Wednesday, June 18, 2014

Day 2 : Menikmati Darling Harbour dan Vivid Sydney

Dreamland Traveller


Day 2 : Menikmati Darling Harbour dan Vivid Sydney
            Tiba saatnya pesawat AirAsia X dengan tujuan Sydney, Australia berangkat. Yipie! Banyak penumpang yang terlihat sudah mulai tertidur karena malam yang semakin larut. Pesawat AirAsia X pun lepas landas dari klia2. Tidak seperti AirAsia yang bergetar, AirAsia X sangat stabil dan tidak terasa sekali tatkala mulai lepas landas. Kursi AirAsia X ini boleh dikatakan sedikit lebih longgar dibandingkan kursi AirAsia pada umumnya. Jarak antar kursi masih bisa digunakan untuk kaki melonjor walaupun terbatas.




























            Perjalanan menuju Sydney, Australia ini memakan waktu 8 jam 30 menit. Waktu yang sangat membosankan dan melelahkan tentunya. Apalagi tidak ada hiburan maupun makanan gratis di semua penerbangan AirAsia X. Dreamland mengisi waktu dengan tidur, membaca majalah, dan tidur lagi. Makanan sendiri akan dibagikan selama 2 kali bagi para pemesan pre-book online dan pemesan biasa. Kira-kira pembagian makanan pertama dimulai 2 jam setelah berangkat dan yang kedua 2 jam sebelum landing. 














            Bagi yang ingin hiburan, bisa memesan paket sewa Samsung Galaxy Tab sebesar 45 RM (jika online) atau 60 RM (jika di pesawat). Ada juga pilihan Hot Seats agar bisa merentangkan kaki lebih panjang dekat pintu darurat. Ada juga Quiet Zone yang hening dan sepi bagi Anda yang ingin beristirahat dalam keheningan. Atau jika punya budget lebih bisa memilih Premium Seat yang jelas nyaman dan sangat menunjang perjalanan jarak jauh. 














            Penjualan AirAsia X hampir sama seperti AirAsia. Kita bisa membeli makanan dan minuman setelah penumpang pre-book dilayani semuanya. Hanya saja, layanannya sangat lambat dan membuat perut yang keroncongan terganggu karena aroma makanannya cepat sekali menyebar dalam kabin. Sangat disarankan booking online karena tarifnya termasuk air minum botol 350 ml dan tentunya lebih murah. Dreamland pesan Chicken Rice Uncle Chin seharga 13 RM di internet, sementara di buku menu 18 RM.


















            Setelah makanan tiba, Dreamland makan dengan lahap. Sebelumnya Dreamland sudah mengisi kartu imigrasi Australia yang dibagikan oleh awak kabin. Kartu imigrasi ini boleh dikatakan sangat sederhana dan simpel. Hanya saja, ada formulir deklarasi di halaman belakangnya yang harus diisi. Jangan membawa barang-barang segar, seperti buah, sayur, dan lain sebagainya tanpa dideklarasi karena bisa terkena denda yang sangat besar. Pastikan pelajari aturan tersebut sebelum masuk ke Australia.


















            Petugas pun membersihkan sampah makanan di AirAsia X, setelah itu lampu kabin diredupkan dan Dreamland pun bisa tidur dengan nyaman. Berhubung kursinya sangat tegak dan keras, tidur Dreamland pun jadi serba tidak enak. Kepala sangat pegal, kaki terasa kaku, dan badan terasa sangat capek. Pokoknya benar-benar harus menerima kalau naik pesawat AirAsia X yang murah, tapi jauh dari kata nyaman ini. 








            Setelah perjalanan hampir 6 jam, pramugari dan pramugara kembali membagikan makanan kedua. Bagi yang membeli pre-book 2 makanan, mereka akan dilayani terlebih dahulu. Setelah semua selesai, 1 jam sebelum mendarat, semua Samsung Galaxy Tab, selimut, dan power bank hasil pinjam meminjam harus dikembalikan ke awak kabin. Matahari pun mulai terlihat terang dan cerah di jendela pesawat. Hingga akhirnya semua perjalanan pesawat melelahkan ini berakhir tatkala kita mendarat di Kingsford Smith Terminal 1 (Sydney Airport). 








            Dreamland pun turun dari pesawat sambil merentangkan badan yang sangat pegal, setelah itu keluar menuju konter imigrasi. Bandara Sydney ini boleh dikatakan biasa-biasa saja. Tidak mewah, bagus, atau wah seperti dugaan Dreamland. Sederhana seperti bandara di Thailand pada umumnya. Hanya saja, ada panduan wisata gratis yang bisa diambil di rak yang tersedia. Panduan wisata ini berisi kupon diskon, tempat wisata yang direkomendasikan, serta hal-hal lain yang harus diperhatikan di Sydney.








            Dreamland pun berjalan menuju konter imigrasi. Ada pengumuman untuk Declare It barang-barang bawaan yang diharuskan untuk diberitahu pada pihak imigrasi. Bagi pemegang paspor tertentu ada fasilitas ePassport yang sangat praktis. Imigrasi Sydney boleh dikatakan biasa-biasa saja. Tidak ketat atau menyeramkan. Hanya saja kita tidak boleh main HP selama di ruangan ini karena bisa terkena denda yang besar. 








            Setelah imigrasi dan melewati baggage claim, kita semua harus mengantri untuk keluar dan menunjukkan kartu Declare yang telah diisi. Bagi yang kedapatan membawa barang-barang yang dilarang, akan dipisahkan ke lajur berbeda untuk diperiksa secara intensif. Hati-hati ada anjing pelacak di sini yang siap membaui barang bawaan yang dibawa. Sesudah semuanya usai, tiba saatnya untuk menghirup udara segar di Sydney.








            Berhubung kunjungan Dreamland kali ini adalah menemui keluarga dan juga berlibur, Dreamland dijemput oleh paman Dreamland yang tinggal di Sydney. Sebut saja, Uncle. Nah Uncle langsung menyambut Dreamland dan orang tua dengan baik dan mengantar Dreamland ke tempat parkir yang ada tepat di seberang bangunan kedatangan bandara. Dreamland cukup terkejut tatkala melihat biaya parkir di bandara ini setiap 30 menitnya mencapai 8 AUD! Apalagi Dreamland sudah membuat Uncle menunggu 50 menit yang berarti membayar 16 AUD. 








            Singkat kata, kami beranjak pergi dari bandara menuju rumah Uncle yang terletak di area Burwood. Sepanjang perjalanan, Dreamland melihat begitu banyak bangunan kuno yang ada di Sydney. Rupanya pemerintah sangat memperhatikan pemeliharaan bangunan bersejarah ini dengan baik. Tidak seperti di Braga, bangunan kuno justru dihancurkan dan diganti dengan yang baru. Hal ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. 








            Sesampainya di rumah Uncle setelah perjalanan 25 menit, kami langsung disambut hangat oleh istri Uncle. Sebut saja Aunty. Setelah meletakkan barang bawaan dan istirahat sejenak, mereka mengajak Dreamland langsung berwisata di Sydney mengingat waktu kami sangat terbatas dan singkat. Meskipun badan Dreamland masih capek, tapi Dreamland harus tetap semangat karena akan mengeksplorasi tempat yang baru dengan semaksimal mungkin. Tak lupa Dreamland dipinjamkan baju hangat mengingat cuaca Sydney cukup dingin 14 – 16 derajat Celcius di musim winter ini.








            Kami pun memulai perjalanan dengan berjalan kaki dari rumah menuju Burwood Station. Di Burwood Station, Dreamland membeli MyMulti Pass 2 seharga 54 AUD. MyMulti Pass 2 ini bisa digunakan untuk mengakses berbagai moda transportasi publik semaksimal mungkin selama berwisata di Sydney, hanya saja jangkauannya tidak seluas MyMulti Pass 3 seharga 61 AUD yang mencakup semua. 








            Peron train di Sydney biasa-biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Sangat sederhana dan simpel. Kita bisa melihat kereta tujuan kita di layar, sehingga tidak salah naik kereta. Setelah kereta tiba, Dreamland masuk dan mengambil tempat duduk di atas. Uniknya kereta Sydney adalah terdapat 2 lantai untuk keretanya. Kursinya pun bisa dipindahkan sandarannya sesuai arah yang kita inginkan. Pokoknya sangat menarik.








            Kami pun menempuh perjalanan selama 25 menit sebelum akhirnya tiba di Central. Sesampainya di Central Station yang menjadi pusat dari moda transportasi umum di Sydney, Dreamland diajak keluar melihat kondisi jalanan Sydney yang ada. Jalanan Sydney sangat ramah dengan pejalan kaki. Porsi trotoar dibuat sangat besar, sehingga sangat nyaman dan aman. Tak hanya itu, burung-burung pun bebas beterbangan ke sana kemari karena tidak diburu seperti di Indonesia. Sangat bagus!








            Luasnya jalan pedestrian ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Kawasan Central ini rupanya menjadi lokasi banyak hostel backpacker. Terbukti dari banyaknya hostel backpacker di kawasan ini. Setelah berjalan-jalan singkat, Uncle mengajak Dreamland mampir di sebuah kedai makan yang menjual roti. Setelah memesan beberapa menu, Dreamland diajak makan menu ala Australia yang ada. Tentu Dreamland menghemat anggaran karena ditraktir. Hehehe… Bayangkan kalau Dreamland memesan menu ini bisa menghabiskan 50 AUD alias 500.000 IDR untuk sekali makan saja.








            Setelah menikmati makan siang yang berkualitas, kami semua langsung menuju ke destinasi pertama, yakni Paddy’s Market. Pasar tradisional yang terletak di gedung yang bersejarah dengan nama Market City ini menjual berbagai suvenir, baju, dan aksesoris asal China dengan harga yang terjangkau. Kita bisa membeli oleh-oleh di pasar ini. Ingat, terjangkau Australia berarti terjangkau dengan standar Indonesia ya. Ada juga penjual buah-buahan di bagian belakang pasar yang dijual satuan maupun kiloan. 








            Setelah membeli sejumlah suvenir, Dreamland pun langsung beranjak menuju Darling Harbour yang terletak dekat dengan Paddy’s Market. Cuaca dingin Sydney ini untungnya tidak disertai dengan hujan. Uncle mengatakan 2 hari sebelum Dreamland datang, cuaca selalu hujan dan tidak bersahabat. Keberuntungan dalam cuaca ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. 








            Sesampainya di Darling Harbour, Dreamland melihat ada taman bermain anak-anak kecil, pusat informasi, IMAX, serta banyak warga Australia yang nongkrong di sini. Dreamland pun masuk ke mal yang ada di dekat Darling Harbour dan mendengar ada bahasa yang dikenal. Ya, rupanya akhir pekan dimanfaatkan pelajar Indonesia di Sydney untuk jalan-jalan di Darling Harbour. Fenomena banyaknya orang Indonesia di Sydney ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment.








            Setelah puas melihat keindahan Darling Harbour, Dreamland naik ke atas dan melewati jembatan menuju Queen Victoria Building. Bangunan kuno yang dijadikan mal berkelas ini memang sangat unik. Terdapat jam kuno istimewa yang ada di tengah-tengah bangunan. Jam antik ini masih berfungsi dan menunjukkan waktu hingga saat ini. Tak hanya itu, arsitektur dan tata letak Queen Victoria Building ini serasa membawa kita berada di Eropa.








            Setelah berkeliling Queen Victoria Building, kami langsung mengambil train menuju Circular Quay Station dari Town Hall Station yang terletak di lantai bawah Queen Victoria Building. Kereta sangat ramai dan penuh hari ini karena ada festival Vivid Sydney yang digelar pemerintah Australia di sekitar Sydney Opera House dan The Rocks. Akhirnya kami semua bisa masuk ke train setelah berdesak-desakan. Setibanya di Circular Quay, Dreamland melihat begitu banyak orang yang berlalu lalang. Uncle mengatakan tidak seperti biasanya Sydney seramai ini. Mungkin karena ada festival yang digelar setahun sekali, orang-orang Sydney tumpah ruah ke jalan. 




























            Dreamland langsung menuju ke dermaga tempat berlangsungnya Vivid Sydney 2014. Di sini ribuan orang sudah menunggu momen-momen permainan cahaya cantik di Sydney Opera House dan kawasan The Rocks digelar. Dreamland pun menunggu dan akhirnya festival dimulai. Gedung Sydney Opera House berganti kulit dan warna menjadi sebuah sajian pertunjukan menarik dan istimewa. Cahaya demi cahaya memberikan sensasi tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Setelah menikmati pertunjukan selama 15 menit, Uncle pun mengajak Dreamland ke sebuah restoran yang ada di sekitar dermaga untuk makan malam.


















            Sayangnya semua tempat fully booked dan terpaksa kita berjalan ke sana kemari untuk mencari makan. Sembari itu, Dreamland berjalan-jalan langsung ke The Rocks. The Rocks sendiri hampir mirip dengan Braga, hanya saja bangunannya sangat terawat dengan rapi. Kawasan pedestrian ini diisi dengan pedagang jalanan yang menjajakan makanan. Suasana sangat ramai, sehingga Dreamland memutuskan untuk melihat-lihat saja makanan yang dijual. Setelah itu, Uncle mengajak kami pergi ke sebuah restoran yang ada di The Rocks. Restoran ini ada dibawah tanah. Di sini kami makan pizza, makanan Italia, dan fish and chip.


















            Setelah makan malam, kami kembali berjalan-jalan di sekitar area Vivid Sydney. Dreamland melihat ada 2 bule berkostum unik yang mempromosikan Ghost Tours. Keunikan warga Australia dalam mempromosikan pariwisata tur aneh dan unik ini akan Dreamland bahas dalam Dreamland Traveller Moment. Setelah itu, ada festival pawai keliling di The Rocks. Suasana The Rocks dengan pengamen jalanan dan lain sebagainya akan Dreamland bahas lebih lanjut dalam Dreamland Traveller Moment.
















            Setelah puas berjalan-jalan, tiba saatnya bagi kami semua untuk kembali pulang ke rumah karena sudah sangat lelah. Dreamland langsung kembali ke Circular Quay Station menuju ke Burwood Station. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, akhirnya Dreamland sampai di Burwood. Kemudian kami berjalan kaki 800 m sambil tiba kembali di rumah. Sesampainya di rumah, Dreamland mandi, istirahat, dan nonton TV bersama sebelum akhirnya tidur dan mempersiapkan diri untuk esok hari menjelajahi Sydney.




















            Senang rasanya bisa merasakan euforia Vivid Sydney 2014 yang digelar 23 Mei – 9 Juni 2014 ini!

Kuala Lumpur, Malaysia, Sydney, Australia, 7 Juni 2014

Dreamland Traveller

Catatan:
- Australia menggunakan mata uang Australia Dollar (AUD) sebagai alat pembayaran yang sah.
- Nilai 1 AUD saat Dreamland melakukan perjalanan adalah 10.650 IDR.
- Sydney adalah kota terbesar dan terpadat di Australia yang menjadi destinasi wisata utama wisatawan di seluruh dunia.
- Ikon utama Sydney adalah Sydney Bridge dan Sydney Opera House.
- Berbagai tempat wisata yang bisa dikunjungi di Sydney, antara lain Sydney Bridge, Sydney Opera House, The Rocks, Darling Harbour, Queen Victoria Building, Hyde Park, Blue Mountains, Jenolan Caves, Bondi Beach, Manly Beach, Sydney Tower Eye, Featherdale Wildlife Park, Taronga Zoo, Luna Park, Royal Botanic Garden, dan lain sebagainya.
- Taraf hidup di Sydney sangat tinggi, yakni mencapai 80 – 120 AUD setiap hari untuk makan, transportasi, dan penginapan.
- Vivid Sydney 2014 adalah festival cahaya yang digelar di Sydney pada 23 Mei – 9 Juni 2014.
- Terdapat berbagai moda transportasi umum yang ada di Sydney, mulai dari trains, ferry, dan bus.
- Makanan hemat di Sydney berkisar antara 6 – 10 AUD sekali makan.
- Winter di Australia cukup dingin dan disertai dengan hujan, jangan lupa membawa payung dan memakai jaket yang tebal agar tetap hangat.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.