Tuesday, August 4, 2015

Day 6 : Melihat Museum Toyota di Nagoya dan White Castle Himeji

Dreamland Traveller


Day 6 : Melihat Museum Toyota di Nagoya dan White Castle Himeji
            Hujan mengguyur Hiroshima pagi ini. Mengingat kegiatan yang padat hari ini, Dreamland langsung bersiap-siap, sarapan pagi seadanya, mandi, dan akhirnya check-out dari Hotel Century21 Hiroshima. Satu hal yang Dreamland salut dari hotel di Jepang adalah kamar tidak pernah diperiksa saat check-out. Mereka hanya menerima kunci kamar dan selesai. Entahlah apa mereka percaya tidak ada barang yang hilang atau diambil tamu. Sangat berbeda dengan Indonesia yang melakukan cek dan ricek sebelum check-out. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Mengingat hujan yang cukup deras dan Dreamland tidak membawa payung, Dreamland pun segera berlari menuju lift yang ada di seberang jalan. Dreamland langsung menuju lintasan Shinkansen dengan tujuan Tokyo. Ya, hari ini Dreamland akan singgah di beberapa tempat terlebih dahulu sebelum berhenti di Tokyo. Tujuan pertama Dreamland hari ini adalah Himeji yang terkenal dengan istana putihnya yang memukau. Begitu Shinkansen tiba, Dreamland langsung naik dan duduk di tempat yang tersedia.
            Tak terasa perjalanan selama puluhan menit pun berakhir tatkala Shinkansen berhenti di Himeji Station. Dreamland segera turun dan melihat banyak turis asing yang membawa backpack besar ikut berwisata di Himeji. Dreamland melihat mereka banyak yang menggunakan jasa penitipan loker seharga 600 JPY agar lebih memudahkan mereka untuk mengeksplorasi Himeji. Dreamland sendiri tidak memakai jasa tersebut karena hanya melihat istana Himeji sekilas saja.
            Dreamland pun segera berjalan keluar stasiun menuju istana putih Himeji yang sudah terlihat dari stasiun. Perjalanan menuju Himeji Castle ini kira-kira 1 km. Tapi dengan trotoar dan jalan yang teduh, perjalanan pun jadi tidak terasa memberatkan. Banyaknya trotoar yang memanusiakan orang dan sepeda di Himeji ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Sepanjang perjalanan, Dreamland melihat ada restoran, toko pakaian, penyewaan kimono, dan kantor brosur informasi turis.
            Dreamland juga melihat ada tempat parkir sepeda bertingkat yang ada di pinggir jalan. Setelah mencapai ujung jalan, Dreamland harus menyeberang sebelum akhirnya sampai di kompleks istana Himeji yang sangat amat megah itu. Banyak sekali turis lokal yang berdatangan ke Himeji. Dreamland hanya berfoto-foto singkat saja dengan background istana putih Himeji karena tarif masuk istana ini sangat amat mahal, yakni 1.000 JPY per orang. Hiks…
            Setelah puas berkeliling lokasi sekitar Himeji Castle, Dreamland langsung kembali lagi ke stasiun Himeji untuk melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, yakni Nagoya. Dreamland menunggu dan naik Shinkansen yang ditentukan. Ada sebuah fenomena menarik di Shinkansen, yakni terdapat penjual makanan keliling layaknya di pesawat. Tak hanya itu, kita diperkenankan makan dan minum selama berada di Shinkansen. Tidak seperti Singapore yang tidak boleh makan dan minum atau terkena denda ratusan SGD karena melanggar.
            Sesampainya di Nagoya, Dreamland makan udon terlebih dahulu. Restoran Udon di Nagoya Station ini mempunyai konsep yang cukup unik, yakni kita harus berdiri sambil makan. Tak hanya itu, kombinasi kuah panas dan air minum dingin yang disajikan juga tampaknya bukan sesuatu yang baik untuk kesehatan ya. Setelah makan dengan kenyang, Dreamland melanjutkan perjalanan ke Fujigaoka Station dengan membayar 270 JPY untuk tarif subway. Setelah itu, Dreamland berganti kereta dengan operator Linimo dan membayar 290 JPY untuk pergi ke Toyota Automobile Museum.
            Linimo ini sangat bagus kondisi keretanya dan lintasannya pun sangat rapi. Sayangnya, rute ini tidak dapat dicover dengan JR Pass, jadilah Dreamland harus membayar terpisah. Begitu banyak pemandangan bagus yang dilalui Linimo ini. Sesampainya di Geidaidori Station, Dreamland turun dan mengikuti petunjuk arah menuju museum. Matahari yang sangat panas membuat kepala Dreamland cukup pening. Dreamland pun segera berjalan cepat menuju bangunan museum Toyota ini.
            Berhubung Dreamland tanya-tanya ke petugas Linimo saat berada di Fujigaoka Station, Dreamland beruntung mendapatkan kupon diskon museum yang potongannya sangat lumayan. Alhasil Dreamland hanya perlu membayar 400 JPY dari tarif 600 JPY yang seharusnya dibayar. Sangat amat lumayan sekali. Tanya-tanya bermanfaat ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Museum ini lenggang oleh pengunjung saat Dreamland datang. Baiknya lagi petugas museum dengan sukarela menyimpan koper Dreamland di konternya tanpa dikenakan biaya apapun. Padahal orang Jepang lain yang berkunjung titip barang bawaan di loker yang notabene harus bayar sendiri. Sesampainya di galeri museum, rupanya ada brosur dalam Bahasa Indonesia yang ada dalam museum ini. Maklum Indonesia kan pangsa pasar terbesar Toyota di dunia.
            Setelah itu, Dreamland segera melihat koleksi mobil yang ada di lantai 2 dan 3. Koleksi mobil yang ada di Toyota Automobile Museum ini sangat lengkap, mulai dari yang kuno hingga yang modern sekalipun. Pokoknya penggemar otomotif sih tidak rugi kalau berkunjung ke museum yang satu ini. Ada mobil yang pernah dipakai Presiden AS, ada mobil Toyota kuno dengan bentuk aneh, dan berbagai kendaraan mewah yang nilainya miliaran rupiah dipajang di sini.
            Setelah puas, Dreamland pun segera berjalan ke sisi lain museum untuk melihat perkembangan dunia otomotif dari masa ke masa yang ditandai dengan ornamen yang mengikutinya, mulai dari kaset jadul, radio tape jadul, sampai TV jadul. Pokoknya Jepang memang benar-benar mantap menjadikan museum sangat interaktif dan menyenangkan. Sehabis dari galeri museum, kita akan melihat kafe dan ruang santai di museum untuk minum kopi. Sayangnya tempat ini sangat sepi saat ini karena kurangnya pengunjung.
            Sehabis eksplorasi usai, Dreamland pun mengambil barang bawaan dan mendapat ucapan terima kasih dari petugas museum yang cantik dan ramah. Dreamland berjalan pulang ke Geidai-dori Station menuju Yakusa Station. Rencananya kali ini Dreamland akan melanjutkan untuk melihat kantor pusat Toyota di Nagoya ini. Singkat kata, setibanya di Yakusa, rupanya Dreamland harus berganti kereta ke Aichi Loop Line yang tarifnya sangat amat mahal, yakni 440 JPY.
            Dreamland berhenti di Mikawa-toyota Station dan menanyakan arah pada petugas loket yang ada. Rupanya kantor pusat Toyota terletak cukup dekat dari stasiun ini, hanya saja harus berjalan memutar sehingga terasa sangat jauh. Setelah berjalan dalam terik matahari yang melelahkan, akhirnya Dreamland sampai di kantor pusat Toyota yang ditandai dengan tulisan Toyota Motor Corporation di depannya. Tapi Dreamland segera dihardik satpam karena tidak boleh berfoto.
            Dreamland pun menanyakan di mana letak pameran yang bisa dilihat dan satpam pun menunjukkan arah tersebut pada Dreamland. Gedung kantor pusat Toyota ini cukup sederhana, bentuknya standar, dan sebenarnya jauh lebih bagus gedung-gedung bertingkat lain untuk pabrik sekelas Toyota. Dreamland tersesat ke sebuah akomodasi karyawan Toyota sebelum akhirnya menemukan galeri Toyota yang rupanya sudah ditutup karena Dreamland tiba di tempat saat lewat pukul 17.00.
            Awalnya Dreamland agak kecewa dengan perilaku petugas kebersihan yang tidak sopan mengusir Dreamland saat mau masuk dengan bahasa Jepang yang tidak mengerti. Tapi ada petugas galeri yang tiba-tiba datang menghampiri dan meminta maaf karena galeri sudah tutup. Dia pun mau mengambilkan Dreamland brosur agar tidak kecewa dan sia-sia sudah berjalan sejauh ini. Saat Dreamland pulang pun diberikan ucapan maaf dengan tundukan khas Jepang. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Dreamland pun segera kembali ke Mikawa-toyota Station dan beranjak pergi ke Toyohashi Station untuk naik Shinkansen dari stasiun ini. Lagi-lagi Dreamland harus membayar 440 JPY yang sangat amat mahal. Berhubung di kereta ini Dreamland tidak mendapat tempat duduk, Dreamland melihat ada rutinitas aneh yang dilakukan kondektur kereta api, yakni melakukan gerakan-gerakan di setiap pemberhentian stasiun dengan tunjukan tangan. Mungkin SOP yang diterapkan pengelola kereta dan ada CCTV yang memantau ya.
            Pergantian kondektur kereta pun dilakukan secara profesional dan setiap orang pengganti mempunyai peralatan sendiri untuk bekerja. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Setibanya di Toyohashi Station, Dreamland pun segera mencari Shinkansen dengan jurusan Tokyo. Sesudah menemukan dan naik Shinkansen, Dreamland menikmati perjalanan selama kurang lebih 1 jam sebelum akhirnya tiba di Tokyo Station yang sangat amat ramai oleh orang.
            Dreamland cukup bingung dengan keramaian Tokyo yang sangat amat padat, ditambah Dreamland merasa kesal dengan kerabat Dreamland yang kebingungan tidak jelas antara mau meminta rute Shinkansen bagian Jepang Utara atau tidak. Konflik dengan rekan perjalanan ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Singkat kata, Dreamland menuju ke Otechimachi Station untuk menuju penginapan yang sudah dibooking, yakni Tokyo Ueno Youth Hostel.
            Berhubung hari sudah malam dan perut sudah keroncongan, jadilah Dreamland makan dulu di Yoshinoya yang ada di seberang. Setelah itu, barulah misi mencari hostel dimulai. Dreamland bertanya pada orang tua di jalan, tukang jaga karaoke, sampai orang di stasiun Otechimachi Station. Semua membuat Dreamland bingung dan akhirnya tersesat begitu jauh ke wilayah pasar malam. Ujung-ujungnya Dreamland malah menjauhi hotel karena hari yang sudah gelap dan membingungkan.
            Dreamland pun mampir ke 7 Eleven untuk menenangkan diri, kemudian berjalan dan akhirnya bertemu petugas listrik yang akhirnya menuntun Dreamland pada jalan yang benar. Tak lupa Dreamland melewati jalan “lampu merah”, di mana ada beberapa wanita nakal yang menggoda setiap laki-laki yang lewat. Pengalaman tersesat ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.
            Setibanya di hostel, Dreamland langsung check-in dan mendapat pelayanan yang professional dari petugas hostel yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Dreamland mendapat kamar 506 yang kondisinya cukup oke dengan 2 ranjang bertingkat. Setelah itu, Dreamland duduk karena kaki yang sudah sangat gempor akibat tersesat, mandi, dan naik ke lounge di lantai 7 untuk Wi-Fi karena sinyalnya tidak tertangkap di kamar.
            Dreamland pun segera menyudahi aktivitas hari ini dengan istirahat dan sama sekali tidak menikmati Tokyo karena badan yang sudah sangat letih dan stamina yang terkuras. Dreamland berharap kegiatan esok hari dapat memberikan semangat dan kejutan baru bagi Dreamland. Senang rasanya bisa berkunjung ke markas Toyota di Nagoya dan melihat istana putih Himeji yang mempesona.

Hiroshima, Himeji, Nagoya, Tokyo, 14 Juli 2015

Dreamland Traveller

Catatan:
- Jepang menggunakan Japanese Yen (JPY) sebagai mata uang yang sah.
- Nilai 1 JPY saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 110 IDR.
- Transportasi di Jepang dikenal sangat mahal dan sangat disarankan untuk membeli JR Pass jika bepergian antarkota selama berada di Jepang.
- Harga JR Pass 7 hari kategori Ordinary adalah 29.110 JPY dan harus dibeli di luar Jepang pada agen HIS.
- JR Pass memungkinkan kita untuk menaiki semua Shinkansen, kereta JR, feri JR, dan bus JR yang berafiliasi, kecuali Shinkansen Nozomi.
- Pemakaian JR Pass harus 7 hari berturut-turut, pastikan untuk merencanakan pemakaian JR Pass secara efektif dan efisien agar tidak rugi.
- Berbagai tempat wisata menarik di Jepang dapat ditempuh dengan transportasi umum.
- Kota wisata sejarah di Jepang adalah Kyoto, Nara, dan Kobe.
- Kota wisata alam di Jepang adalah Hokkaido, Kyushu Island, dan Gunung Fuji.
- Kota wisata kota dan theme park di Jepang adalah Tokyo dan Osaka.
- Kota wisata onsen di Jepang adalah Akita, Sapporo, Sendai, dan Aomori.
- Jepang terkenal on time dan sangat patuh terhadap aturan. Pastikan untuk menaati setiap aturan yang ada dengan baik agar wisata kita berjalan dengan lancar.
- Setiap barang di Jepang dikenakan pajak 8% jadi pastikan membaca harga yang tertera dengan jeli.
- Terdapat loker hampir di setiap stasiun kereta yang ada di seluruh Jepang dengan harga mulai dari 300 – 700 JPY tergantung ukuran loker yang disewa untuk memudahkan mobilitas saat jalan-jalan atau singgah di satu kota.
- Internet mudah didapatkan di Jepang dengan melakukan install aplikasi Japan Free Wi-Fi di bandara Kansai saat kedatangan dan akan langsung terkoneksi saat mendapat sinyal.
- Pastikan untuk membawa payung lipat karena cuaca di Jepang sangat fluktuatif ketika ada badai atau taifun.
- Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Nagoya adalah Toyota Automobile Museum, Nagoya Castle, dan berbagai museum industri dan otomotif.
- Transportasi di Nagoya dapat dilakukan dengan subway, Linimo, JR train, dan Aichi Loop Lines yang harganya cukup mahal karena mayoritas tidak dicover oleh JR Pass.
- Tempat wisata yang bisa dikunjungi di Himeji adalah Himeji Castle, Kokoen Garden, Mt. Shosha Engyoji Temple, dan lain sebagainya.
- Semua tempat wisata di Himeji bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun Himeji.

~ oOo ~

1 comment:

  1. waktu ke museum toyota automobile, utk tiket kereta linimo tercover sama nagoya 1 day pass gak? lumayan kalau tercover, dari nagoya st - museum toyota pp 1120 yen soalnya

    ReplyDelete

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.