Tuesday, July 29, 2014

Membudayakan Bersih Itu Sehat

Dreamland Traveller Moment


Membudayakan Bersih Itu Sehat
            Bersih itu sehat. Jargon yang sering diajarkan guru di sekolah saat anak-anak itu seolah menjadi retorika belaka tatkala melihat kenyataan di lapangan yang terjadi di Indonesia. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka sekali membuang sampah sembarangan ke jalan memang sangat mendarah daging dan membuat kota-kota besar di Indonesia terlihat kumuh. Tak perlu jauh-jauh, beberapa waktu yang lalu, julukan Bandung sebagai Bandung Lautan Api diplesetkan menjadi Bandung Lautan Sampah karena banyaknya sampah yang ada di Bandung.
            Malu rasanya tatkala wisatawan asing datang ke Indonesia melihat tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan. Seolah-olah mereka bisa mencap negara kita mempunyai budaya senang berkotor-kotor ria. Sifat malas membuang sampah ke tempatnya ini akhirnya membuat negara kita sulit mengatasi banjir karena ulah masyarakatnya sendiri. Jangan salahkan pemerintah jika banjir terjadi akibat sungai meluap. Wajar sungai tak mampu menahan aliran air saat hujan tatkala ada sampah rumah tangga, kasur, plastik, limbah, sampai berbagai macam benda dibuang ke sungai.
            Kebiasaan lainnya yang seringkali kita temukan di Indonesia adalah buanglah sampah lewat jendela mobil. Setiap kali berada di jalan, Dreamland selalu melihat ada saja penumpang mobil yang membuang cangkang permen, puntung rokok, bungkus chiki, dan lain sebagainya lewat jendela. Bilangnya sih tidak apa-apa, toh cuma sampah kecil ini. Padahal kalau semua orang melakukan hal yang sama, hasilnya sampah-sampah tersebut memenuhi jalanan. Ujung-ujungnya jalan jadi kumuh penuh sampah.
            Belum lagi banyak orang yang diberi brosur di jalan membuang langsung di tempat. Akibatnya kertas iklan tersebut memenuhi ruas jalanan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Kalau sudah begini, lengkaplah derita jalanan Indonesia yang penuh dengan sampah. Ironisnya, pelaku pembuang sampahnya malah mengutuk pemerintah yang tidak becus membereskan kebersihan kota. Padahal kalau pemerintah bisa memberikan cermin raksasa, kita bisa melihat siapa pelaku pembuat kekotoran kota itu secara langsung.
            Bisa itu karena biasa. Masyarakat Saigon mungkin menyadari dan mengerti bahwa bersih itu menyehatkan. Tatkala mereka membeli jajanan di jalan, bungkus sampah dari makanan tersebut dibuang pada tempatnya. Tak heran jika semua ruas taman, jalan, dan fasilitas umum menjadi bersih dan terawat dengan baik. Ketersediaan tempat sampah yang memadai dan kesadaran masyarakatnya yang tinggi membuat kota menjadi tempat yang nyaman bagi orang yang berada didalamnya.
            Setiap pagi, petugas kebersihan Saigon rajin sekali menyapu jalanan, sehingga terbebas dari sampah. Malu rasanya sebagai negara yang kondisi ekonominya lebih baik dari Vietnam justru mempunyai tingkat kebersihan yang kurang dibandingkan mereka. Ini juga sekaligus menjadi tanda tanya besar bagi pemerintah di sektor pertamanan Indonesia, apakah mereka sudah melakukan fungsinya dengan baik atau justru hanya terima gaji buta setiap bulannya.
            Membudayakan bersih itu sehat harus dimulai dari rumah. Orang tua harus mengajarkan anak-anak dengan contoh, bukan sekadar kata-kata nasihat belaka. Ajarkan untuk membuang sampah di tempatnya. Bagi pemerintah, sediakan tempat sampah yang memadai di setiap titiknya. Jangan sampai jika masyarakatnya sudah niat, tapi fasilitas membuangnya tidak tersedia dengan baik. Dreamland yakin sebenarnya kita bisa asalkan benar-benar mau melakukannya.
            Semoga saja kelak jalanan dan taman di Indonesia bebas dari sampah karena masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama untuk membuang sampah pada tempatnya. Semoga!

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.