Friday, June 28, 2013

Buanglah Oleh-Oleh Pada Tempatnya

Dreamland Traveller Moment


Buanglah Oleh-Oleh Pada Tempatnya
            Orang Indonesia dikenal sebagai turis yang paling sering berbelanja di seluruh dunia. Apalagi jika menggunakan jasa tur, orang Indonesia paling suka menghabiskan banyak uang di semua toko yang disinggahi, entah itu toko madu, snack, sutra, kain, dan lain sebagainya. Semua barang pun dibeli karena akan dijadikan oleh-oleh untuk keluarga, saudara, keponakan, pembantu, sampai teman kantor pun dibelikan semua. Pokoknya uang yang dibawa harus habis secara total untuk dibelanjakan oleh-oleh.
            Nah perilaku maruk berbelanja inilah yang kelak akan menjadi masalah saat kepulangan di bandara nantinya. Pada saat Dreamland akan pulang ke Jakarta seusai Cambodia Trip beberapa waktu yang lalu, rombongan tur dari Indonesia memadati counter pesawat Mandala dengan barang belanjaan yang menumpuk. Setiap peserta tur masing-masing mendorong trolley bandara dengan segudang barang belanjaan yang ukurannya super besar. Untung cuma 1 trolley, ini 2 trolley penuh mereka bawa masing-masing!
            Begitu tiba di counter check-in, masalah pun bermunculan. Hampir semua peserta tur mengalami kelebihan muatan yang telah ditentukan maskapai penerbangan. Akibatnya, proses pun menjadi sangat lama dan orang yang hanya membawa bagasi sekadarnya ikut terkena imbasnya. Sebalnya, sudah tahu ada gangguan bukan menyediakan jalan bagi orang yang prosesnya lebih cepat, malah ngerumpi depan counter check-in.
            Ada peserta tur yang harus terpaksa membayar kelebihan bagasi, ada juga yang merelakan oleh-olehnya ditinggal. “Ini ditinggal saja gitu di sini?” kata seorang peserta tur. “Ya kalau ga sayang sih tinggal saja, tapi usahain aja di konter check-in.” kata temannya. Ya begitulah. Di manapun, kapanpun, dan siapapun orang Indonesia dengan rombongan tur di seluruh destinasi dunia pasti mengalami hal serupa di bandara kalau masalah barang belanjaan.
            Belanja oleh-oleh memang tidak dilarang. Namun jangan juga belanja sebanyak-banyaknya dan tidak memikirkan bagaimana barang itu kelak akan dibawa ke tanah air. Sayang kan rasanya jika kita sudah beli mahal-mahal dengan gaji hasil mengumpulkan selama setahun, tapi dibuang begitu saja gara-gara kelebihan muatan (kecuali uang hasil korupsi ya). Masalahnya kalau hal ini cuma terjadi sekali untuk pelajaran sih tidak apa-apa, kalau berulang kali kan aneh.
            Maka dari itu, belanjalah secukupnya dan buanglah oleh-oleh pada tempatnya, yakni pada sanak saudara dan orang yang memang ingin dihadiahkan, bukan di bandara!

~ oOo ~

No comments:

Post a Comment

Terima kasih dan selamat datang di Dreamland Traveller! Komentar, saran, dan pertanyaan dapat dituliskan pada kolom komentar di bawah ini.