreamland memutuskan untuk pulang kembali ke jalan awal. Dreamland berjalan melewati berbagai ornamen candi, berjalan lurus, kemudian mengambil foto sejenak di danau yang ada di sebelah kiri Angkor Wat. Berhubung cuaca makin mendung dan tidak bersahabat, Dreamland segera kembali menuju supir tuk-tuk agar tidak terjebak hujan di perjalanan.




            Sesudah bertemu supir tuk-tuk, Dreamland mengatakan akan langsung kembali ke hotel saja mengingat cuaca yang kurang baik. Sebelumnya Dreamland minta pada supir tuk-tuk untuk berhenti di sebuah supermarket karena Dreamland mau membeli sejumlah barang di sana. Nah tuk-tuk pun meninggalkan kawasan Angkor menuju jalan raya, kemudian berhenti di sebuah supermarket yang cukup besar. Sesampainya di supermarket, hujan turun sangat deras.




            Sesudah berbelanja, Dreamland segera diantar ke hotel. Dreamland pun membayar supir tuk-tuk senilai 14 USD sebelum akhirnya berpisah. Mengingat besok Dreamland harus pergi ke Poipet untuk pulang, Dreamland pun berjalan ke salah satu travel agent yang ada untuk memesan tiket bus Siem Reap – Poipet seharga 5 USD. Setelah itu, Dreamland ke hostel dan istirahat di kamar sampai pukul 20.30 karena Siem Reap terus diguyur hujan sampai saat ini.


            Setelah hujan tampak reda, Dreamland memutuskan untuk keluar dan makan di sebuah restoran Chinese Food seharga 2 USD untuk nasi goreng. Sesudah kenyang, Dreamland kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri esok hari dalam perjalanan pulang kembali ke Bangkok. Senang sekali rasanya bisa kembali merasakan kemegahan Angkor Wat dan candi-candi lainnya setelah 1 tahun tidak berkunjung ke Siem Reap!

Siem Reap, 5 Juli 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Kurs 1 THB saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 370 IDR.
- Thailand terkenal sebagai negara pariwisata yang handal, murah, dan mudah bagi para wisatawan.
- Kita bisa pergi ke Vientiane, Laos melalui Nong Khai di Timur Laut Thailand atau ke Poipet, Kamboja melalui Aranyaprathet di Timur Thailand dengan kereta api yang ada di stasiun Hua Lam Phong.
- Kawasan Indochina sangat mudah dikunjungi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, bus, hingga kereta api.
- Objek wisata yang terkenal di Bangkok, Thailand, antara lain Wat Pho, Wat Arun, Royal Palace, Chao Phraya River, MBK Mall, Siam Paragon Mall, Siam Discovery Mall, Platinum Mall, Chatuchak Weekend Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Siem Reap, Cambodia, antara lain Angkor Wat, Angkor Thom, Ta Phrom, Bayon Temple, Banteay Srie, Wat Thmei, Floating Village, Old Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Vientiane, Laos, antara lain Phat That Luang Pagoda, Patuxay, Sisaket Museum, Wat Si Muang, Talat Sao Mall, Mekong River, Black Stupa, dan lain sebagainya.
- Vientiane menerima uang THB sebagai alat pembayaran, disamping LAK (Lao Kip) sebagai mata uang resmi negara Laos.
- Cambodia menggunakan mata uang US Dollar dan Cambodia Riel (CAR) sebagai alat pembayaran.
- Kurs 1 USD saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 11.800 IDR.
- 1 USD setara dengan 4.000 Riel Cambodia.
- 1 THB setara dengan 200 LAK (Lao Kip)
- Warga negara Indonesia bebas visa untuk memasuki Thailand, Laos, dan Kamboja tanpa ada biaya tertentu.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.