Monday, July 14, 2014

Day 1 : Welcome Back, Bangkok!


Dreamland Traveller

Day 1 : Welcome Back, Bangkok!
            Perjalanan selalu membawa kita pada dimensi yang berbeda. Perjalanan membuat sekat zona aman yang selama ini mengelilingi kita menjadi pudar dan berganti menjadi ketidakpastian. Tatkala berada jauh dari rumah, kita tak bisa mendapatkan kenyamanan, ketenangan, dan kepastian layaknya seorang tuan rumah. Berbagai tantangan, rintangan, dan hal-hal yang tidak terduga pasti akan terjadi. Tapi itulah bumbu perjalanan yang membuat kita mampu menjernihkan pikiran dan perasaan setelah menghadapi rutinitas yang membosankan sepanjang hari.









            Tak terasa sudah hampir 1 tahun, Dreamland tidak menginjakkan kaki di Bangkok, Thailand ini. Tentu kesempatan ini akan Dreamland pergunakan dengan sebaik-baiknya dalam menjelajahi, memaknai, dan melihat arti dari sebuah perjalanan. Perjalanan bermula ketika Dreamland berangkat dari rumah menuju shuttle bus Primajasa di kompleks Batununggal, Bandung. Dreamland mengambil jadwal pukul 04.00 WIB untuk pergi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.









            Setelah membayar sebesar 90.000 IDR, Dreamland naik bus dan langsung tertidur pulas mengingat jam tidur yang kurang. Tatkala memasuki Jakarta di pagi hari, jalanan terlihat mulai padat dipenuhi oleh kendaraan bermotor. Akhirnya, perjalanan selama 3 jam pun tak terasa sampai akhirnya Dreamland diturunkan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta. Dreamland pun langsung menuju konter Tigerair. 









            Sebenarnya Dreamland tidak pernah membeli tiket Tigerair, namun berhubung Tigerair Mandala resmi menutup operasionalnya terhitung 1 Juli 2014, mau tidak mau Dreamland terkena imbasnya. Dreamland memilih untuk mengganti pesawat dengan kode TR dibandingkan refund yang belum tentu jelas dikembalikan. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Dreamland pun mengantri di belakang kerumunan orang Indonesia yang tampaknya juga terkena dampak dari penutupan Mandala.









            Setelah mengantri, mendapatkan tiket, dan dijelaskan mengenai Tiger Connect di Bandara Changi Singapore, Dreamland pun segera masuk melewati imigrasi, kemudian berkeliling bandara yang menjual berbagai macam barang Duty Free. Dreamland pun mencoba menikmati fasilitas Lounge yang ditawarkan sejumlah kartu secara cuma-cuma, yakni di Premier Lounge. 









            Dreamland mengisi sarapan dengan makan kue-kue yang tersedia, minum sepuasnya, sampai membuka komputer internet yang tersedia. Setelah waktu hampir menunjukkan pukul 09.00, Dreamland segera bergegas menuju pintu keberangkatan Tigerair dengan jurusan ke Singapore di D5. Setelah tiket disobek, Dreamland menunggu sejenak sebelum akhirnya semua penumpang dipersilahkan masuk ke dalam pesawat.









            Rupanya pesawat Tigerair ini tak berbeda jauh dengan Mandala. Hanya saja, pramugari dan pramugaranya orang Singapore semua. Tak hanya itu, harga makanan di dalam pesawat juga sangat amat mahal jadinya karena menggunakan Dollar Singapore. Kisaran harga makanan di dalam pesawat antara 8 – 16 SGD. Berhubung sudah kenyang, Dreamland memilih untuk tidur sampai akhirnya mendarat di Bandara Changi Singapore.









            Sesampainya di Bandara Changi, Dreamland langsung turun dari pesawat dan mengisi waktu tunggu yang hampir 2 jam 30 menit dengan berkeliling Bandara Changi. Memang bandara terbaik No. 1 di dunia ini memiliki fasilitas yang lengkap dan nyaman. Dreamland berfoto di taman-taman yang tersedia, mencoba kursi pijat, dan menggunakan fasilitas internet. Hanya saja, jika ingin menggunakan Wi-Fi dibutuhkan password yang diperoleh dari nomor HP yang kita daftarkan. 









            Dreamland pun mengambil tiket penerbangan selanjutnya ke Bangkok di Transfer Lounge E. Di sana petugas memberikan Dreamland tiket menuju Bangkok tanpa harus keluar imigrasi Singapore. Berhubung Dreamland mau makan dan melihat apa saja kuliner yang ada di luar, Dreamland segera keluar imigrasi menuju Food Court di Terminal 2 ini. Rupanya kulinernya hanya McDonald dan Kafee&Toast. Harganya tidak murah pula. Jadi Dreamland memakan bekal terlebih dahulu di kursi yang ada sebelum akhirnya masuk kembali ke ruang tunggu keberangkatan.









            Dreamland pun menikmati waktu yang tersisa dengan melihat-lihat bandara sebelum akhirnya masuk ke Gate E2 yang akan membawa Dreamland ke Bangkok. Di Gate E1, penumpang yang akan berangkat ke Ho Chi Minh City duduk lesehan dekat pintu keberangkatan. Rupanya tabiat orang Vietnam sama seperti orang Indonesia yang suka lesehan ya. Hehehe… Setelah melewati pemeriksaan bagasi yang super ketat dan disobek boarding passnya, akhirnya Dreamland masuk ke ruang tunggu.









            Dreamland memanfaatkan waktu yang tersedia dengan bermain Wi-Fi, sebelum akhirnya dipanggil masuk ke dalam pesawat untuk berangkat. Satu hal yang patut diacungi jempol dari Bandara Changi Singapore adalah soal on time. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Setelah penumpang yang membeli Board Me First masuk, barulah penumpang yang duduk di baris 20 – 30, dilanjutkan angka kursi yang makin kecil sampai semua penumpang diperkenankan masuk.  









            Dreamland pun menikmati perjalanan ke Bangkok selama 2 jam dengan tidur. Tak terasa pesawat pun sampai di Suvarnabhumi International Airport, Bangkok. Setibanya di bandara, Dreamland langsung mengisi botol minum dengan air putih, kemudian keluar imigrasi. Ada satu fenomena aneh yang terjadi, yakni tingkat keramaian wisatawan yang pergi Bangkok menurun drastis. Imigrasi yang biasanya penuh total, kini hanya terisi 1 baris saja diduga akibat aksi militer Thailand. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. 








            Setelah keluar bandara, Dreamland mencari konter informasi wisata untuk menanyakan beberapa hal yang harus diketahui. Setelah itu, Dreamland langsung menuju ke Airport Rail Link di lantai bawah menuju Makkasan. Tarifnya 35 THB untuk 1 kali jalan. Singkat kata, sesampainya di Makkasan, Dreamland berganti dengan MRT di Phetchaburi menuju Hua Lam Phong Station. Tarifnya 29 THB. Untuk berganti moda transportasi, kini sudah ada jembatan penghubung antar Airport Rail Link dan MRT. Tahun lalu jalur ini belum jadi dan masih dalam pembangunan. Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Dreamland tiba di stasiun kereta api kesayangan di Bangkok.








            Setibanya di Hua Lam Phong, Dreamland melihat jadwal kereta api untuk keberangkatan esok hari ke Aranyaprathet, kemudian makan malam terlebih dahulu sebelum akhirnya menginap di hotel yang dekat dengan stasiun kereta api ini. Dreamland baru membooking hotel ini dengan layanan Wi-Fi yang ada di Suvarnabhumi Airport. Hotel yang Dreamland pilih adalah Srikung Hotel yang ternyata berada tepat di seberang stasiun kereta api ini. Harga per malamnya 650 THB tanpa sarapan. 






















































            Sesampainya di hotel, Dreamland langsung check-in dan pergi ke kamar untuk beristirahat sejenak. Setelah mandi dan merebahkan badan yang lelah, Dreamland pun keluar ke 7 Eleven untuk membeli sejumlah barang. Tak lupa Dreamland bermain Wi-Fi di lobby hotel mengingat Wi-Fi tidak tersedia di kamar. Sekaligus Dreamland booking hotel di Siem Reap di sini. Setelah merasa mengantuk dan capek, Dreamland pun naik ke atas menuju kamar dan beristirahat mengingat esok Dreamland akan menuju Siem Reap kedua kalinya dalam rangkaian Indochina Trip.































Bandung, Jakarta, Singapore, Bangkok, 3 Juli 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Kurs 1 THB saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 370 IDR.
- Thailand terkenal sebagai negara pariwisata yang handal, murah, dan mudah bagi para wisatawan.
- Kita bisa pergi ke Vientiane, Laos melalui Nong Khai di Timur Laut Thailand atau ke Poipet, Kamboja melalui Aranyaprathet di Timur Thailand dengan kereta api yang ada di stasiun Hua Lam Phong.
- Kawasan Indochina sangat mudah dikunjungi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, bus, hingga kereta api.
- Objek wisata yang terkenal di Bangkok, Thailand, antara lain Wat Pho, Wat Arun, Royal Palace, Chao Phraya River, MBK Mall, Siam Paragon Mall, Siam Discovery Mall, Platinum Mall, Chatuchak Weekend Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Siem Reap, Cambodia, antara lain Angkor Wat, Angkor Thom, Ta Phrom, Bayon Temple, Banteay Srie, Wat Thmei, Floating Village, Old Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Vientiane, Laos, antara lain Phat That Luang Pagoda, Patuxay, Sisaket Museum, Wat Si Muang, Talat Sao Mall, Mekong River, Black Stupa, dan lain sebagainya.
- Vientiane menerima uang THB sebagai alat pembayaran, disamping LAK (Lao Kip) sebagai mata uang resmi negara Laos.
- Cambodia menggunakan mata uang US Dollar dan Cambodia Riel (CAR) sebagai alat pembayaran.
- Kurs 1 USD saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 11.800 IDR.
- 1 USD setara dengan 4.000 Riel Cambodia.
- 1 THB setara dengan 200 LAK (Lao Kip)
- Warga negara Indonesia bebas visa untuk memasuki Thailand, Laos, dan Kamboja tanpa ada biaya tertentu.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.