Monday, December 21, 2015

Macet Atas, Macet Bawah

Dreamland Traveller Moment


Macet Atas, Macet Bawah
            Lagi-lagi soal bandara. Ketika semua proses keberangkatan sudah dilalui dan kita sudah berada di pesawat, rupanya masalah belum usai untuk penumpang yang ada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selain perjuangan menuju bandara yang diwarnai kemacetan di jalan tol, rupanya kemacetan juga terjadi di udara ibukota Indonesia tercinta ini. Ramainya lalu lintas udara di angkasa, serta kapasitas landasan pacu yang cuma satu-satunya membuat antrian pesawat yang akan berangkat dan mendarat pun jadi sesuatu yang menyita waktu.
            Saat Dreamland berada di pesawat dengan tujuan Jakarta – Bangkok untuk Siam Trip, pesawat AirAsia yang Dreamland tumpangi harus mengantri selama 20 menit untuk bisa terbang. Sepanjang landasan pacu, Dreamland melihat pesawat yang terbang dan mendarat terus bergantian dengan jeda waktu 5 menit. Belum lagi antrian pesawat di depan AirAsia yang Dreamland tumpangi, ada Garuda Indonesia, Etihad, dan berbagai pesawat lainnya antri layaknya mobil di jalan.
            Kalau sudah begini, wajar kalau ngaret jadi budaya di Indonesia. Anehnya lagi belum selesai masalah landasan pacu yang kurang, justru dibangun lagi bangunan bandara yang baru dengan alasan ingin menambah kapasitas jumlah penumpang. Anehnya infrastruktur untuk mendukung tercapainya hal itu justru tidak diperhatikan dan diabaikan. Padahal landasan pacu adalah hal yang sangat krusial dalam menjaga kelancaran lalu lintas penerbangan di bandara manapun di dunia.
            Tentu tidak lucu rasanya jika ada cerita pesawat yang harus muter-muter di atas karena tidak bisa mendarat akibat “macet” di bawah. Belum lagi yang di bawah tidak bisa terbang karena harus bergantian dengan pesawat lain. Jangan sampai citra Jakarta semakin tercoreng karena terjadinya kemacetan bukan hanya di jalan, tetapi juga ada di udara. Semoga saja pemerintah bisa meningkatkan kualitas bandaranya terlebih dahulu sebelum memperbanyak kuantitas penumpang.

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.