Tuesday, July 15, 2014

Day 2 : Hallo Cambodia and Shopping in Old Market Siem Reap

Dreamland Traveller


Day 2 : Hallo Cambodia and Shopping in Old Market Siem Reap
            Tak terasa pagi pun tiba dengan cepat di Bangkok. Pukul 04.00, Dreamland bangun, mandi, dan bersiap-siap karena harus menaiki kereta menuju Aranyaprathet pada pukul 05.55. Setelah semua selesai, Dreamland melakukan proses check-out, kemudian langsung berjalan menyeberang menuju stasiun kereta api Hua Lam Phong. Sesampainya di Hua Lam Phong, Dreamland langsung membeli tiket menuju Aranyaprathet seharga 48 THB, kemudian naik ke kereta di Platform 6. 















            Sebagai informasi, kereta menuju Aranyaprathet ini hanya memiliki 1 kelas, yakni kelas 3. Meskipun kelas ekonomi, tapi kebersihan dan kerapiannya sangat terjaga dengan rapi. Tidak ada bungkus kacang, sampah, atau bekas botol air mineral yang berserakan di bawah tempat duduk penumpang. Dreamland pun segera naik, masuk, dan duduk di tempat yang kosong. Tatkala jam sudah menunjukkan pukul 05.55, akhirnya kereta api pun segera berangkat meninggalkan stasiun Bangkok. Perjalanan yang cukup membosankan selama 6 jam pun dimulai.














            Kereta jurusan Aranyaprathet ini berhenti hampir di semua stasiun untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Tak ketinggalan ada pedagang keliling yang menjajakan jualan, mulai dari nasi, gorengan, buah-buahan, hingga minuman. Perjalanan pun terasa begitu lambat, hingga akhirnya Dreamland tertidur beberapa kali sepanjang perjalanan. Tak hanya itu, Dreamland juga melihat ke depan dan ke belakang untuk merentangkan badan yang pegal karena lamanya duduk. 














            Semakin menuju ke timur, pemandangan yang terlihat adalah pepohonan, sawah, dan lahan pertanian yang digarap dengan baik. Akhirnya setelah hampir 6 jam menempuh perjalanan di kereta, Dreamland pun tiba di Aranyaprathet sekitar pukul 12.00 siang. Dreamland melihat dulu jadwal kereta pulang ke Bangkok untuk lusa sebelum akhirnya menaiki tuk-tuk bersama orang Kamboja. Dreamland membayar 50 THB untuk 2 orang karena bersama-sama dengan 1 orang Kamboja ke perbatasan.














            Seperti biasa, Aranyaprathet sebagai kota perbatasan sangat biasa-biasa saja dan tidak ada pemandangan yang istimewa. Setelah 10 menit naik tuk-tuk, akhirnya kami berhenti dan masuk ke sebuah lorong menuju kantor imigrasi Thailand. Berbeda dengan trip Dreamland tahun lalu, konter imigrasi untuk orang asing dipisahkan dengan kantor imigrasi orang Thailand. Sebagai orang asing, kita harus naik ke lantai 2 untuk mendapat cap keluar Thailand. Prosesnya sendiri bisa dibilang cepat asalkan kartu imigrasi Departure kita sudah terisi dengan baik. Setelah imigrasi Thailand, kini tiba saatnya menuju imigrasi Cambodia.









            Nah sepanjang jalan, Dreamland dikuntit oleh calo asal Cambodia yang sudah sangat familiar mukanya. Berhubung tahun lalu Dreamland juga pergi ke Kamboja dengan jalur darat Aranyaprathet – Poipet, Dreamland tahu jelas siapa orang yang menguntil Dreamland ini. Dreamland melewati berbagai kasino mewah di Poipet sebelum akhirnya pergi ke konter imigrasi Kamboja yang sangat amat sederhana di sisi kanan. Untungnya antrian tak terlalu panjang.








            Kesebalan Dreamland dengan orang Kamboja dimulai saat petugas imigrasi sangat pelit memberikan kartu kedatangan. Saat Dreamland minta 2, dia malah mengisyaratkan mau minta uang. Dasar payah! Tak hanya itu, sesudah antrian dan mendapat cap masuk Kamboja, Dreamland digiring ke jebakan Supertrap yang sudah Dreamland kuasai betul, yakni bus gratis menuju Terminal Bus Turis. Dreamland tentu tidak menghiraukan ajakan calo-calo menyebalkan ini dan memilih berkeliling ke depan sebentar untuk menanyakan taksi.







            Salah satu calo Kamboja itu mengatakan, “Kamu tahu tidak kalau di Kamboja ini banyak scam, jadi kamu harus hati-hati. Nih lihat saya pakai name tag.” katanya sambil menunjukkan name tag resmi seolah-olah dia dari pemerintah. Justru Dreamland sudah tahu dia mau menjebloskan Dreamland ke Terminal Turis itu. Dreamland tak sengaja keceplosan bilang dia “Scam”nya dan dia langsung marah besar. Katanya “Terserah kamu saja deh” sambil berjalan meninggalkan Dreamland dengan ekspresi marah. Ckckck…









            Setelah itu, Dreamland langsung berinisiatif mencari taksi dan akhirnya didapat taksi dengan harga 25 USD untuk menuju Tom&Jerry Hostel di Siem Reap. Bandingkan dengan harga bus di Terminal Turis seharga 9 USD seorang, minivan 10 USD seorang, taksi 48 USD satu taksi alias 12 USD seorang (harus 4 orang) ditambah Dreamland pernah diturunkan bukan di hotel, tapi di konter tour and travel yang sepi, sehingga harus merogoh kocek untuk tuk-tuk tambahan senilai 3 USD. Tipu daya di perbatasan Poipet ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. 









            Singkat kata, mobil pun melaju tanpa henti menuju Siem Reap. Cuaca sangat cerah dan panas. Untungnya mobil ini berAC, sehingga perjalanan terasa menyenangkan. Seperti biasa, pemandangan jalan dari Poipet menuju Siem Reap dipenuhi oleh lahan tandus. Perbedaan trip Dreamland kali ini dengan tahun lalu terletak pada kondisi jalanan yang rusak parah. Hal ini membuat Dreamland ngeri-ngeri sedap melihat supir yang belok sana belok sini. Tak hanya itu, setiap kali Dreamland berbicara, dia melihat ke belakang tanpa melihat jalan. Jadinya Dreamland memutuskan untuk tidak berbicara lagi daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bukan? 














            Sepanjang jalan dekat perbatasan, tampak ada rel kereta api tunggal di sisi Kamboja. Sayangnya kereta api ini tidak berfungsi. Ketidakinginan pemerintah Kamboja untuk membuat rel kereta api yang terhubung dengan Thailand ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sebagai informasi, setir mobil di Kamboja berada di sebelah kiri, sementara Thailand di sebelah kanan.











            Perjalanan pun berlangsung lancar. Tatkala sampai di suatu kota kecil, supir meminta untuk istirahat sejenak karena kecapekan. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap. Sesampainya di Siem Reap, kita dihentikan di sebuah persimpangan jalan dekat hotel mewah. Dia mengatakan kita harus berganti tuk-tuk karena taksi perbatasan tidak diperkenankan masuk ke kompleks Siem Reap. 














            Untungnya tuk-tuknya gratis. Sebelumnya Dreamland was-was kalau sampai tertipu lagi yang kedua kalinya. Akhirnya Dreamland pun melambaikan tangan pada supir taksi, kemudian melanjutkan perjalanan dengan tuk-tuk menuju hostel. Siem Reap umumnya berdebu, namun karena sedang musim hujan, jadilah tanahnya tidak terlalu berdebu seperti tahun lalu. Sesampainya di hostel setelah 10 menit perjalanan, supir tuk-tuk mengadakan deal untuk tour Angkor Wat besok. Setelah menimbang dan memperhatikan berbagai faktor, akhirnya Dreamland deal dengan harga 14 USD untuk tur pada esok hari.














            Setelah usai tawar menawar, Dreamland langsung masuk ke hostel dan disambut dengan baik. Dreamland langsung diberikan kunci kamar setelah check-in dan diminta membayar saat check-out. Tarif kamar Tom&Jerry Hostel 10 USD satu malam. Hostel ini sangat bersih dan rapi. Kamar tidurnya sangat besar dan ada ACnya. Sayangnya, air panasnya sangat kecil, seperti mandi di tetesan air keran. Setelah istirahat sejenak, Dreamland pun langsung keluar hostel menuju Old Market untuk membeli sejumlah oleh-oleh.














            Perjalanan dari hostel ke Old Market ditempuh dalam 10 menit jalan kaki. Sepanjang jalan, Dreamland melihat Siem Reap tampaknya sedang sepi turis asing. Dreamland melihat ke Old Market sangat sedikit sekali turis yang ada. Berhubung Dreamland sudah pernah pergi ke Old Market, jadi Dreamland punya toko langganan di sini. Dreamland pun membeli kaos dan selendang untuk kerabat di rumah dengan harga spesial. Hehehe… Dia mengatakan Siem Reap saat ini sedang low season, sehingga tidak baik untuk iklim bisnis yang ada. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.









            Setelah membeli sejumlah oleh-oleh, Dreamland melihat-lihat ke Siem Reap Night Market dan mendapati kondisi yang sama di sana. Tak ketinggalan, Angkor Night Market yang dikunjungi mempunyai tingkat kunjungan yang rendah. Dreamland pun membeli oleh-oleh di sebuah konter yang dijaga wanita Kamboja dan mengatakan bahwa Dreamland adalah pembeli pertama di tokonya. Padahal ini sudah jam 20.00 lho! Ternyata sepinya Siem Reap benar-benar sepi sekali buat bisnis.















            Akhirnya setelah puas cari oleh-oleh, Dreamland berjalan pulang ke hostel. Penerangan yang gelap di Siem Reap membuat Dreamland nyasar mencari jalan pulang. Dreamland bertanya ke sana kemari dan akhirnya menemukan jalan pulang setelah berjalan 30 menit. Benar-benar perjalanan pulang yang sangat melelahkan. Pengalaman tersasar ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sebelum masuk hostel, Dreamland makan malam terlebih dahulu di sebuah rumah makan keluarga dengan menu nasi + pork seharga 1 USD. 








            Setelah kenyang makan, Dreamland pun kembali ke hostel untuk beristirahat, mandi, dan menonton TV. Tak sabar rasanya Dreamland akan mengunjungi Angkor Wat kedua kalinya dalam Indochina Trip kali ini!

Bangkok, Siem Reap, 4 Juli 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Kurs 1 THB saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 370 IDR.
- Thailand terkenal sebagai negara pariwisata yang handal, murah, dan mudah bagi para wisatawan.
- Kita bisa pergi ke Vientiane, Laos melalui Nong Khai di Timur Laut Thailand atau ke Poipet, Kamboja melalui Aranyaprathet di Timur Thailand dengan kereta api yang ada di stasiun Hua Lam Phong.
- Kawasan Indochina sangat mudah dikunjungi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, bus, hingga kereta api.
- Objek wisata yang terkenal di Bangkok, Thailand, antara lain Wat Pho, Wat Arun, Royal Palace, Chao Phraya River, MBK Mall, Siam Paragon Mall, Siam Discovery Mall, Platinum Mall, Chatuchak Weekend Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Siem Reap, Cambodia, antara lain Angkor Wat, Angkor Thom, Ta Phrom, Bayon Temple, Banteay Srie, Wat Thmei, Floating Village, Old Market, dan lain sebagainya.
- Objek wisata yang terkenal di Vientiane, Laos, antara lain Phat That Luang Pagoda, Patuxay, Sisaket Museum, Wat Si Muang, Talat Sao Mall, Mekong River, Black Stupa, dan lain sebagainya.
- Vientiane menerima uang THB sebagai alat pembayaran, disamping LAK (Lao Kip) sebagai mata uang resmi negara Laos.
- Cambodia menggunakan mata uang US Dollar dan Cambodia Riel (CAR) sebagai alat pembayaran.
- Kurs 1 USD saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 11.800 IDR.
- 1 USD setara dengan 4.000 Riel Cambodia.
- 1 THB setara dengan 200 LAK (Lao Kip)
- Warga negara Indonesia bebas visa untuk memasuki Thailand, Laos, dan Kamboja tanpa ada biaya tertentu.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.